Hanya Sebuah Diary ......

Monday, 17 July 2017

Kenapa sifat anak berbeda dengan orangtuanya? Mungkin ini penyebabnya!

Ibu dan Bapaknya baik, tapi anaknya kok gitu sih? Coba diinget-inget, aku yakin kamu dan aku yang saling menyayangi pasti pernah bertanya-tanya ketika melihat ada anak yang mempunyai sifat berbeda dengan kedua orangtua. Ibunya baik, bapaknya baik. Bukankah seharusnya tuh anak punya sifat yang baik juga?


Buah yang jatuh tidak akan jauh dari pohonnya. Pun dengan anak yang dilahirkan kedua orangtuanya. Wajah, sifat dan tingkah laku (seharusnya) gak jauh dari kedua orangtuanya. Tapi nyatanya, ada lho anak  yang tumbuh dengan sifat yang berbeda dengan orangnya.

Misalnya aja gini. Si Bapak dan Ibunya rajin ngaji dan ke masjid. Bahkan di sanalah tempat si Ibu dan Bapak bertemu pertama kali, lalu menikah dan punya si anak tadi. Eh tapi, si anak ini malah punya kepribadian beda dengan orangtuanya. Roboro rajin ngaji dan ke masjid, sholat 5 waktu aja perlu ada perang dulu.

Nah, nah... Kok bisa gitu ya? Apa jangan-jangan tuh anak bukan anak dari emak atau bapak kandungnya? EH, WOY!!! Jangan se'udzon gitu dong. Karena pemikiran itu benar-benar kejuahan. Tapi ya kadang benar juga sih, ini salah satu faktor yang bisa memengaruhi juga.

"Tapi si anu itu emang anak kandung emak-bapaknya, gue kan nyaksiin pas dia lahiran. Tapi kok sifatnya beda jauh begitu sama orangtuanya, ya?"

Oke. Kalau kasus begini emang ada, kok. Bahkan mungkin ini pernah terjadi di lingkungan kalian. Kenapa bisa begitu, ya?

Beberapa kali, aku pernah gak sengaja mendengar pertanyaan terkait masalah ini. Dari yang aku dengar dari pencerahan itu, ada beberapa faktor yang membuat sifat atau kepribadian anak berbeda dengan kedua orangtuanya. Yuk, simak nih!

1. Karena Salah Didikan
Sering kali orangtua tidak sadar kalau apa banyak hal yang mereka ajarkan, perlihatkan, contohkan kepada anaknya itu tidak baik. Anggapan mereka, semuanya baik-baik saja. Dan perlahan, ketidakbaikan itu masuk perlahan kepribadian si anak.

Kebanyakan orangtua juga tidak sadar bahwa menuruti selalu keinginan anak bukanlah hal yang baik. Misalnya, saat anak menginginkan sesuatu; sebut saja mainan, ada orangtua yang rela melakukan segala cara untuk membeli mainan tersebut. Katanya sih kasian kalau gak dibeliin.

Mereka ingin mengerti anaknya, namun tak pernah mengajarkan pengertian kepada anaknya.
Misalnya, saat anak menginginkan sesuatu, dengan mudah orangtua menurutinya. Namun tidak memberi pengertian kepada anaknya seperti; "Nak, ini Ibu dan Bapak lagi punya uang, makanya dibelikan mainan baru. Tapi kalau Ibu dan Bapak gak punya uang, kamu harus ngerti, ya."

Hal spele ini yang menyebabkan anak tidak pengerti keadaan orangtua. Anak sering kali memaksakan kehendaknya, bahkan saat kondisi orangtua tidak memungkinkan. Padahal, kalau sejak kecil sudah diberi pengertian untuk saling memahami kondisi, Insha Allah anak akan lebih baik, sabar dan seperti yang orangtuanya harapkan.

