Jakarta nurri@nurlianasyaf.com 085695293813 @ranurri

Hanya Sebuah Diary ......

Senin, 26 September 2016

Pilihan Tepat untuk Sehat

Pilihan Tepat untuk Sehat - Sedih memang ketika menghadapi kenyataan harus berbaring di rumah sakit selama beberapa hari. Terlebih harus merasakan sakitnya ditusuk selang infus dan obat yang semuanya dimasukkan ke tubuh lewat suntikan juga. Ngebayanginnya aja udah berasa tuh, gimana kalau kamu ngerasain beneran? Duh, jangan sampai deh. Ayo jaga kesehatan!

Tapi gak bisa dipungkiri kalau memang itu yang terjadi padaku beberapa waktu lalu, tepatnya  hari jumat, tanggal 26 sampai 30 Agustus 2016. Malam itu, aku terpaksa masuk UGD karena sakit yang kurasakan tak kunjung mereda, hingga akhirnya aku harus rawat inap di RSUD Pasar Minggu. Tapi syukur alhamdulillah, saat itu, hasil lab tes darahku masih baik-baik saja.

Menurut diagnosa dokter, aku menderita penyakit "Sindroma Dispepsia" yang merupakan kondisi medis dimana aku merasakan nyeri, perasaan tidak enak pada perut bagian atas yang menetap atau berulang disertai dengan gejala lainnya seperti rasa penuh saat makan, cepat kenyang, kembung, bersendawa, nafsu makan menurun, mual, muntah, dan dada terasa panas. Efek dari itu semua, tentunya aja badanku cepat merasa lemas. Umumnya, dispepsia ini sering dibilang penyakit maag. 

Jujur sih, aku ngerasa bingung kenapa sakitku bisa kambuh begini. Padahal, aku sudah melaksanakan pesan dokter untuk makan setiap 2 jam sekali. Bahkan, gak sampai nunggu 2 jam aku udah makan atau ngemil mulu. Berbagai makanan yang dipantang, seperti pedas dan asam, serta gak konsumsi kopi juga udah aku turutin. Tapi gitu, kenapa bisa kambuh gini, Bang? Pasti memang ada yang salah, Dek!

Memang sih, kalau kata dokter, umumnya, sakit ini kambuh karena disebabkan oleh telat makan, konsumsi  asam, pedas, dan kopi serta pola pikir yang telalu berat atau stres. Jika makan sudah teratur dan tidak mengkonsumsi yang dilarang, berarti kemungkinan besar penyebabnya adalah stres. Hemsss....... *kemudian bertanya-tanya stres mikirin apaan*

Akibat Sakit
Ada sebab, pasti ada akibat. Sebab karena sakit, aktivitas pun jadi terganggu total. Kalau sudah sakit begini, banyak hal yang harus aku korbankan. Yang paling utama banget adalah pekerjaan. Iya, aku harus absen dari kantor selama seminggu lebih. Belum izin lagi buat cek up ke dokternya.

Yang paling menyedihkan banget, recana perjalananku ke Jogya bersama seorang teman juga harus dibatalkan karena kondisi yang sangat tidak mendukung. Trus juga jalan-jalan yang niatnya mau piknik ke Kebun Raya Bogor juga harus gak jadi. Acara kumpul bareng teman-teman blog juga harus dibatalkan. Selain itu ada juga event belajar fotografi yang gagal aku datangi. Padahal aku udah menunggu lama untuk datang ke acara tersebut.
Duh, banyak banget deh hal-hal yang gak bisa aku lakukan. Tapi mau gimana lagi, yaaa... Bagaimana pun juga harus tetap tegar dalam keadaan ini.

Sehat... Sehat... Sehat....Berusaha Untuk Sehat!  Aku harus segera sehat!
Hanya itu yang ada dalam pikiranku di saat-saat begini. Semua dimulai dari rileks dan gak mikirin macem-macem apalagi mikirin mantan. Bagaimanapun juga, aku harus berusaha untuk sehat. Meninggalkan pola hidup yang buruk dan mengubahnya menjadi lebih baik. Yang paling aku fokusin banget sekarang adalah Memperbaiki dan menjaga pola makan, Olahraga, Istirahat yang cukup, juga mengurangi beban pikiran.

Masa Pemulihan
Bahagia itu sederhana. Seperti ketika dokter mengizinkan pulang ke rumah. Itu artinya, tangan gak akan nyambung selang infusan lagi. Gak ada juga obat-obat yang masuk lewat suntikan itu.

Tapi, dibolehkan pulang ke rumah oleh dokter di rumah sakit bukan berarti keadaan atau kondisi tubuh udah sehat total. Enggak, lho. Benaran. Pasca opname di RS, aku masih merasa tubuh cepat lemas dan capek. Aku pun tersadar, sebelum tubuh kembali sehat, aku harus melewati masa pemulihan atau penyembuhan dulu. Masa transit dari sakit ke sehat. Bisa dibilang gitu deh. Hehehe

Masa penyembuhan ini adalah masa yang penting untuk kita memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Salah-salah, kita malah bisa sakit lagi kalau gagal melewati masa pemulihan. Dalam masa pemulihan ini, tentu aja aku harus merencanakan strategi yang tepat agar kesehatan bisa kembali kepelukan.

