Hanya Sebuah Diary ......

Tuesday, 20 June 2017

Drama Bersama Pedagang di Toko Sebelah

Siang itu (9/5), Pak Bos yang lagi di negeri tetangga tiba-tiba ngirim pesan singkat lewat Whats App. Isinya, doi minta dibelikan kabel Fitbit Alta yang jujur aja aku gak tau itu fungsinya buat apa. Dia bilang, coba cari di mall sebelah atau di online. Tapi langsung kirim via gojek biar langsung sampai dan udah ada di mejanya malam ini. Dengan bermodalkan nama dan foto yang dia berikan, aku coba menjalankan perintah.
Dimulai dari nyari di toko sebuah Mall, ternyata salah satu karyawan di sini gak berhasil menemukannya. Katanya sih dia udah muter-muter nyari di semua toko, jawabannya pada gak jual. Ada toko yang menyarankan suruh beli di online shop aja. Di sana banyak yang jual katanya.

Baiklah, karena merasa ini urgent diminta ada hari ini, akhirnya aku coba nyari di toko online. 

Ketik keyword sesuai yang diberikan, dipencarian muncul produk yang kucari. Ternyata kebel ini memang terbilang "langka". Hanya ada 3 seller yang menjualnya dan berasal dari Bandung dan Jakarta. Karena harus dikirim hari ini, aku memilih toko yang berada di Jakarta, dan sebelum order, aku menghubungi seller di toko tersebut dulu, memastikan bahwa barang tersebut tersedia dan bisa dikirim langsung melalui Go-Send. 

Tapi, di toko pertama ini aku gagal mendapatkannya. 2 Penjual yang berada di Jakarta gak bisa ngirim langsung, karena kebetulan mereka lagi berada di luar, katanya.

Gak mau nyerah, aku pun pindah ke toko sebelah.

Dengan memasukkan keyword yang sama, aku menemukan 2 seller yang berada di Jakarta. Sebelum order, aku menghubungi pedagangnya lagi, menanyakan apa bisa langsung dikirim hari ini.

Kami sepakat pada jam 14.36 WIB

Setelah menemukan pedagang yang bisa langsung kirim barangnya, tentu aja aku senang dan bahagia banget. Akhirnya, kumenemukanmu! Order dan pembayarannya pun langsung segera aku lakukan. Setelah bayarpun, jam 15.01 aku langsung konfirmasi ke dia. Aku minta tolong agar barang segera dikirim. Kubilang juga belum jam 5, ya.

Tapi mulai dari sini, pesanku lama banget dibalesnya. 

Chat jam 15.01, dia baru membalasnya jam 16.30. Dan dia hanya mengkonfirmasi alamatnya. Aku bilang iya. Setelah dikirim , tolong beritau aku juga nomor driver yang mengantar. 

20 menit kemudian dia tidak memberi kabar apa-apa, di sini aku mulai gelisah karena waktu sudah mau malam. Aku coba chat terus melalui website, namun tidak ada jawaban. Bahkan, aku jadi terkesan "ngemis" minta agar barang dikirim. Padahal memang sudah dari awal aku bilang butuh barangnya sekarang.

Percakapan sama di pedagangnya ..................................




Terakhir membalas pesan 16.38, Pada jam 18.30, aku mengirim pesan kepada dia, kalau jam 18.40 belum dikirim juga, aku minta dibatalkan saja. Tapi sampai dengan pukul 19.00 pesanku tidak kunjung dibalas juga. 

Karena merasa dikejar tanggung jawab, aku bertekat harus tetap mendapatkan kabel ini malam ini juga sampai akhirnya aku menghubungi penjual pertama dari toko lain yang tadi bilang tidak bisa kirim karena lagi di luar. Alhamdulillah, ketika malam itu aku hubungi, penjual itu siap COD.

Seperti mengejar waktu, dari kantor pukul 19.00 aku on the way COD dengan penjual ini di daerah Palmerah. Iya, sengaja aku datangi langsung karena kalau online takut kasusnya seperti sebelumnya. Jalanan Pusat Jakarta jam segini emang lagi macet-macetnya. Sekitar Pukul 8 kurang 5 menit, aku baru tiba di lokasi kami janjian. Tapi na'as sih, ternyata lokasi yang aku tuju agak meleset alias salah, jadi aku harus jalan kaki ke depan lagi.

Setelah nunggu sebentar, dia datang dan kami melakukan transaksi di depan kampus Binus hinga akhirnya kabel pesanan itu resmi dalam genggamanku. Hfff.....

Balik mengejar waktu lagi, pukul 8 lewat dikit, aku kembali otewe dari Binus Palmerah menuju kantor, Sudiman. Alhamdulillah, jalanan bersahabat gak macet seperti perginya. Pukul 8.30, aku tiba di kantor lagi.

Masih agak terburu-buru, sampai di kantor aku Istirahat sebentar sambil nyemilin Kebab yang aku beli di depan kampus tadi. Sekitar jam 9 kurang, aku baru otewe pulang ke rumah.  Saat itu, hati masih ngerasa banget emosinya. Capek, laper dan nyesek juga. Ternyata gini amat rasanya di PHP-in sama pedagang itu. Oh, God.

Sesampainya di stasiun saat hendak mau pulang ke rumah, pas jam 9 malam aku kembali ngecek ke website toko tadi. Ternyata ada balasan pesan dari pedagang itu yang dikirim pada jam 19.52.

Iya, gak perlu dibayangin lagi gimana keselnya. Ngirim pesan dari 16.39 , dia baru bales 3 jam kemudian. Setan kan. wkwkwk....