2. Pergaulan
Pergaulan anak jaman sekarang itu emang sukses bikin hati emak-emak selalu was-was. Yang gak cuma ke bapak anak-anak, tapi anak-anaknya juga, lho. Mulai dari hal-hal kecil yang negatif, kejahatan, sampai pada pergaulan bebas dan obat-obatan. 

Emaknya baik, Bapaknya baik, tapi anaknya bergaul sama teman yang kurang bahkan gak baik. Misalnya, temennya para preman yang suka "malakin" warga pinggiran. Gak menutup kemungkinan bahwa anak akan terjerumus ikut seperti teman yang gak baik itu. Makanya, menjaga pergaulan anak itu emang penting banget. Jangan hentinya menasehati mereka untuk fokus pada pergaulan yang baik.

Kalau punya teman penjual minyak wangi, kita bisa kecipratan wanginya, lho. Karena ditawarin suruh beli minyak wangi dia terus. *laaahhh

3. Masa Lalu
Masa lalu yang sudah berlalu memang baiknya tidak usah kita ungkit lagi. Tapi, dengan segala kenyataan yang ada, masa lalu ternyata tetap mengambil perannya juga di masa depan.

Apa hubungannya anak dengan masa lalu? Yang dimaksud di sini adalah masa lalu kedua orangtuanya. Orangtua yang (sekarang) terlihat baik belum  tentu memiliki masa lalu yang baik pula. Sifat anak yang kurang baik kadang bisa disebabkan karena masa lalu orangtuanya yang tidak baik juga. Misalnya aja anak sering bolos saat jam pelajaran di sekolah. Coba Bpk/Ibu ingat kembali ke masa lalu, apakah Ibu atau Bapak pernah melakukan hal yang sama? Nah, jika iya, ternyata sifat buruk ini karena turunan dari orangtuanya sendiri. Jadi jangan heran kalau si anak begitu juga.

Aku jadi ingat ada seorang Blogger yang pernah bercerita bahwa dia sering menasehati anaknya yang senang sekali mengkonsumsi susu kental manis secara berlebihan. Lalu suatu hari dia teringat bahwa dulu, ketika dia kecil, dia juga melakukan hal yang sama seperti yang anaknya lakukan. Mueheheh...

Tapi, meskipun masa lalu punya andilnya di masa depan, jangan terlalu khawatir jika kelak anak akan mengikuti jejak kenakalan/keburukan kita di masa depan. Karena dengan didikan yang baik, nasehat, dan mengajarkan pengertian tanpa bosannya, anak bisa lolos dari sifat turunan keburukan dari orangtuanya dulu kok. Salah satunya juga dengan tidak membuka buka aib kalau dulu Bapak-Ibu sering bolos pas sekolah. Cukup ceritakan masa lalu yang baik-baik aja. Namun bukan berarti menceritakan kebohongan juga, ya. Hehhe

4. Karena yang Haram
Si Ibu beli cabe sekilo. Udah ditimbang pas sekilo, pas penjualnya lagi layanin pembeli yang lain, eh cabenya ditambahin jadi sekilo lebih banyak. Kemudian cabenya dimasak dan buat makan anak-anak. Duh, itu lebihan dari 1 kilo itu termasuk yang haram lho, Bu. Terus yang haram itu dimakan dan masuk ke tubuh anaknya deh. 

Kata mamah Dede, ternyata sesuatu yang haram itu bisa tumbuh dan berkembang menjadi perilaku-perilaku negatif. Bisa jadi penyebabkan kenapa anak tidak baik itu ya karena sesuatu yang haram tumbuh di tubuhnya. Gitu lho yang aku dengar dari ceramah. *uhuks

5. Kurang Doa dan Perhatian
Setiap orangtua selalu ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. Namun ternyata ada orangtua yang gak mau perhatian sama anaknya. Mau ini mau itu, yaudah, terserahmu aja, Nak. atau, "Dia udah besar, kok. Udah bisa jaga diri sendiri." Bahkan ada pula orangtua yang kurang bahkan tidak pernah mendoakan anaknya.