Cara yang Tepat untuk Sehat
Kesehatan bisa kita peroleh dengan banyak cara. Ada yang halal dan ada yang haram juga. Kalau aku pribadi, cara yang tepat untuk sehat itu ya yang alam-alami dan halal aja. Mau tau apa aja? Yuk, simak!

1. Memperbaiki dan menjaga pola makan yang sehat.
Tetap mengikuti nasihat dokter yang bilang aku harus banyak makan. Setidaknya sedikit tapi sering. Makanan yang harus dimakan juga harus yang 4 sehat 5 Sempurna. Maknan pokok seperti nasi, daging, sayur, buah dan susu. Sekarang mulai sadar kalau buah penting banget dikonsumsi setiap hari. Minimal sepotong buah pepaya gitu.

2. Olahraga
Taman Situ Lembang-Jakarta
Merasakan indahnya taman Suropati dan Situ Lembang adalah favoritku. Di sini, kita bisa berolahraga dengan bebas, seperti berolahraga bareng hewan kesayangan. Olahraganya juga cukup beragam. Ada yang lari mutarin taman, lari di tempat, berjalan-jalan, dan senam. Kalau buat aku sih yang enak itu lari memutari taman. Tempat ini ramai didatangi untuk olahraga. Ketika weekend maupun weekday. Kalau gak bisa datang ke sini, aku biasa muterin daerah rumah aja.

3. Istirahat yang cukup
Jujur sih, aku tipe yang lebih suka "udah lanjut aja" alias gak mikirin capek. Selama masih bisa, pasti masih dihajar terus. Kalau udah capek, baru berasa banget lemesnya. Tapi sekarang mau berubah menjadi lebih baik. Gak mau maksain badan meskipun belum capek banget. Karena tubuh harus istirahat sebelum terasa lemas.. Semacam kita harus berhenti makan sebelum kenyang gitu. Heheh

4. Mengurangi beban pikiran
Siapapun pasti gak mau stres atau mempunyai beban pikiran. Tapi gak bisa dipungkiri kalau beban itu sering datang dengan sendirinya. Ehiya gak sih? Ehsalah deh. Yang bener itu kita yang telah mengundang beban itu masuk ke dalam pikiran. Makanya, mulai sekarang mau rileks seperti tanpa beban. Meskipun dompet kosong, jangan dipikirin. Percayalah, Allah selalu bersama kita

5. Minum Multivitamin
Pola makan sehat udah, olahraga udah, ngilangin stres udah. Biar kesehatan makin lengkap, aku gak ketinggalan mengkonsumsi multivitamin. Sebelumnya, kupikir obat dari dokter sudah cukup menyembuhkan. Tapi ternyata, setelah obat habis, lemesnya masih suka muncul seperti daya tahan tubuh yang belum stabil. Kemudian sadar kalau tubuh itu butuh asupan vitamin yang cukup juga. Pun dengan dokterku juga menyarankan demikian.

Untuk multivitamin, aku menaruh harapan pada Theragran-M Multivitamin dan mineral.


Kenapa Theragran-M?
Awalnya bener-bener gak sengaja. Aku memang sedang berusaha untuk sehat. Berbagai cara dilakukan termasuk memilih multivitamin yang tepat untuk tubuh. Nah, kebetulan aku melihat website seorang teman yang menuliskan tentang Theragran-M yang memang kegunaan utamanya itu membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral pada masa penyembuhan setelah sakit. Tanpa mikir panjang lebar, aku langsung ingin mencobanya.

Komposisi atau kandungan yang ada di tablet Theragran-M juga sangat lengkap. Cek di table, yaa..
Dan yang paling aku suka, tabletnya terasa manis karena dibalut dengan gula. Jarang-jarang lho, ada obat yang gak pahit. Hahha

Untuk penggunaannya, aku mengikuti takaran yang sesuai dipetunjuknya, yaitu 1 tablet 1 hari.

Ohiya, Guys, sebelum kita mengkonsumsi obat atau vitaman, kita harus teliti, bahkan sebelum membeli obat tersebut. Kalau malah acuh, bukannya sehat, kita malah bisa tambah sakit lho. Nah, apa aja sih yang harus diperhatikan? Yuk, simak!

1. Lihat Komposisinya
Sebelum aku mengkonsumsi Theragran - M ini, aku terlebih dahulu liat komposisinya. Jika dalam komposisi tersebut mengandung bahan yang tidak baik atau tidak cocok dalam tubuhmu, aku lebih memilih untuk tidak membeli/mengkonsumsinya.

Aku pernah mengkonsumsi sebuah vitamin + penambah darah. Namun dalam komposisinya mengandung campuran kopi moka yang tentu aja gak baik untuk tubuhku. Rasanya emang enak, bahkan aku suka banget. Iyalah, soalnnya aku memang suka kopi. Tapi rasa enak di lidah belum tentu enak di dalam tubuh. Setelah mengetahui ada kandungan kopi, aku pun menghentikan penggunaan.

2. Lihat Kemasan dan Label Halal
Yang halal itu baik, tapi yang baik itu belum tentu halal. Memang gak semua obat-obatan sudah ada label halalnya, tapi ada beberapa kok obat yang berlabel halal. Nah, sebisa mungkin konsumsilah sesuatu yang sudah berlabel halal. Karena dengan label halal, berarti komposisi yang terkandung itu jelas dan baik untuk tubuh.