Aku buka, dan katanya........ "Blm dapet gojeknya, bsk pagi ya"


"Kan udah gue bilang, gue butuh barangnya sekarang!!!"

Emosiku memuncak lagi. Entah, ya. Menurutku itu adalah sebuah balasan seperti ngerasa gak punya dosa. Hffff.....

Kalau memang daritadi order belum dapet gojeknya, kenapa gak konfirmasi aja? Kalau emang udah niat/mau kirim barangnya, kenapa gak kabari saya?  Ini nih yang membuat emosiku memuncak, Kalau emang gak bisa kirim sekarang, kenapa gak ngabarin aja gitu? Kenapa mesti PHP-in yang akhirnya berujung bener gak jadi kirim. Padahal, berkali-kali udah saya tekankan, SAYA BUTUH BANGET BARANG ITU HARI INI JUGA.

Setelah menerima balasan chat darinya, tentu aja aku menolak untuk dikirim barangnya. Aku udah beli di tempat lain, dan rasanya gak sudi juga nerima barang dari dia. *Astaghfirullah....

Sebuah kesalahan yang menurutku makin fatal adalah, dia sama sekali tidak minta maaf atas kejadian ini. Bahkan sampai postingan ini aku publish.

Kesel? Marah? Emosi? Beuuhh... Pengen maki-maki si pedagang itulah rasanya. 
Aku sama sekali tidak menyalahkan situs belanja onlinenya. Hanya benar-benar kecewa dengan pedagang yang ada di dalamnya. Seenaknya dia mempermainkanku seperti ini. Rasa sakitnya bahkan hampir sama seperti pas ditinggal lagi sayang-sayangnya! 

Aku udah bilang butuh barangnya sekarang, dia pun sudah deal akan mengirim. Setelah pembayaran aku transfer dan minta kepastian dikirim, perlahan dia menghilang bagai tak punya dosa. Setelah MEMBUAT SAYA KECEWA, dia juga tidak ada minta maafnya. Hem.. btw, Bunuh orang boleh gak sih? Hfff.....

Tapi satu yang masih aku syukuri. Aku belanja di situs "terpercaya" yang memberikan jaminan uang akan kembali. Beberapa hari setelah peristiwa itu, uang tersebut masuk ke dalam akunku dan berhasil aku transfer ke rekening bank milikku.

Sekian curhat kali ini yang waktu itu ditulis penuh dengan emosi.
Semoga gak menemukan pedagang model itu lagi.
Amiin....

Share:

Sunday, 18 June 2017

Mudik Gratis Sido Muncul, Kegiatan Mulia yang Harus Tetap Terjaga

Minggu ke 4 ramadan, gak terasa dalam 7 hari kedepan kita sudah memasuki 1 syawal alias Lebaran Idul Fitri. Meskipun masih seminggu lagi, tapi hampir semua orang yang akan mudik sudah mulai sibuk mempersiapkan hari mudiknya. Kamu termasuk juga gak nih? 


Moment lebaran Idul Fitri memang menjadi saat yang dinanti-nanti untuk mudik, terkhusus untuk mereka, seorang perantauan yang menyambung hidup di kota orang. Berpisah dengan keluarga dan sanak saudara adalah hal yang tidak mengenakan. Makanya, berkunjung ke kampung halaman rasannya adalah sebuah keharusan.

Tapi gak bisa dipungkiri kalau gak semua orang atau perantauan itu bisa mudik ke kampung halaman sesuai yang mereka harapkan. Banyak diantara mereka yang terhalang biaya sampai akhirnya harus merasakan lebaran sendiri, jauh tanpa berkumpul dengan keluarga dan sanak saudara.

Emang sih gak bisa dipungkiri kalau saat arus mudik tiba, hampir semua harga tiket dari segala transportasi  naik berkali-kali lipat. Harga yang biasanya standar saja, saat lebaran bisa berubah menjadi mahal, bahkan sangat mahal. Untuk kita yang mempunyai pekerjaan tetap, penghasilan yang cukup, ditambah dengan adanya Tunjangan Hari Raya, kenaikan harga tersebut mungkin tidak menjadi masalah. Tapi bagi mereka yang hidup dengan penghasilan pas-pasan, tentu hal ini menjadi suatu hal yang harus dipikirkan.

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Tbk sangat memahami bagaimana tidak enaknya merasakan lebaran tanpa keluarga dan sanak saudara di kampung halaman. Hingga pada akhirnya, mereka mengadakan kegiatan mulia dengan memberangkatkan para penjual jamu gendong untuk mudik gratis.

Alhamdulillah, Hari Jumat, 16 Juni 2017, aku diberi kesempatan untuk menjadi saksi dalam Jumpa Pers Mudik Gratis Sido Muncul yang dilanjut acara buka puasa bersama di Sentra Jamu Indonesia, kawasan Jakarta Barat.

Bapak Irwan Hidayat, selaku Direktur PT Sido Muncul menyampaikan bahwa keluarga besar Sido Muncul merasa bahwa bisa menyelenggarakan Mudik Gratis selama 28 kali ini adalah sebuah mukjizat.

Siapa sangka, Mudik Gratis Sido Muncul tahun ini ternyata sudah memasuki angka ke-28 kalinya, lho. Tahun ini, Sido Muncul memberangkatkan 15.000 pemudik dengan masing-masing tujuan kota yang berbeda. Sido Muncul menyiapkan ratusan bus untuk berangkat membawa para pemudik ke tujuh kota tujuan sepertKota Cirebon, Kuningan, Tegal, Banjarnegara, Solo, Wonogiri dan Jogjakarta. 