Kalau dengar dari ceramah-ceramah, selain didikan nyata dari orangtua, keluarga, dan lingkungan sekitar, Doa juga ikut ambil andil dalam pertumbuhan anak. Karena doa adalah "jalur" dimana orangtua meminta segala kebaikan untuk anaknya kepada Tuhan, sang penciptanya.
Percaya gak percaya, kekuatan doa sangat kuat, apalagi doa Ibu untuk anaknya.
***

Meskipun belum menikah dan belum memiliki anak, sedari dini aku belajar untuk mempersiapkan diri bagaimana mendidik anak nanti. Dalam postingan ini, aku berharap bisa jadi catatan penting di masa depan yang bisa aku pelajari.

5 point yang aku sebutkan di atas merupakan hasil rekap dari berbagai sumber penceramah yang pernah aku dengar. Juga dari hasil dari pengamatan sifat atau kepribadian pada Kakak dan anaknya. Hahahah...

Mohon maaf jika ada salah kata.
Semoga bisa bermanfaat :)
Share:

Thursday, 13 July 2017

Model Busana untuk Wanita Bertubuh Gemuk Agar Terlihat Lebih Langsing

Memiliki ukuran tubuh di atas normal atau bisa dibilang gemuk memang terkadang menjadi kendala tersendiri bagi para wanita terutama dalam urusan memilih model busana.  Iya banget lan, ya? Makanya, hampir semua wanita menginginkan tubuh yang ramping dan semampai. Tapi bukan berarti kamu yang bertubuh gemuk harus merasa minder dan tidak percaya diri, lho, karena masih banyak cara untuk menyiasati penampilan kamu agar terlihat lebih langsing dan serasi. Salah satunya adalah dengan memilih model baju yang tepat, misalnya seperti 4 point di bawah ini. Yuk, simak!
Source: Google
1. Pilih model baju berwarna gelap atau netral.
Memakai pakaian yang berwarna gelap memang menjadi salah satu alternatif mudah untuk tampil lebih langsing secara instan. Warna-warna gelap seperti hitam, coklat dan biru dongker memang dapat menyamarkan ukuran tubuh Anda yang lebar, khususnya pada bagian yang bergelambir seperti perut. Namun bukan berarti Anda tidak boleh menggunakan warna-warna yang cerah, warna netral seperti krem, mocca maupun beige bisa jadi pilihan lain jika Anda bosan dengan warna-warna gelap.

2. Model baju dengan motif kecil.
Memilih model baju bermotif bukanlah hal yang mitos bagi wanita bertubuh gemuk. Jika Anda ingin memakai baju-baju bermotif, sebaiknya pilih yang motifnya kecil. Model baju bermotif seperti dress motif Leopard atau floral dress juga bisa tampak serasi dengan Anda. Asalkan ukurannya pas alias tidak terlalu longgar. Disarankan juga memilih dress di atas lutut agar Anda nampak lebih tinggi.

3. Motif bergaris vertikal atau diagonal.
Selain dengan motif kecil-kecil, motif stripe yang sedang nge-hype saat ini pun sah-sah saja Anda gunakan meski tubuh Anda gemuk. Namun hindari motif garis horizontal karena akan membuat tubuh Anda terlihat lebih lebar, sebaliknya, pilihlah motif garis-garis vertikal atau diagonal yang akan memberikan kesan tubuh gemuk Anda jadi lebih ramping. Selain motif vertikal, model dress jam pasir juga bisa membantu Anda menyamarkan tubuh gemuk Anda. Model dress jam pasir ini sedang ‘in’ dan sangat digemari wanita masa kini terutama yang bertubuh subur.