Kalau di Theragran - M ini sudah ada label halalnya. Dibungkusnya juga tertera barcode, lho. Dibungkus dengan 2 lapisan. Kalau pas kamu beli "penampilannya gak begini, mending gak usah kamu beli, ya. So' kita harus cermat dalam memilih, ya!

3. Perhatikan Tanggal Kadaluarsa 
Sekarang ini lagi hangat-hangatnya beredar obat kadaluarsa. Duuhhhhh.....


Melihat tanggal kadaluarsa emang wajib banget. tanggal pernikahan juga.
Adakalanya si penjual lupa dengan waktu kadaluarsa obat yang dia jual. Tapi ada juga yang memang sengaja menjualnya, biar gak rugi. Nah, makanya kita harus hati-hati. Sebisa mungkin jangan membeli obat disembarangan tempat. Belilah di apotek-apotek besar atau ternama. Insha Allah lebih aman tuh.

Setelah beberapa hari mengkonsumsi  Theragran -M, alhamdulillah, tubuhku makin terasa sehat. Aku juga sudah mulai melakukan aktivitas seperti biasanya. Mulai dari semangat kerja sampai main-main dengan teman.

Nah, buat kamu yang abis sakit atau yang sedang berada dalam masa pemulihan, aku rekomen banget buat kamu coba Theragran-M multivitamin dan mineral ini.

Selama mengkonsumsi Theragran-M, dibarengi doa minta kesembuhan, ya!

Semoga bermanfaat dan jangan lupa jaga kesehatan!! :)

Kamis, 22 September 2016

Mengembalikan Waktu

Aku tak pernah menyesali pertemuan itu. Aku bahagia. Bahkan sampai saat ini. Pertemuan yang akhirnya membuatku bisa melihat 2 dunia dalam satu waktu. Duniaku dan dunianya.

Aku begitu mengenalnya, meski dalam jarak yang tak dekat. Ah, tidak. Aku terlalu percaya diri bisa berkata seperti ini. Aku hanya mengenalnya sebatas pengenalan kami. Tapi entah.. Hatiku sering kali merasa aku sudah sangat mengenalnya. 

Bagiku, pertemuan kami waktu itu memang tak disengaja. Tapi aku tau, ini sudah masuk dalam rencana sang maha kuasa. Mungkin tuhan tau, aku membutuhkan laki-laki seperti dia. Laki-laki yang tak pernah kusangka bisa merasuk ke dalam hatiku.

Waktu berlalu membawaku begitu jauh. Entah, mungkin aku yang terlalu menjatuhkan diri, atau memang waktu yang sedang menjebakku.

Hingga akhirnya aku menyesali satu hal. Mengapa diawal aku begitu kuat, lalu dipertengahan cerita, aku terjatuh dalam jurang harapan yang hampir mematikan.


Aku ingin mengembalikan waktu.
Dimana aku membiarkan waktu berlalu dengan yang seharusnya.
Dimana aku tak terjatuh dalam jurang harapan yang ternyata sungguh mematikan.
Dimana aku bisa terlatih dan tak serapuh ini.

Aku ingin mengembalikan waktu.
Dimana aku terbiasa menyimpan rindu tanpa seorang pun tau.
Dimana aku bisa menyimpan kekhawatiran yang hebat ketika kabarnya tak kudengar.
Di mana aku bisa menyimpan rasa cemburu yang bisa saja membakar seluruh tubuhku dalam satu waktu.

Aku ingin mengembalikan waktu.
Dimana jarak bisa membuatku semakin merasa lebih dekat.
Dimana angin selalu menghembuskan namanya di telingaku.
Dimana langit bisa melukiskan indah senyumnya untukku.
Dimana matahari selalu menyinariku secerah semangat hidupnya.

Aku ingin mengembalikan waktu.
Dimana rindu bisa terobati hanya dengan aku menyebut namanya.
Dimana aku bisa melihatnya hanya dalam pejaman mata.
Dimana aku bisa memeluknya hanya dengan baitan doa.

Aku ingin mengembalikan waktu sampai waktu menyadarkan aku.
Membawanya kembali hadir dalam hidupku. Tidak dalam bayangan, tidak dalam harapan.
Sederhana saja.... 

Kamis, 15 September 2016

Sosok Misterius di Kereta Malam Itu

Sosok Misterius di Kereta Malam - Maksud hati ingin menunjukkan hasil foto di kamera handphone yang menggunakan mode HDR dan non HDR, eh malah nemu penampakan ini.
Jadi gini ceritanya.........
Waktu itu hari sabtu, 20 Agustus 2016. Setelah ke rumah Ka Lia -salah satu teman blog- di daerah Serpong buat balikin jaket, kaos kaki, dan kain yang pernah aku pinjam pas sakit, aku memutuskan untuk main-main ke Saung Ibu bersama temanku yang bernama Anggita untuk menikmati Kwetio kesukaanku.

Aku datang ke rumah Ka Lia sendirian, dan janjian ketemu Anggita di Stasiun Sudimara sebelum menuju ke Saung Ibu.