Untuk pemudik yang tinggal di Jakarta, Sido Muncul menyiapkan 160 bus yang berangkat dari area Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah pada hari Sabtu, 17 Juni 2017. Sebelum para pemudik ini berangkat. ada acara pelepasan yang dihadiri Gubernur DKI Jakarta: Bpk. DRS. H. Djarot Saiful Hidayat, M.S, Walikota DKI Jakarta, Direktur dan Sekretaris Jenderal  Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Kepala BPOM, sampai Direktur Utama PT Sido Muncul, Tbk, : Bpk. Jonatha Sofjan Hidayat dan Direkturnya PT Sido Muncul, Tbk, Bpk. Irwan Hidayat.

Gak cuma ada pemudik dari Jakarta aja, Sido Muncul menyiapkan bus yang berangkat dari Bandung, Tangerang, Cilegon, Serang, Cikampek, Bogor dan Cibinong juga.


Sebelumnya, 3 tahun pertama awal Mudik Gratis dilaksanakan, Sido Muncul mengadakan kegiatan ini dengan sederhana tanpa adanya acara pelepasan. Baru setelah itu acara pelepasan dilaksanakan sembari doa bersama untuk keselamatan pemudik sampai di kampung halamannya masing-masing.

Sido Muncul adalah perusahaan yang didirikan pada tahun 1951.
40 tahun kemudian, atau tepatnya pada tahun 1991, barulah kegiatan Mudik Gratis ini dipelopori. Semua berawal dari ide Bpk. Jonatha Sofjan Hidayat yang sekarang merupakan Direktur Utama Pt Sido Muncul. 

Kegiatan Mudik Gratis Sido Muncul pertama kali diikuti 1.200 pegadang jamu dengan 17 bus. Tetapi untuk sekarang, Mudik Gratis Sido Muncul memperluas peserta mudik untuk bisa diikuti juga oleh pegadang asongan dan Pembantu Rumah Tangga. Sejak kegiatan awal sampai sekarang, Sido Muncul telah memberangkatkan kurang lebih 332.400 pemudik yang terdiri dari penjual jamu, pedagang asongan, dan Pembantu Rumah Tangga. Keren banget, ya?

Sudah terbayang kan banyak sekali wajah-wajah bahagia yang bisa mudik  tanpa harus memikirkan biaya? Hal ini tentu aja membuat hati mereka senang, mengurangi beban dan menciptakan senyum kebahagiian saat Hari Raya Fitri :)

Ternyata Sido Muncul memang tidak hanya terfokus pada profit perusahaan saja, tapi juga memerhatikan kebahagiaan para pegadang jamunya. Termasuk juga pedagang asongan dan pembantu rumah tangga yang bisa menikmati kegiatan mudik bareng guyub rukun :)

Rasanya turut berbahagia sekali dengan adanya kegiatan Mudik Gratis ini. Semoga Sido Muncul tetap konsisten dan mau menjaga kegiatan Mulia ini dengan memberangkatkan mereka untuk Mudik Gratis hingga merasakan kebersamaan Idul Fitri bersama keluarga tercinta dan sanak saudaranya.

Share:

Friday, 16 June 2017

7 Tips Mudik Aman dan Selamat Sampai Tujuan dengan Transportasi Udara

Alhamdulillah, tidak terasa ya saat ini kita udah memasuki minggu ke-4 Ramadan. Berbagai suka dan duka puasa pasti udah kita rasakan. Keseruan, kebersamaan dan keceriaan ramadan pun tidak luput dari hari-hari kita. Mulai dari sahur bareng sebelm terbit matahari, sampai buka bersamaa saat matahari tenggelam. Semoga semua merasakan hal yang sama, ya? Amiin!

Di minggu penghujung Ramadan ini, hampir semua orang sibuk menyiapkan perjalanan mudik ke kampung halaman. Moment Idul Fitri memang menjadi saat yang dinanti-nanti untuk bertemu, bekumpul dan merasakaan kebahagiaan bersama keluarga. Terlebih untuk anak perantau yang tinggal di kota orang, yang setiap harinya tidak bisa bersama keluarga dan sanak saudara.

Nah-nah, sebelum perjalanan mudik tiba, ada baiknya kita persiapkan dengan matang, agar mudik bisa aman, dan selamat sampai tujuan. Baiknya juga nih, persiapan mudik udah dilakukan sekitar 90 hari - 30 hari sebelum hari H.

Oke-oke, biar kalian gak penasaran, yuk simak 7 Tips Mudik Aman dan Selamat Sampai Tujuan ala-ala RaNurri.
1. Tentukan Alat Transportasi Yang Tepat
Mudik adalah moment terbaik untuk berkumpul bersama keluarga dan sanak saudara bagi semua orang. Jadi jangan heran kalau saat arus mudik tiba, banyak orang yang berbondong-bondong pergi ke kampung halaman mereka. Dalam kondisi seperti ini, kita wajib memilih alat transportasi yang tepat, agar mudik tetap aman, nyaman dan selamat sampai tujuan. 

Salah satu pilihan yang tepat adalah memilih alat udara yang bisa menghemat waktu agar perjalanan tidak memakan banyak waktu. 

2. Pesan Tiket Pesawat Jauh Hari Sebelum Mudik
Saat arus mudik, kita gak boleh ulur-ulur waktu untuk memesan tiket. Salah-salah, kita bisa kehabisan tiket pesawat dan gagal mudik. Dohh, jangan sampe deh! MAkanya, kita harus memesan tiket jauh hari sebelum hari H mudik. Misalnya 1 bulan sebelum mudik.