4. Model baju babydoll.
Setiap wanita tentu ingin selalu tampil cantik dan menarik dalam kesehariannya maupun saat momen-momen tertentu, tak terkecuali bagi Anda yang berperawakan subur. Untuk pergi ke pesta misalnya, Anda bisa mencoba model busana babydoll, yakni dress dengan potongan yang tinggi pada bagian pinggangnya. Model baju ini akan dapat menyamarkan bentuk tubuh Anda, Anda pun bisa tampak lebih ramping. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan dress dengan ikat pinggang yang besar. Jangan lupa padukan dengan high heels dan sling bag atau clutch agar penampilan Anda semakin sempurna. Make up dan tatanan rambut yang tepat juga akan sangat membantu.

Nah, kira-kira segitu aja singkatnya. Semoga 4 point model baju di atas bisa membuatmu nyaman dan terlihat lebih langsing, ya ^.^

Share:

Wednesday, 12 July 2017

Tips Gaya Hidup Salah yang Membuat Kamu Sulit Kaya

Hidup di era modern memang membuat pola menjadi jauh lebih dinamis, semakin bertambahnya waktu maka senantiasa mengalami perubahan. Namun tak semua perubahan tersebut berdampak baik, banyak diantaranya yang justru memberikan kesan negatif. Sehingga mulai lakukan kroscek kembali terbaik dengan pola atau gaya hidup kamu, apakah sudah sejalan dengan yang dibutuhkan atau tidak. Beberapa orang lebih senang ikut mengaplikasikan tips gaya hidup modern  karena tak ingin ketinggalan zaman.


Hanya saja patut untuk diketahui juga bahwa ternyata gaya hidup modern membuat seseorang harus mengeluarkan uang atau biaya lebih besar dibandingkan dengan gaya hidup biasa. Apakah kamu ingin kaya? Sebenarnya memiliki pekerjaan yang bagus dengan gaji yang besar, namun selama bekerja ini tak ada hasil yang didapatkan untuk keluarga. hal inilah yang sering kali dialami oleh banyak orang, dimana ketika mereka sudah mulai merasa nyaman dengan hidupnya, karena memiliki pekerjaan yang bagus dengan gaji tinggi, namun ternyata setelah dilihat-lihat tak ada hasil yang diterima sama sekali.

Bisa jadi gaya hidup kamu salah, memang ada beberapa kebiasaan yang membuat kamu tidak bisa jadi orang kaya, meskipun merasakan hidup yang enak, diantaranya adalah:

1.  Malas untuk menggali potensi, ketika seseorang sudah dihadapkan pada sebuah pekerjaan yang nyaman dan gaji yang menjamin, maka banyak diantaranya yang kemudian malas dalam melihat potensi apa yang ada dalam diri mereka, karena sudah senang dengan apa yang didapatkan dan dilakukan selama ini. Padahal bisa jadi potensi yang kamu miliki akan menghasilkan peruntungan yang lebih.

2.   Hobby travelling, senang bepergian ke tempat yang baru, travelling memang bisa jadi sebuah sarana untuk melepaskan penat dari pekerjaan yang kamu lakukan selama ini, begitu juga untuk menemukan banyak pengalaman baru, namun ketika travelling menjadi hal utama yang selalu diprioritaskan, tentunya akan membuat pengeluaran kamu jadi semakin tinggi bukan.

3.   Malas menabung dan investasi, menabung bisa jadi salah satu cara untuk menjaga uang kamu tetap utuh, bahkan lebih banyak, namun ketika kamu malas melakukannya, selalu menghabiskan apa yang dimiliki sudah pasti ini bukan jalan untuk kaya.

4.  Senang berhutang, menggunakan sarana pembayaran yang lebih mudah seperti diantaranya adalah kartu kredit, namun senang menunda-nunda pembayarannya. Pemakaian kartu kredit memang memberikan banyak nilai tambah dalam finansial kamu, namun juga bisa jadi sebuah bencana ketika kamu sendiri tak bisa mengontrolnya.

5.  Tak memiliki tujuan dalam hidup, seperti diantaranya menabung untuk membeli kendaraan atau bahkan rumah, tanpa tujuan maka sudah pasti keadaan keuangan tak bisa dikontrol dengan baik.