Ohiya, Saung Ibu ini semacam resto sederhana dengan bangunan dari bambu yang menyajikan berbagai menu makan. Yang paling poluler di sini, ada Tomyam Kelapa khas Thailand yang rasanya bikin nagih. Tapi, karena aku punya kelemahan pada lambungku, aku gak berani mencicipi Tomyam Kelapa lagi karena rasa khasnya memang asam. Aku lebih suka menikmati Kwetio Kungpao yang rasanya susah banget dilupain kayak kenangan bareng mantan. *halah...
Baca ini : Pertama Mampir Langsung Suka. Kalau Kamu Gimana?
Saung Ibu ini terletak di  Area Lapangan Tenis Villa Bintaro Indah. Jl. Sulawesi Raya Rt.01/11, Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. Lokasinya persis di balik pintu masuk utama Villa Bintaro Indah. Kalau naik kereta, biasanya aku turun di Stasiun Sudimara, lalu naik angkot atau jalan kaki menuju Saung. Nah, berhubung lokasiku sekarang di rumah Ka Lia yang jaraknya lumayan dekat, aku memutuskan untuk naik Go-Jek, karena agak ribet juga kalau harus naik angkot atau kereta, mending langsung Go-Jek aja.

Sekitar pukul 4 sore, aku sampai di Stasiun Sudimara dan beberapa menit kemudian Anggita datang. Kami pun langsung cus ke Saung Ibu.

Gak sampai 10 menit perjalanan, kami sampai di Saung Ibu dengan keadaan Saung yang lumayan sepi, lalu bertemu dengan Om Baha, sang pemilik enaknya citarasa Tomyam Kelapa dan Kwetio Kungpao. *halah

Ternyata hari ini Sang Ibu diberi rezeki berlimpah. Banyak pesanan yang menyebabkan menu makanan hampir semuanya habis. Tapi Alhamdulillah masih kebagian 2 porsi Kwetio Kungpao dan Teh Manis hangat.


Tapi juga sayang banget deng, aku dan Anggita yang niatnya mau menikmati 1 piring Nasi Goreng Tomyam berdua gak kebagian nasi gorengnya karena kehabisan.

Waktu berlalu...........
Ingat nasihat Ibu yang selalu berpesan untuk gak pulang malam, tepat sehabis azan magrib berkumandang, aku langsung sholat dan setelah itu langsung bergegas meninggalkan Saung.

Seperti biasa, setiap dari Saung Ibu, jam segini, kereta dari Sudimara ke Tn. Abang pasti kosong. Dan seperti biasa pula, aku selalu narsis alias cekrek-cekrek alias foto-foto memanfaatkan kereta yang kosong ini. Mulai dari narsis cantik sampai motret view gak jelas.

Kalau kamu nanya kosongnya kek apa, yang pasti sih dalam satu gerbong wanita ini, hanya aku, anggita, dan sekitar 5 orang wanita lainnya. Banyak bangku kosong deh pokoknya. Kami pun juga duduk berjauhan. Aku dan Anggita berada di gerbong dan duduk di deretan bangku terakhir dekat kabin masinis.

Perjalanan kami terasa biasa aja. Kami sangat menikmati enaknya kereta kosong. Alhamdulillah, sampai rumah sekitar pukul 8 malam dengan selamat.

Keesokan harinya, ketika aku lagi ngecek-ngecek foto-foto semalam, aku menemukan ada sebuah foto dengan sosok penampakan wanita misterius.



Awalnnya aku seperti gak percaya. Ahh, palingan juga bayangan orang biasa. Tapi dilihat dan dilihat lagi, keknya emang ada yang gak biasa. Kemudian aku merinding.......

Aku ingat banget, gambar ini diambil ketika aku sedang memberikan contoh hasil foto yang menggunakan mode HDR Pro dengan foto yang tidak menggunakan HDR kepada Anggita. Nah, ini adalah hasil gambar yang menggunakan HDR Pro. Hasilnya lebih terang dan lebih tajam. Di sini terlihat jelas banget ada sosok wanita berbaju hitam dengan bagian tengah berwarna putih di jendela dengan pose tangan diangkat ke atas.  Rambutnya juga keliatannya lumayan panjang.



Aku ingat-ingat juga kalau foto ini diambil ketika kereta dalam keadaan sedang berjalan. Artinya.... Kalau memang dibalik jendela itu ada orang, hasilnya gak akan jelas kek gini. Minimal kabur-kaburan deh. Soalnya hapeku gak canggih-canggih amat buat gambil gambar dalam kondisi bergerak kek Zenfone 3 yang baru rilis itu. Menurutku sih, yaa... Entah aku yang salah atau gimana.....

Dari sekian sering aku ke Sudimara dan menaiki kereta kosong, baru kali ini lho aku mendapat hasil foto yang menyimpan tanya kek gini. Hahaha...

Ohiya, selain ada penampakan misterius itu, aku juga nemu capung di kereta yang kosong ini.