Saat ini, tiket pesawat untuk mudik udah tersedia di banyak teman, termasuk bisa dipesan secara online. Jadi kita bisa beli tiket mudik tanpa harus datang ke Bandara. Cukup pesan dari rumah aja bisa tuh! Tapi sebelum membeli, pastikan juga tiket yang mau kita pesan sudah sesuai dengan tujuan dan waktu yang kita tentukan untuk mudik. 

3. Siapkan Barang Bawaan Sesuai yang Dibutuhkan
Untuk menghemat bawaan saat mudik, kita cukup membawa barang bawaan sesuai yang dibutuhkan aja. Misalnya kita mudik 3 hari, nah, cukup bawa 3 potong celana, baju, dan pakaian dalam saja. Dan 1 jaket untuk melindungi tubuh dari dingin. Jangan membawa barang atau pakaian yang tidak penting hanya karena pakaian itu bagus-bagus. Hihihi

4. Bawa Obat-obatan
Seperti sedia Payung Sebelum Hujan. Kita pun harus menyiapkan obat-obatan sebelum sakit. Setiap orang memang tidak pernah menginginkan sakit, tapi kita tidak pernah tau kapan sakit itu menyerang tubuh kita. Nah-nah dalam perjalanan mudik ini, kita harus siap sedia membawa obat-obatan yang sekiranya di butuhkan.

Biasanya sih, gejala-gejala yang sering timbul ketika mudik ialah pusing, diare, mual, masuk angin, atau batuk pilek. Nah, kita harus menyiapan obat-obat untuk gelaja tersebut. Sedia juga penghangat atau minyak angin untuk teman diperjalanan. Biasanya minyak angin ini sangat dibutuhkan dan sering digunakan sebagai penghangat badan dari AC pesawat, atau angin saat diperjalanan setelah naik pesawat.

5. Siapkan oleh-oleh untuk keluarga di kampung halaman
Agar kumpul keluarga saat mudik semakin erat, ada baiknya kita membawa oleh-oleh dari kota dimana kita tinggal / merantau. Sama halnya seperti kita yang sering dibawain oleh-oleh saat setelah mudik. 

Oleh-oleh apa yang bisa kita bawa? Hem....
Gak cuma makanan dan minuman aja yang bisa dijadikan oleh-oleh. Barang-barang seperti hiasan, baju, tas, atau aksesoris lainnya bisa lho kita jadikan untuk oleh-oleh. 

6. Gunakan Koper dan siapkan kunci gembok
Untuk membawa semua barang bawaan tersebut, baiknya kita simpan rapi di tas koper yang bisa di tarik dan mudah dibawa kemana-mana. Hal ini jadi memudahkan kita saat mudik dan gak perlu kerepotan meskipun barang bawaannya banyak. Tinggal tarik aja tas kopernya, semua jadi beres, walaupun kita mudik sendirian.



Jangan lupa, koper yang kita bawa dikunci dengan gembok agar tidak bisa dibuka oleh orang lain. Hal ini melindungi kita dari kejahatan orang agar tidak ada yang bisa memasukkan barang-barang terlarang dalam koper kita.

7. Beri Tanda untuk Membedakan Tas Koper Kita dengan yang lain
Untuk menghindari tas koper yang tertukar dengan milik orang lain, ada baiknya kita memberi tanda khusus yang membedakan tas kita dengan milik orang. Misalnya diberi gantungan nama, gambar atau semacamnya. Tapi, tanda ini pun harus melekat erat permanen pada tas koper, dan pastikan tidak bisa dilepas atau terlepas.

Nah, kiranya cukup itu aja 7 Tips sebelum berangkat mudik. Tapi gak hanya punya itu aja, aku mau kasih 7 tips ketika hendak berangkat mudik.



1. H- 1 hari mudik, pasti semua barang bawaan mudik sudah lengkap dan tidak ada yang tertinggal.
2.H-1 hari mudik, jangan terlalu banyak aktivitas. Tidurlah lebih awal agar keesokannya harinya tidak kelehanan dan bisa bangun lebih awal. Pikirkanjuga estimasi waktu dari rumah menuju bandara.
3. Ketika hari H, pastikan tiket sudah tersimpan rapi di tas dan siap untuk ditunjukan pada petugas bandara. Teliti kembali di mana lokasi bandara, terminal dan waktu keberangkatan.
4. Ketika hari H, usahakan sampai di bandara 1-2 jam sebelum keberangkatan, atau cek in.
5. Ketika sudah berada di dalam pesawat, simpan barang bawaan pada tempat yang sudah disediakan.
6. Duduk yang manis, perhatikan aba-aba dari pramugari. Kemudian berhentilah menggunakan HP dan segera matikan gadget tersebut. 
7. Selama berada di atas awan, tetap tenang, berdoa, perhatikan keadaan sekitar dan jaga keselamatan sampai pesawat kembali mendarat.