Yuk, mulai ubah hidup kita, tips gaya hidup modern bisa tetap diaplikasikan, namun tetap sesuai dengan batasan yang sehat.
Share:

Wednesday, 5 July 2017

Pakai Kerudung Tapi Emosian?

Pakai Kerudung tapi Emosian? Hari itu, 5 Tahun yang lalu - Sebelumnya saya bingung dengan pertanyaan seorang teman yang terdengar cukup aneh itu. Pakai Kerudung tapi Emosian? Memangnya apa hubungannya kerudung dengan emosi? Ada ikatan saudara? Ikatan tetangga? Ikatan mantan?  Ikatan masa lalu? atau Ikatan rasa yang pernah ada?  Ada gak? Menurut saya jawabannya adalah enggak ada!

Kerudung adalah kain yang menutupi rambut atau kepala. Sedangkan emosi adalah amarah atau sebuah sifat yang ada dalam diri seseorang (kurang lebih begitulah). Lalu kenapa 2 hal ini dihubung-hubungkan?


Baiklah. Mengelak atau sok gak tau kadang memang hanyalah sebuah pembelaan diri.

Kejadiannya siang itu, di kelas saat saya duduk di bangku kelas 2 SMK.  Seorang teman meledek saya dan berhasil membuat emosi saya memuncak. Saya marah-marah. Kalau gak salah ada juga benda yang saya lempar-lempar. Huahha. Ngeri juga nih cewek!
Baca juga: Saksi Bisu Hijabku
Lalu teman yang membuat saya marah tiba-tiba berkata, "Pake kerudung masa emosian?"
Saya gak ambil hati ucapan itu. Emosi saya masih pada puncaknya. Dia memang ngeselin banget. Kelewat malah. Kemarahan ini adalah hal yang wajar. Pikir saya saat itu.

Namun setelah emosi itu mereda, saya dibayang-bayangi oleh ucapannya tadi.

"Pake kerudung masa emosian?!"

Saya tau dan saya sadar bahwa ada maksud tertentu dengan perkataannya itu. Ya, kejadian itu membuat saya berpikir dan terus berpikir.

Ada yang salah dengan saya hari itu? Tentu. Saya marah, seperti ada "setan" yang sedang mendampingi saya. Emosi itu tidak terarah. Bukankah seharusnya saya bisa sabar? Terlebih saya adalah seorang muslimah yang selalu diajarkan untuk sabar, dalam hal apapun.

Ya, saya akui,
Dia menyadarkan bahwa seharusnya, saya bisa lebih sabar
Dia menyadarkan bahwa seharusnya, saya bisa lebih menahan emosi
Dia menyadarkan bahwa seharusnya, kerudung yang menutupi kepala bisa ikut menutupi segala emosi
Dia menyadarkan bahwa seharusnya, kerudung yang menutupi kepala saya bisa membuat saya menjadi lebih baik lagi. Lebih menahan diri untuk segala emosi, dan hal apapun yang buruk lainnya.

Wanita berjilbab belum tentu wanita yang baik. Tapi wanita yang baik, sudah pasti berjilbab.

Berawal dari sebuah kalimat tanya sekaligus sindirian, akhirnya saya berhasil mengubah sedikit demi sedikit emosi yang ada dalam diri saya. Mengendalikan diri agar tidak mudah marah dan terpancing emosi. Iya. Terima kasih, Teman! Percayalah bahwa kejadian siang itu di kelas tidak akan pernah saya lupakan. Dari kejadian itu pula saya mulai mengubah sedikit demi sedikit keburukan diri ini untuk menjadi lebih baik lagi.