Kalau menurut kamu gimana? Itu beneran penampakan makhluk halus atau makhluk kasar (manusia) ? :p

Senin, 12 September 2016

Suka Duka di Maher Zain One Indonesia Tour

Pertama kali kenal penyanyi yang bernama Maher Zain, waktu itu pas lagi ngehits banget lagunya yang berjudul Insha Allah. Dari situ mulai dengar lagu-lagu lainnya yang akhirnya membuatku lumayan jatuh cinta. Rasa suka itu makin menjadi ketika saat acara perpisahan SMK, disepanjang jalan Anyer - Jakarta, aku disuguhi lagu-lagu maher zain. Lagu yang waktu itu aku suka banget adalah yang berjudul "Sepanjang Hidup" dan "Barakallah". Yap, kedua lagu itu masih menjadi lagu favoritku sampai sekarang.

Dari kesukaan itulah akhirnya aku iseng-iseng mengikuti kuis lomba foto OOTD sambil menunjukan minuman baru bernama Kurma Water untuk mendapatkan tiket konser Maher Zain di GBK, Senayan, Jakarta pada tanggal 13 Agustus 2016, dan alhamdulillah, eiyke berhasil menjadi salah satu pemenangnya. Yuhu~~


Ini adalah Konser Maher Zain yang bertemakan Maher Zain One Indonesia Tour 2016. Selain di Jakarta, doi juga mengadakan konser di Palembang. Jogya, Makassar dan Balik Papan, Gaes. Konon "One" itu adalah album terbarunya Maher Zain.

Sebelum berbahagia bareng Maher Zain, gak bisa dipungkiri kalau aku harus berjuang dulu. Iya, selain berjuang bikin foto yang cantiek untuk dijadikan lomba, pas menuju ke lokasi konser itu juga butuh perjuangan karena aku gak tau titik lokasi konsernya di mana.

Berbekal Go-Jek dari rumah ke Halte TJ Pejaten Philips, aku melanjutkan perjalanan menggunakan Transjakarta menuju Halte GBK atau Gelora Bung Karno. Sesampainya di GBK, ternyata aku salah. Iya, ternyata lokasinya jauh di ujung sana, sedang aku ada di ujung sini. Ternyata GBK luasnya pake banget. Banyak pintu-pintunya gitu, dan konser Maher Zain berada di dekat pintu 7, sedang aku ada di pintu utama. Maklumlah, ini adalah kali pertama aku datang ke sini, sendirian pula. Uhukss...

Akhirnya aku memesan Uber menuju lokasi. Parahnya, jalanan lumayanan macet, si abang Uber gak tau juga di mana pintu 7, dan jam sudah menunjuk pukul 4 sore, dan penukaran tiket tutup jam 4 sore. Fix, telat!

Tapi dengan bismillah dan modal nanya jalan ke orang, akhirnya kami menemukan pintu 7, dan sesampainya di sana, loket penukaran tiket belum tutup. ALHAMDULILLAH, masih rezeki, gaesss.... Pas sampai lokasi, bernapas lega sambil minum Kurma Water yang aku beli seharga Rp. 5.000 di booth area konser.

Segeeeerrrr banget... Ini tumben banget aku beli minuman dalam keadaan dingin. Padahal aku jarang bahkan hampir gak pernah beli minum dingin, karena ngefeknya suka bikin batuk. Tapi kali ini aku beranikan diri beli kurma water yang dingin, dan alhamdulillah... lolos dari batuk, Guys!! Wkwkwkw

Beberapa menit duduk lesehan dan menenggak minuman dingin ini, tiba-tiba Karin datang mendekat. Kemudian disusul Ka Vira dan temannya yang ternyata baru datang juga. Huh, kukira aku udah telat banget, ternyata ada yang telatnya lebih parah. Wkwkkw...

Aku, Karin, Ka Vira dan temannya menikmati sore sambil menunggu konser di mulai. Mendekati jam 6 sore, Uni Dzalika datang menyusul.
Gate area depan mulai antre, padahal konser masih 1 jam lagi
Sekitar pukul 6 sore, sesuai janji kakak panitia, pintu masuk ke ruang konser dibuka. Kami berhasil masuk setelah ikut antre panjang bangeeettttttt.............. Ternyata banyak banget fans Maher Zain yang gak mau ketinggalan moment ini.

Konser dimulai
Sekitar 15 - 30 menit setelah masuk ke ruangan, konser baru dimulai dengan D'masiv sebagai pembukaannya. Doi nyanyiin beberapa lagu kebangsaan Indonesia, mungkin dalam rangka menyambut 17 Agustusan, Gaess... Kemudian yang mulai seru pas doi nyanyi lagu "Jangan Menyerah".

Beberapa menit setelah D'Masiv selesai, kini waktunya Maher Zain beraksi.
Lagu-lagu pertama yang Maher nyanyikan adalah lagu-lagu barunya yang belum aku kenal. Huhuhu....... Dah, aku mah emang fans Maher Zain gadungan yang gak update. Tapi masih menikmati juga keseruan di sini.

Lagu pertama berganti lagu berikutnya, tapi aku tetep belum kenal lagunya. Iya, ini kan memang sekalian perkenalan album barunya Maher Zain. Jadi, ya lagu-lagu baru yang banyak dinyanyiin. Maklumin aku, yak. 