Agar mudik aman, nyaman dan selamat sampai tujuan harus di mulai dari kita seperti yang diajarkan dari komunitas #SobatAviasi yang dibentuk oleh Direktorat Jendral Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan

Sebelum hari H mudik tiba, yuk persiapkan segalanya dengan matang agar mudik bisa aman, nyaman dan selamat sampai tujuan dengan transportasi udara atau pesawat :)
Share:

Tuesday, 13 June 2017

Selalu Ada Cerita Bersama Pocky Biskuit Stik

Selalu Ada Cerita Bersama Pocky Biskuit Stik - Ramadan, bulan suci yang penuh berkah dan ampunan ini selalu punya kenangan dan cerita yang seru. Yang paling khas dari ramadan salah satunya adalah adanya acara Bukber atau Buka Bersama. Biasanya nih, buka bersama ini meliputi keluarga, teman, sahabat, teman komunitas, sampai teman lama yang udah bertahun-tahun tidak pernah bertemu.


Eh iya, udah berapa acara bukber nih yang kamu datangi, nih?

Kalau aku..........
Beberapa hari sebelum Ramadan, aku sempat mendapat undangan Bukber dari salah satu perusahaan. Tapi, berhubung hari itu adalah hari pertama ramadan, aku terpaksa menolaknya dan memilih untuk buka bersama di rumah aja bersama keluarga. Kamu gitu juga gak? Hihihi......

Kalau ditanya udah berapa acara bukber yang didatangi, kayaknya baru satu aja deh. Itu pun cuma bertiga, sama temen SMK, sisanya, buka puasa di rumah, di kantor, atau di jalan. Sisanya, cuma ada bukber antimainstream. :D 

Jujur sih, sebenernya aku bukan tipikal orang yang males buka bersama di luar. Karena buatku, buka bersama di luar itu menyusahkan. Mall atau Food court di mana-mana penuh. Pun dengan masjid dan mushollah. Tempat ini menjadi tujuan barang orang saat bulan suci Ramadan. Gak jarang, saat ikut acara buka puasa, sholat magrib malah kelewat gara-gara keasyikan ngobrol atau tempat sholatnya penuh banget. Iya, aku pernah gitu.

Aku tipikal yang males buka bersama di luar kan, tapi suatu hari, aku pernah terjebak.
Jadi ceritanya di hari kelima puasa, kakak mengajakku pergi ke sebuah Mall, dia bilang sih sekalian buka puasa di sana. Aku agak ragu buat ikutan, karena males, pasti di sana penuh banget. Tapi gak bisa nolak, akhirnya aku tetap ikut dia.

Sampai di Mall sekitar jam 4, kami langsung menuju restoran makan yang menjadi tujuan kami untuk berbuka puasa. Maksud hati mau reserve tempat biar kami bisa bebas jalan-jalan dulu dan datang kembali saat hendek berbuka, tapi ternyata gak bisa. Restoran ini gak menerima pelayanan itu. Akhirnya, kami jalan-jalan dulu dan menunggu jam 5.

Udah jam 5 kami kembali, tapi ternyata semua meja sudah penuh. Hffff..... Bener kan yang aku bilang? Dimana-mana penuh! AKhirnya, kami harus mendaftar sebagai waiting list. Setelah tunggu menunggu, ternyata sampai 10 menit menjelang magrib kami belum mendapatkan meja, akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke Masjid dan magrib di sana. 

Usai sholat magrib selesai, kami langsung ke luar masjid karena kondisi masjid yang sangat ramai antrian orang-orang yang mau sholat magrib.

Nasib buka puasa di luar rumah, kami harus menerima kenyataan buka puasa dengan duduk lesehan di dekat ATM sambil minum air putih doang. Alhamdulillahnya, aku bawa sebungkus Pocky biskuit stik. Akhirnya, perut kami tertolong dengan nyemilin snack biskuit stik Pocky rasa teh hijau. Kalau gak percaya, cek aja tuh Instagram aku di @RaNurri , kalau perlu sekalian di follow, ya. Mention aja biar langsung aku follow balik. *eh jadi promosi kan. Huahahah


Ngomongin soal post Instagram yang di upload itu, aku jadi ingat bahwa ada salah satu teman yang berkomentar menanyakan  label halal pada snack Pocky ini. "Pocky sekarang udah ada logo halalnya, Nuy?", katanya.

Pocky, snack biskuit stik yang dibalut krim warna warni dengan varian rasa berbagai varian rasa, seperti Pocky Chocolate, Pocky Strawberry, Pocky Matcha, Pocky Double Chocolate, Pocky Vanilla Cocoa, dan Pocky Choco Banana, merupakan persembahan dari PT. Glico Indonesia ini memang berasal dari Jepang, alias bukan produk dari dalam negeri Indonesia. "Pocky Share Happiness" juga merupakan produk terlaris di Asia yang udah terjual lebih dari 500 juta pack per tahun. Ya gimana mereka gak suka, kalau abis makan Pocky ini, Rileksnya tuh sampai ke hati, lho. Pokoknya mah emang #Pockyinmypocket dan Shareable banget deh. Hihihi

Nah-nah, buat kamu yang suka dan sering beli snack ini, kamu pasti tau bahwa dalam kemasan Pocky memang belum ada label halalnya. Tapi, perlu kalian tau nih, Pocky ini sudah halal sejak pertama masuk Indonesia, yaitu pada tahun 2014 dengan sertifikat halal dari CICOT Thailand.  Namun, untuk adanya label halal dari MUI prosesnya agak sulit karena pabrik Pocky tidak berada di Indonesia. Makanya, Pocky beredar tanpa adanya label halal dari MUI. 

Tapi, perlu kalian ketahui juga bahwa Pocky sudah mengupayakan terbitnya label MUI di kemasan snack Pocky. Pertengahan tahun 2017 ini, PT. Glico Indonesia sedang mengupayakan menempatkan label halal pada semua kemasan Pocky dan "teman-temannya" seperti Pocky, Pejoy dan PRETZ agar masyarakat lebih tenang dan percaya tentang kehalalannya.  Untuk beberapa produk, sekarang mulai dilengkapi label halal, namun belum semua produk berlabel. So' ditunggu aja ya, Gaes!