Jakarta, Juli 2012
Share:

Tuesday, 20 June 2017

Drama Bersama Pedagang di Toko Sebelah

Siang itu (9/5), Pak Bos yang lagi di negeri tetangga tiba-tiba ngirim pesan singkat lewat Whats App. Isinya, doi minta dibelikan kabel Fitbit Alta yang jujur aja aku gak tau itu fungsinya buat apa. Dia bilang, coba cari di mall sebelah atau di online. Tapi langsung kirim via gojek biar langsung sampai dan udah ada di mejanya malam ini. Dengan bermodalkan nama dan foto yang dia berikan, aku coba menjalankan perintah.
Dimulai dari nyari di toko sebuah Mall, ternyata salah satu karyawan di sini gak berhasil menemukannya. Katanya sih dia udah muter-muter nyari di semua toko, jawabannya pada gak jual. Ada toko yang menyarankan suruh beli di online shop aja. Di sana banyak yang jual katanya.

Baiklah, karena merasa ini urgent diminta ada hari ini, akhirnya aku coba nyari di toko online. 

Ketik keyword sesuai yang diberikan, dipencarian muncul produk yang kucari. Ternyata kebel ini memang terbilang "langka". Hanya ada 3 seller yang menjualnya dan berasal dari Bandung dan Jakarta. Karena harus dikirim hari ini, aku memilih toko yang berada di Jakarta, dan sebelum order, aku menghubungi seller di toko tersebut dulu, memastikan bahwa barang tersebut tersedia dan bisa dikirim langsung melalui Go-Send. 

Tapi, di toko pertama ini aku gagal mendapatkannya. 2 Penjual yang berada di Jakarta gak bisa ngirim langsung, karena kebetulan mereka lagi berada di luar, katanya.

Gak mau nyerah, aku pun pindah ke toko sebelah.

Dengan memasukkan keyword yang sama, aku menemukan 2 seller yang berada di Jakarta. Sebelum order, aku menghubungi pedagangnya lagi, menanyakan apa bisa langsung dikirim hari ini.

Kami sepakat pada jam 14.36 WIB

Setelah menemukan pedagang yang bisa langsung kirim barangnya, tentu aja aku senang dan bahagia banget. Akhirnya, kumenemukanmu! Order dan pembayarannya pun langsung segera aku lakukan. Setelah bayarpun, jam 15.01 aku langsung konfirmasi ke dia. Aku minta tolong agar barang segera dikirim. Kubilang juga belum jam 5, ya.

Tapi mulai dari sini, pesanku lama banget dibalesnya. 

Chat jam 15.01, dia baru membalasnya jam 16.30. Dan dia hanya mengkonfirmasi alamatnya. Aku bilang iya. Setelah dikirim , tolong beritau aku juga nomor driver yang mengantar. 

20 menit kemudian dia tidak memberi kabar apa-apa, di sini aku mulai gelisah karena waktu sudah mau malam. Aku coba chat terus melalui website, namun tidak ada jawaban. Bahkan, aku jadi terkesan "ngemis" minta agar barang dikirim. Padahal memang sudah dari awal aku bilang butuh barangnya sekarang.

Percakapan sama di pedagangnya ..................................




Terakhir membalas pesan 16.38, Pada jam 18.30, aku mengirim pesan kepada dia, kalau jam 18.40 belum dikirim juga, aku minta dibatalkan saja. Tapi sampai dengan pukul 19.00 pesanku tidak kunjung dibalas juga. 

Karena merasa dikejar tanggung jawab, aku bertekat harus tetap mendapatkan kabel ini malam ini juga sampai akhirnya aku menghubungi penjual pertama dari toko lain yang tadi bilang tidak bisa kirim karena lagi di luar. Alhamdulillah, ketika malam itu aku hubungi, penjual itu siap COD.

Seperti mengejar waktu, dari kantor pukul 19.00 aku on the way COD dengan penjual ini di daerah Palmerah. Iya, sengaja aku datangi langsung karena kalau online takut kasusnya seperti sebelumnya. Jalanan Pusat Jakarta jam segini emang lagi macet-macetnya. Sekitar Pukul 8 kurang 5 menit, aku baru tiba di lokasi kami janjian. Tapi na'as sih, ternyata lokasi yang aku tuju agak meleset alias salah, jadi aku harus jalan kaki ke depan lagi.