Tapi ada juga kok lagu yang aku kenal. Maher Zain mulai menyanyikan lagu di album sebelumnya pas mendekati akhir acara seperti lagu Insha Allah, Barakallah, dan Sepanjang Hidup. *itu yang aku inget. Hehehe

Sekitar Hall basket yang malam itu diguyur hujan deras dan angin kencang menjadi hangat ketika Maher menyanyikan lagu Barakallah. Ahiya, itu yang paling seru banget tuh. Kami semua nyanyi bareng, Guys!

Ohiya, jalannya acara gak lepas dari mc yang dengan tanya jawab singkat antara Maher Zain dan penonton, ya.

 Suasana romatis pas lagu Sepanjang Hidup dinyanyikan

Jujur sih, awal-awal konser mulai, sound sistemnya kurang bagus banget. Aku gak bisa dengar jelas mc ngomong apa. Pas Maher nyanyi juga suaranya kabur-kaburan. Pun kata Uni Dzalika. Tapi alhamdulillah, menjelang akhir acara suara mulai normal dan enak di dengar. Terutama pas Maher nyanyiin lagu Sepanjang Hidup dan Barakallah. 

Selesai Konser
Melihat jam yang sudah menujuk pukul 9 lewat,  hatiku mulai gelisah gak karuan. Ditambah cuaca yang masih hujan sejak konser berjalan. Coba pesan Go-Car untuk mengantar ke stasiun, tapi gak dapet-dapet. Mau nyoba pesen pake Grab Car dan Uber Car, ternyata tarifnya lumayan mahal, kondisi jalan juga macet, akhirnya tetap mengandalkan Go-Car. Keinget pesan ibu yang bilang jangan pulang malem-melam. Duhhh, Bang! Jam 9:20 masih di Senayan, hujan pula. Gak mungkin bisa cepat sampai rumah :(

Tenangin diri, cuma itu yang bisa aku lakukan, sambil berdoa hujan cepat reda. Beberapa menit kemudian alhamdulillah, mesen Go Car tetap gak dapet-dapet, tapi hujannya udah berenti, tinggal sisa-sisa kenangan rintikannya aja.

Stasiun Palmerah
Perjuangan untuk pulang pun dimulai. Aku, Uni, Karin dan Ka Vira memutuskan untuk menuju Stasiun Palmerah yang ternyata gak terlalu jauh dari lokasi konser. Sesampai stasiun, gak lama kereta datang...

Sekitar tepat pukul 11 malam, alhamdulillah, aku sampai di rumah.

Seru...seru...seru...
Ini adalah kali kedua aku nonton konser secara langsung. Dulu pas SD pernah nonton SCTV Awards diajak sama kakak yang kebetulan kerja di SCTV, dan posisi nonton persis banget di depan panggung. Kalau yang kedua kali ini beda. Aku nonton sebagai penonton tribune yang duduk manis aja sambil nyanyi-nyanyi.

Tapi sayang.... Ada yang aku sayangkan dari menonton konser ini. Pertama, aku melanggar untuk gak pulang malem. Ibu memang gak marah, justru bersyukur anaknya bisa sampai rumah dengan selamat. Tapi tetep aja, hayati merasa bersalah, Bang...  Sedang yang kedua, aku............ ahcukup aku yang tau sajalah. Wkwkwkw

Akhir kata, thanks banget Kurma Water yang udah bagi-bagi kesegaran dan tiket konser Maher Zain. Makasih banget juga buat Bang Kay, Ka Vira, Uni, Karin, Ka Rora, Ka Febby dan teman-temannya yang beruntung bareng dapetin tiket konser ini. Makasih Maher Zain udah nyanyiin lagu Sepanjang Hidup, Barakallah, Insya Allah, dan beberapa lagu yang masih belum aku kenal. Dan yang paling utama banget, alhamdulillah ya Allah telah memberi nikmat sehat yang berharga ini. Terutama juga telah menghadirkan si dia dalam hidupku. *ehinigimana

Senin, 05 September 2016

Mengais Kebahagiaan di Jak Japan Matsuri 2016

Kau tak tau betapa rapuhnya aku, bagai lapisan tipis air yang beku. Sentuhan lembut kan hancurkan aku~~~

Ahiya, sepenggal dari lagu Joeniar Arif yang berjudul Rapuh ini memang pas banget untuk menggambarkan hatiku yang sedang amat sangat rapuh ini. Ehtapi itu kemarin... Sebelum seorang teman datang ke rumah dan membawa saya ke acara Jak Japan Matsuri 2016 di Parkir Timur, GBK, Senayan. *uhuk

Sebelum kamu tanya kenapa hatiku rapuh, biar aku buat pengakuannya dulu.

Akhir-akhir ini (alhamdulillah) saya sedang diberi cobaan yang bikin greget.
Pertama, saya harus menghadapi kenyataan 5 hari rawat inap di rs. Selama di rs, tubuh saya diberi obat yang semuanya melalui suntikan.
Kedua, ditengah sakit, saya melihat sebuah foto yang lumayan bikin tambah drop.
Ketiga, karena dilanda sakit, rencana ke jogya tanggal 6-10 September terpaksa harus dibatalkan. Padahal perjalanan ini amat sangat saya dambakan. Apa daya, beberapa jam sebelum rencana tiket dibeli, saya malah masuk UGD.
Keempat, separuh jiwaku pergi. Memang indah semua, tapi berakhir duka~ #eh, itu mah lagunya Anang.