Di bulan Ramadan ini, Pocky  memberikan cerita yang gak biasa. Ada lagi cerita pas di rumah sakit beberapa hari lalu.

Jadi, sudah 5 hari ini Ibuku menjalani rawat inap di salah satu Rumah Sakit Jantung di Jakarta Barat. Setiap sore, saat jam besuk yang berbarengan dengan Magrib, anak-anak Ibu selalu datang menjenguk, termasuk aku. Iya, ini adalah cara terbaik untuk membantu pemulihan kesehatan orang yang sedang sakit, lho. Apalagi jika orangtua kita sendiri.

Nah, hari itu, aku sengaja membawa Pocky untuk tambahan cemilan pas berbuka di rumah sakit. Karena selain rasanya yang enak dan Pocky Halal, Pocky juga termasuk Pocketable yang mudah di pegang atau  dibawa kemana-mana. Makanya, aku memilih dia sebagai cemilan pas berbuka.

Ternyata oh ternyata, Pocky menjadi rebutan antara aku, dan kakak-kakak. Mereka pada suka Pocky, lho! Salah satu kakakku juga bilang kalau anaknya sering sekali membeli snack ini, biasanya Pocky Strawberry, katanya.

Alhamdulillah, semakin hari, kondisi Ibu semakin membaik. Terima kasih atas doanya, Teman-teman! Seperti hari sebelumnya, sore pas jam besuk, anak-anaknya datang untuk menjenguk. Ibu senang, semoga hal ini semakin bisa membangkitkan kondisinya untuk semakin sehat. Apalagi tadi pas abis magrib, Ibu senyum-senyum setengah tawa melihat anak-anaknya ini rebutan cemilan biskuit stik Pocky. Ya, macem anak-anak kecil gitulah, padahal usia udah pada kepala 3. Huahhaaha.. Sebuah momen yang jarang terjadi, karena kami sudah tidak tinggal serumah lagi. Berebutan takut kehabisan, karena ternyata si kakak-kakak ini suka juga sama Pocky. Anaknya juga sering beli malah. Ohiya. Pas udah dapet biskuit stiknya masing-masing, mereka baru anteng begini 😂 #ramadan #pockyinmypocket @pockyindonesia #bukber #PockySnackTanpaRemah #bukapuasa #PockyBiskuitStik #Pocketable #PockyHalal #ShareHappiness #Shareable #nocrumbs
A post shared by Nurliana Syaf (@ranurri) on

Di tengah keseruan kami berebutan biskuit stik yang dibalut cokelat ini, tiba-tiba Ibu mengingatkan untuk makan biskuit itu dengan hati-hati. "Awas berantakan. Nanti kena kasur, jadi kotor", kata Ibu.

Ehiya, Ibu belum tau kalau biskuit stik ini diciptakan dengan tanpa remahan atau no crumbs. Alias, pas di makan gak berantakan, gak ada hancuran biskut yang akan terjatuh. Pun dengan cokelat yang menempel pada biskutnya, gak bikin tangan kita menjadi kotor, karena bentuk khas Pocky dibagian bawah diciptakan tanpa balutan cokelat, alias hanya biskuitnya aja. Jadi, pas kita pegang, tidak ada krim cokelat yang anak menempel di tangan kita. Keren, kan?

Kamu tau kan, Pocky punya banyak rasa. Semua varian rasa Pocky biskuit stik udah aku coba.  Nah, dari semua rasa yang tersedia, aku paling suka Pocky Matcha,  Pocky Strawberry,  dan Pocky Vanilla Cocoa. Yang paling-paling suka banget itu rasa Matcha tuh. Buat aku, rasa teh hijaunya berasaaaaaaaaaa banget. Coba deh kalau gak percaya! Wkwkwk


Aku juga baru tau kalau ternyata PT. Glico Indonesia ini menjadi perusahaan confectionery pertama di Indonesia yang mengeluarkan biskuit dengan varian rasa otentik Matcha Jepang, dan produk ini memiliki pertumbahan tertinggi di kategori stiek market di Indonesia. 

PT. Glico Indonesia terus berkembang dan mengeluarkan 10 produk yang bisa kita nikmati seperti Pocky Chocolate, Pocky Strawberry, Pocky Matcha, Pocky Double Choco, Pocky Banana, Pocky Vanilla Cocoa, PRETZ Corn, PRETZ Thai Hot Chili, PRETZ Pizza, Pejoy Chocolate dan yang terbaru adalah Pejoy Matcha.

Ada kebahagiaan tersendiri ketika menikmati Pocky biskuit stik pas buka puasa. Apalagi dinikmatinya bersama teman dan keluarga. Enak, mudah dibawa-bawa, tanpa remah, dan ada banyak rasanya. Bulan Ramadan ini, penting banget sedia Pocky di tasku. Biar pas magrib di jalan bisa menikmati Pocky untuk sekedar "ganjal perut".
Kalau kamu suka Pocky juga gak? 
Share:

Sunday, 21 May 2017

Serunya Berwisata ke Cirebon Bersama Big Bird

Serunya Berwisata ke Cirebon Bersama Big Bird - Cirebon, salah satu kota yang sudah lama sekali ingin aku jamah ini akhirnya benar-benar bisa aku datangi beberapa waktu lalu. Tepatnya hari Sabtu, 22 April 2017. Kunjunganku ke Cirebon juga gak sendirian, yaitu bersama teman-teman Blogger dan Big Bird dari Jakarta.