Setelah nunggu sebentar, dia datang dan kami melakukan transaksi di depan kampus Binus hinga akhirnya kabel pesanan itu resmi dalam genggamanku. Hfff.....

Balik mengejar waktu lagi, pukul 8 lewat dikit, aku kembali otewe dari Binus Palmerah menuju kantor, Sudiman. Alhamdulillah, jalanan bersahabat gak macet seperti perginya. Pukul 8.30, aku tiba di kantor lagi.

Masih agak terburu-buru, sampai di kantor aku Istirahat sebentar sambil nyemilin Kebab yang aku beli di depan kampus tadi. Sekitar jam 9 kurang, aku baru otewe pulang ke rumah.  Saat itu, hati masih ngerasa banget emosinya. Capek, laper dan nyesek juga. Ternyata gini amat rasanya di PHP-in sama pedagang itu. Oh, God.

Sesampainya di stasiun saat hendak mau pulang ke rumah, pas jam 9 malam aku kembali ngecek ke website toko tadi. Ternyata ada balasan pesan dari pedagang itu yang dikirim pada jam 19.52.

Iya, gak perlu dibayangin lagi gimana keselnya. Ngirim pesan dari 16.39 , dia baru bales 3 jam kemudian. Setan kan. wkwkwk....

Aku buka, dan katanya........ "Blm dapet gojeknya, bsk pagi ya"


"Kan udah gue bilang, gue butuh barangnya sekarang!!!"

Emosiku memuncak lagi. Entah, ya. Menurutku itu adalah sebuah balasan seperti ngerasa gak punya dosa. Hffff.....

Kalau memang daritadi order belum dapet gojeknya, kenapa gak konfirmasi aja? Kalau emang udah niat/mau kirim barangnya, kenapa gak kabari saya?  Ini nih yang membuat emosiku memuncak, Kalau emang gak bisa kirim sekarang, kenapa gak ngabarin aja gitu? Kenapa mesti PHP-in yang akhirnya berujung bener gak jadi kirim. Padahal, berkali-kali udah saya tekankan, SAYA BUTUH BANGET BARANG ITU HARI INI JUGA.

Setelah menerima balasan chat darinya, tentu aja aku menolak untuk dikirim barangnya. Aku udah beli di tempat lain, dan rasanya gak sudi juga nerima barang dari dia. *Astaghfirullah....

Sebuah kesalahan yang menurutku makin fatal adalah, dia sama sekali tidak minta maaf atas kejadian ini. Bahkan sampai postingan ini aku publish.

Kesel? Marah? Emosi? Beuuhh... Pengen maki-maki si pedagang itulah rasanya. 
Aku sama sekali tidak menyalahkan situs belanja onlinenya. Hanya benar-benar kecewa dengan pedagang yang ada di dalamnya. Seenaknya dia mempermainkanku seperti ini. Rasa sakitnya bahkan hampir sama seperti pas ditinggal lagi sayang-sayangnya! 

Aku udah bilang butuh barangnya sekarang, dia pun sudah deal akan mengirim. Setelah pembayaran aku transfer dan minta kepastian dikirim, perlahan dia menghilang bagai tak punya dosa. Setelah MEMBUAT SAYA KECEWA, dia juga tidak ada minta maafnya. Hem.. btw, Bunuh orang boleh gak sih? Hfff.....

Tapi satu yang masih aku syukuri. Aku belanja di situs "terpercaya" yang memberikan jaminan uang akan kembali. Beberapa hari setelah peristiwa itu, uang tersebut masuk ke dalam akunku dan berhasil aku transfer ke rekening bank milikku.

Sekian curhat kali ini yang waktu itu ditulis penuh dengan emosi.
Semoga gak menemukan pedagang model itu lagi.
Amiin....

Share:
Scroll To Top