Menerima kenyataan seperti itu gak semudah membalikkan telak tangan, gaes. Percayalah, mau senyum aja rasanya susah, gimana bisa bahagia. Di tambah lagi harus terkurung di rumah, gak bisa jalan atau main-main menghibur diri karena kesehatan yang belum stabil. Aduh, Bang, rasanya adek gak kuat menjalani kehidupan ini lagi!!!

Tapi hidup itu gak boleh se-putus asa gitu, gaes. Apapun yang terjadi harus bisa kita hadapi. Perihal sakit, mungkin inilah cara Allah mengangkat dosa-dosa serta meninggikan derajat kita. Perihal kehilangan, saya meyakini jika memang dia adalah takdir saya, Allah akan memudahkan jalan kami untuk kembali bersama. Pun kalau bukan takdir saya, pasti akan ada yang lebih baik dari dia meskipun sebenarnya saya maunya dia. *halah..

Maap curhatnya kepanjangan. Back to Jak Japan Matsuri 2016

Jujur sih, sebenarnya saya gak terlalu paham sama jejepangan, dan sekali pun belum pernah datang ke acaranya. Tapi entah kali ini saya ingin sekali melacurkan hati ke Jak Japan Matsuri 206. Mungkin karena bawaan bosen dan butuh hiburan kali, ya.

Setelah harapan ke sana hampir pupus karena hujan yang tak kunjung reda, alhamdulillah akhirnya saya bisa sampai di Parkir Timur Senayan bersama seorang teman. Tolong dibaca lagi, ya. Dia cuma temen. Udah bold tuh. :v 

Gak mau membuang waktu, kami juga langsung membeli tiket dan masuk ke area Jak Japan Matsuri. HTMnya Rp. 30.000, gaes. Tapi bisa digunakan untuk 2 hari. 3 dan 4 Sepetember selama acara ini berlangsung.

Pertama kali menginjakan kaki di sini, rasanya sungguh bahagia sekali. Terlihat banyak lampion merah putih yang mengiasi langit-langit area. Ada panggung yang lumayan besar berdiri kokoh ditengah luasnya lapangan parkir. Di sisi lain ada booth-booth berjajar rapi yang ramai dijajah pengunjung. Yang paling menarik di sini, ada orang-orang berpakaian ala jepang. Ada juga berpenampilan asing seperti tokoh di film kartun atau anime. Iya, mereka itu ikutan cosplay. Meniru tokoh jepang favorite mereka gitu.

Ohiya, pas baru masuk ke area pameran, ada seorang laki-laki yang mendekati kami. Setelah melihat tampangnya, ternyata dia adalah saudara teman saya yang ikutan cosplay.

Baru-baru sampai, saya dan teman saya ini menelusuri area yang ada sampai akhirnya dia bosen dan minta ke tenda temen cosplay nya aja. Padahal baru sebentar kami ngiter.

Saya manut dan ikut dia aja. Eh tapi udahnya dia malah sibuk ngobrol bersama teman-temannya, sedang saya sendirian menikmati serunya acara.

Iya, kami memang datang berdua, tapi kami sibuk dengan urusan masing-masing. Dia sibuk ngumpul bersama teman-temannya, sedang saya ngiterin booth dan mejeng dekat panggung liat pementasan sendirian kek anak ilang.

Hasil Ngiter di Jak Japan Matsuri



Nemu gambar di atas di sebuah tenda yang berada samping panggung. Kalau teman saya, benda ini akan diarak dengan cara digotong gitu. Kalau dilihat, keknya ini berat lho gaesss... Gak tau namanya apa...
Setengah jam kemudian, pas lagi duduk-duduk nyantai, si temen bilang akan ada pertunjukan yang arak-arakan tadi. Akhirnya saya maju ke are pementasan sendirian buat ngeliat.
Dan benar aja, ternyata yang tadi itu di gotong-gotong rame-rame. Dan ada 2 orang yang naik di atasnya.


Yang gotong dan yang naik itu ada yang cewek semua dan yang cowok semua. Kalau soal usia, ada yang anak kecil, remaja dan  orang dewasa, Guys. Mereka arak-arakan diiringi sebuah lagu yang terdengar dari atas panggung.

Selain pementasan yang seru, ada beraneka macam makanan khas jepang yang tersedia di sana. Namun sayang banget aku gak bisa nyobain. 
Di sana juga ada booth yang menawarkan games seru dan ada yang menjual aksesoris budaya jepang. Salah satunya saya beli ikat kepala ini gaes. Harganya Rp. 20.000. Tapi kemarin bukan saya yang pake, malah saya pakein si temen. 


Karena ngiternya sendirian, saya gak terlalu nyaman mengunjungi booth-booth itu. Alhasil gak merasakan serunya games yang ada di sana. Huhuhu........

Waktu berlalu, malam pun tiba......
Saya mulai gelisah ketika melihat jam yang menunjuk pukul 8 malam.

"Ki, pulang, Yuk.." ucap saya pada laki-laki berkemeja merah itu.
"Tar dulu, nunggu saudara gue nih yang lagi nyari makan."
Oke, baiklah....