Menikmati Perjalanan Meski Disambut Kemacetan. Jakarta saat weekday, macet dengan para pekerja menuju kantornya. Jakarta saat weekend, macet dengan orang-orang kondangan dan yang mau pada liburan. Intinya, Jakarta emang macet kapan aja. Huahahah.  Perjalanan kami ke Cirebon disambut dengan kemacetan, mulai dari lokasi meeting point, sampai sudah masuk dalam tol. Ini nih yang kadang bikin aku males jalan-jalan ke luar kota. Huhu....

Tapi kali ini beda.  Meskipun perjalanan Jakarta - Cirebon kali ini saat long weekend, entah kenapa aku tetap menikmati setiap kilometer yang di lalui. Mungkin karena emang kursi bus Big Bird ini kelewat nyaman kali, ya? Juga AC-nya yang dingin membuatku gak panas dan gersang seperti keadaan di luar sana. Jadi, perjalanan tetap terasa asyik dan menyenangkan, meskipun di balik jendela terlihat mobil sedang "parkir bebas" di sepanjang jalan.

Dalam perjalanan, aku melihat banyak sekali kendaraan mobil biru bertuliskan Blue Bird Group. Ah, iya. Blue bird ini kan emang bener-bener terkenal, ya. Jadi gak heran kalau dia jadi transportasi kepercayaan banyak orang. Apalagi Blue Bird Grup juga sudah berdiri sejak tahun 1965. Sampai sekarang pun, tahun 2017, Blue Bird semakin fokus untuk membalas kepercayaan masyarakat dengan memberikan pelayanan-pelayanan yang terpercaya dan terbaik untuk para penggunanya.

Melamun soal Blue Bird Group yang makin terpercaya, aku akhirnya, beberapa KM di  Tol Jakarta - Cikampek, kami benar-benar merasakan nikmatnya jalan tol. (Read: Lancar tanpa macet)

Dimulai dengan kulineran

Kunjungan kami ke Cirebon dimulai dengan kulineran atau makan siang di Nasi Jamblang Ibu Nur. Jujur sih, aku baru pertama kali dengar nama tempat ini. Tapi, dari yang kulihat, ternyata tempat ini sangat diminati pengunjung dari dalam maupun luar daerah.



Gak hanya kami penganjung dari Jakarta, ada barisan mobil berjejer panjang dengan plat B yang terparkir manis dilahan parkir Nasi Jamblang Ibu Nur. Bahkan bukan hanya mobil pribadi yang ada di sana, tapi bus-bus pariwisata yang membawa rombongan gak mau kalah juga. Gak usah dibayangin deh ramenya kayak apa. Wkwkwk




Kalau menurutku, rumah makan ini juga cukup unik. Dengan konsep yang sederhana, kita yang mau makan bisa bebas memilih makanan apa yang kita inginkan. Piring yang dibalut daun, diberikan nasi dan sambal oleh pelayannya, setelah itu, kita tinggal pilih mau makan apa. Tapi jangan lupa, budayakan antre, yak! Dan sabar, emang antriannya cukup panjang bah ngantre sembako, tapi di sini ada 2 barisan yang bisa kita pilih, lalu di ujungnya, ada Mbak Kasir yang akan menghitung biaya makanan yang harus kita bayar. Untuk harga, aku rasa masih batas wajarnya, tuh.



Karena aku gak terlalu suka kulineran dan gak suka makanan pedes juga, aku cuma ngambil makanan ini. Nasi putih, telur goreng, telur puyuh, pekedel dan pepeas ayam. Nah, pepes ayam yang aku pilih ini ternyata pedes.Tapi karena pas nyobain rasanya enak banget, tetap aku makan pelan-pelan walau akhirnya bener-bener kepedesan. MUehehe........



Ohiya, Gengs... Sebelum makan di Nasi Jamblang Ibu Nur, aku terfokus sama gambar di atas ini nih. Iyaps, MANISAN MANGGA. Maklumlah, wanita yang satu ini emang suka nganu kalau liat manisan-manisan. Harga jualnya cukup murah, 3 pcs cuma Rp. 20.000 aja. Pas dimakan, rasanya wah banget gitu. Potongan-potongan mangga ini empuk bah mangga aslinya. Cuma emang ditambah gula sebagai pemanisnya. Yang namanya manisan udah pasti rasanya manis. Tapi kalau menurutku, takarannya masih manis biasa tanpa campuran pemanis yang kebangetan, alias gak "nyeleket" manisnya. Bapak ini menjajakan manisannya dekat lahan parkir bus Big Bird kami.

Kalau makan siang tadi di Nasi Jamblang Ibu Nur, makan sore kami menikmati Empal Gentong H. Apud Cirebon





Apa sih Eppal Gentong? Jujur sih, aku juga sebelumnya gak tau. Ya kan dibilang, aku gak hobi kulineran. Wkwkw..... Tapi, setelah disajikan empal gentong ini, aku baru tau kalau ini adalah soto daging. Maksud dari empal gentong itu adalah soto yang dimasak di gentong besar.

Rasanya gimana? 




Tempat ini juga lumayan lumayan rame pengunjung. Tapi bersyukur, tempatnya cukup, atau bahkan sangat luas. Tempatnya juga selayaknya rumah makan yang seperti restoran. Ada kursi, meja dan ada buat rombongan juga. Jadi kita bisa makan bareng-bareng dalam 1 barisan meja.