Beberapa menit kemudian saudaranya datang. dan ternyata dia bilang nunggu JKT 48 tampil dulu.
Ya akhirnya saya pun ikut menunggu...

Melihat waktu udah jam 9 malam dan JKT 48 belum tampil juga, akhirnya saya merengek minta pulang lagi. Baru mau beranjak, eh di panggung mulai bermunculan personil JKT 48.


Akhirnya gak jadi pulang dan malah mendekati depan panggung.

Keseruan dan keramaian di Jak Japan Matsuri ini makin menjadi pas JKT 48 tampil. Emang keknya 70% orang-orang di sini itu fans berat JKT 48. Saya yang gak terlalu nganu sama JKT 48 pun mendadak jadi seperti fans beratnya.

Lagu pertama yang dinyanyikan para personil sukses membuat penonton gembira. Tapi, pas JKT 48 menyanyikan lagu keduanya hujan mulai mengguyur panggung.

Ketika Hujan Mulai Turun
Bukannya mereda, ternyata hujan makin deras saat lagu berikutnya dinyanyikan. Saya masih bertahan di depan panggung bersama wota-wota.

Tiba-tiba hati saya teriak kebingungan. "Ini di mana? Ngapain aku di sini?"

Jujur sih, sebelumnya saya gak pernah kurang kerjaan nonton konser di depan panggung sampai hujan-hujanan begini sampai di depan itu pemandangan payung-payung.

Namun beberapa saat, saya malah tersenyum. Ada hal yang lain yg saya rasakan.  Ini membahagiakan, Guys! Berada dalam keramaian dan teriakan histeris orang-orang yang tengah bahagia menyaksikan artis idolanya tampi di atas panggung.

Bibir kembali melengkung senyum sendiri tanpa ada ngajak senyum. Enggak, saya gak gila, kok. Cuma yaa... Ngerasa bahagia lagi setelah sekian hari bahagia saya hilang begitu aja. *halah.

Lagu apa aja yang JKT 48 nyanyiin saat itu saya juga gak tau. Ciusan, Guys..
Yang saya tau hanyalah saya berdiri menyaksikan wanita-wanita cantik di depan panggung saat hujan deras, menggunakan payung, melihat panggung yang penuh dengan lampu warna warni, mendengarkan alunan musik, dan memandang langit yang sesekali dihiasi dengan kembang api.

Keseruan bertambah ketika lagu terakhir dinyanyikan. Ehiya, sampai pada lagu yang terakhir JKT 48 nyanyikan, hujan masih turun dengan walau agak berkurang derasnya.



Acara selesai, kami bergegas pulang dalam cuaca yang masih hujan.
"Mau pake jas ujan gak? Ini ujannya lumayan juga."  tanya teman saya ketika di parkiran motor.
"Gak usah ah, ini udah pake jaket kan. Nanti aja kalau ujannya udah deres banget."
Dia pun menurut..

Beberapa km perjalanan, ternyata hujan makin deras. Di pinggir jalan kami berhenti untuk saya menggunakan jas ujan.

Lanjut jalan lagi, ternyata hujan makin deras, bahkan sangat deras untuk kami yang sedang dalam perjalanan menggunakan motor. Yang tambah nganu lagi, kami gak tau jalan pulang. Akhirnya ikut jalur menuju Pluit dan berbalik arah menuju Semanggi.

Hujan makin gila derasnya, bukannya sedih, saya malah kembali tersenyum ketika angin dan air hujan itu mulai mendinginkan tubuh saya. Ehtapi hati tetap was-was deh untuk menjaga keselamatan.

Kaca helm yang melindungi wajah dari angin dan rintikan hujan yang deras itu sengaja saya buka. Iya, biar air hujan membahasi wajah saya. Teringat angan-angan tadi siang yang pengen banget mandi hujan, dan Allah mengabulkannya malam ini. Pengennya sih malah buka jas hujan sekalian, biar air hujan semakin bebas membahasi tubuh. Ehtapi inget kalau sehat itu mahal. Maka niat itu diurungkan.

Ketika jalan mulai memasuki arah Semanggi, alhamdulillah hujan mulai mereda, sampai rumah juga hanya gerimis kecil.

Lalu gimana di Jak Japan Matsuri 2016?

Yang disayangkan dalam acara ini. Saya tidak bisa kulineran atau mencoba makanan yang ada di sini. Mengingat kondisi kesehatan yang belum stabil, saya gak berani masukin makanan asing ke dalam perut. Jangankan makanan Japang, makanan Indonesia aja juga harus pilih-pilih. Padahal yang ada di sini menggoda semua gaess.. Terutama yang merah-merah kek apel gitu.

Yang membahagiakan di Jak Japan Matsuri.
Saya mendapat banyak keseruan dalam acara ini. Teman baru, suansana baru, pengalaman baru, pengetahuan baru. Dan yang paling membahagiakan adalah saya mendapatkan kembali senyuman yang kemarin hilang.
Nah kalau teman saya, dia berhasil mendapatkan pin BBM cewek yang diincernya. Huahhaha.....

Bahagia itu sederhana, Guys!
Renggut kembali kebahagiaan yang telah direnggut orang lain.

Blog Archive

Popular Posts

Partner

Warung Blogger

Blogger Reporter Indonesia