Gak hanya kulineran, kami juga berkunjung ke tempat hits di Cirebon

Meluncur ke Keraton Kasepuhan Cirebon
Setelah makan siang di Nasi Jamblang Ibu Nur, Keraton Kasepuhan Cirebon menjadi lokasi kunjungan kami selanjutnya. Ini nih yang tempat selama ini aku incar. Sejarah islam tersimpan di tempat ini.



Keraton Kasepuhan Cirebon merupakan "rumah" atau istana para kasepuhan Cirebon yang berkerajaan Islam. Konon katanya, tempat ini masih sangat terjaga keasliannya. Hanya saja ada beberapa bangunan baru atau hasil perbaikan karena keasliannya sudah tidak bisa "diselamatkan" lagi.




Di Keraton Kasepuhan Cirebon, kami mengunjungi banyak lokasi tempat-tempat yang dulunya menjadi kehidupan sultan-sultan beserta keluarganya. Salah satunya adalah sebuah pendopo yang dulunya digunakan untuk menjadi tempat duduk sultan dan keluarga dalam upacara dan berbagai kegiatan kerajaan. 

Bangunan di pendopo ini masih asli dan terjaga.  Kayu-kayu jati dengan ukiran cantik ini masih terjaga keasliannya sejak jalam Kesultanan Cirebon. Kecuali lantainya, ya. 

Untuk menjaga bangunan pendopo dengan kayu jati ini, setiap malam jumat, selalu di adakan pembakaran menyan yang asapnya diarahkan pada atap-atap pendopo. Konon katanya, ini bisa menjaga kayu tetap kuat dan tidak rapuh atau tidak di makan rayap. 









Di pendopo ini, kita akan dibimbing oleh pemandu lokal untuk menjelaskan nama-nama tempat sekaligus sejarah yang ada di Keraton ini. Sang pemandu juga menjelaskan dengan sangat detail, jadi kita bisa tau banyak tentang, Gaes!



Dalam keraton ini, ada banyak titik lokasi yang harus kita kunjungi, misalnya saja Museum lukisan koleksi kerajaan. Di museum ini menyajikan banyak lukisan-lukisan yang sangat cantik. Ada pula lukisan kaca yang sungguh memesona. Lukisan-lukisan ini tidak hanya menjadi pajangan, tapi bisa kita beli juga karena memang di jual.

Ada pula museum kereta Barong. Kereta ini digunakan hanya saat acara-acara besar kejaraan. Saat kereta ini berjalan, sayap-sayap itu akan menggepak seperti sayap burung dan sedang terbang




Selain itu juga, ada Museum Benda Kuno yang menyimpan barang-barang saat masa kerajaan Ada alat musik, alat makan, senjata-senjata dan barang-barang lainnya.








Tempat terakhir yang menjadi kunjungan kami di sini adalah Sumur Agung. Di sini, airnya sangat jernih dan airnya tetap penuh sejak dulu sampai sekarang. Konon katanya, dengan cuci muka atau mandi dengan air ini, kita bisa didekatkan dengan jodoh dan terhindar dari ilmu teluk.


Gak mau lewatin kesempatan ini, aku langsung cus ke lokasi buat cuci muka. Airnya emang seger banget, Gaes!










Keraton ini sangat direkomendasikan untuk lebih mengenal sejarah islam. Namun, ada yang aku sayangkan di sini, karena banyak sekali "pungutan liar". Padahal, usia mereka masih sehat dan segar bugar. Seharusnya mereka bisa mencari nafkah dengan bekerja.

Waktu sudah semakin sore

Setelah menelusuri Keraton Kasepuhan, kami makan sore di Empal Gentong Hj. Apud tadi. Ceritanya ada di bagian atas, ya. Setelah itu, kita lanjut beli oleh-oleh makanan khas Cirebon dan ke kawasan Batik Trusmi.


Batik Trusmi
Batik Trusmi merupakan kawasan berbelanja batik khas Cirebon. Di sini, berbagai model batik tersedia dengan harga yang bervariasi juga. Dari yang murah sampai yang jutaan, semuanya ada.





Batik Trusmi ini sangat terkenal di Cirebon, lho. koleksinya juga sangat lengkap. Gak hanya baju, celana, atau rok batik, tapi ada juga tas, dompet, sarung, sajadah dan beberapa barang lain dengan batik.





Datang ke sini, bisa bikin khilaf kalau gak jaga diri. Karena barang-barangnya emang bagus dan terjangkau. Bikin kita mau ini, mau itu, dan mau semuanya. HUahahha........

Puas berbelanja, kita langsung OTW kembali ke Jakarta karena waktu juga sudah semakin malam.
Sebelum on the way, Pak Supir juga mengingatkan untuk memerhatikan barang bawaan dan teman-teman sekitar agar gak ketinggalan. Perhatian sekali ya, Pak Supir ini. Hehhehe



Perjalanan singkat bersama teman-teman dengan bus big bird ini memang menyenangkan sekali. Aku menikmati setiap km yang kami lalui. Gak heran sih, ya, karena blue bird group ini kan nomor 1 di hati banyak orang. Terpercaya pula.

Jakarta - Cirebon - Jakarta kami nikmati dengan suka cita. Bahkan sampai kembali ke rumah, pukul 12 malam. Gak terasa banget tuh, tau-tau udah di Jakarta lagi. HUhuhu....

Akhir kata, semoga bisa mendapat kesempatan jalan-jalan bersama teman-teman dengan bus Big Bird yang nyaman ini. 



Share:
Scroll To Top