Hanya Sebuah Diary ......

Friday, 21 April 2017

Barang yang Wajib Ada di Tas Ransel dan Selempang Pria

Tas ransel dan selempang pria telah menjadi barang wajib yang harus dibawa oleh setiap pria kemana pun mereka pergi dan mengerjakan setiap kegiatan dan juga rutinitas yang mereka lakukan setiap harinya. Kaum pria memang terkenal dengan segudang aktifitas mereka yang harus dijalani setiap harinya, dengan membutuhkan barang bawaan yang tidak sedikit juga. Di dalam tas ransel dan juga tas selempang yang para pria bawa setiap harinya, tentu saja ada beberapa jenis barang yang harus dan wajib untuk mereka bawa di dalam tas tersebut.



Barang-barang yang wajib dan tidak boleh ketinggalan untuk dimasukkan ke dalam tas ransel dan juga tas selempang seorang pria  adalah barang-barang yang memang penting dan tidak bisa digantikan dengan barang yang lainnya, oleh sebab itu kedua jenis tas ini sudah memiliki fungsi masing-masing yang telah disesuaikan oleh seorang pria dan mengatur barang-barang penting yang akan mereka masukan ke dalam tas selempang dan juga tas ransel sesuai dengan fungsinya.

Tas ransel yang biasanya digunakan oleh para pria memang memiliki fungsi yang cukup penting untuk membawa barang-barang penting yang dibutuhkan oleh seorang pria seperti jaket, baju ganti, atau juga biasanya dimasukkan laptop yang digunakan dan dibutuhkan dalam pekerjaan mereka setiap harinya. Barang-barang itu semua sudah menjadi barang wajib pria yang harus ada di dalam tas ransel yang mereka gunakan dan bawa dalam kegiatan mereka apa saja.

Untuk barang-barang yang memiliki ukuran cukup besar memang ditaruh di dalam tas ransel para pria , sedangkan untuk fungsi dari tas selempang yang biasanya pria gunakan dan harus selalu dibawa adalah barang seperti dompet, handphone, kunci motor atau kunci mobil, yang merupakan barang-barang penting yang tidak boleh tertinggal dan tidak bisa digantikan dengan barang yang lainnya. Dengan fungsi dan juga kegunaan yang cukup penting itulah membuat tas selempang tersebut selalu menjadi barang bawaan wajib yang harus dibawa oleh para pria.

Melihat dari secara keseluruhan fungsi dan juga kegunaan dari tas ransel dan selempang pria yang dimiliki oleh para pria, memang bisa dilihat jika barang-barang bawaan para pria tersebut juga bisa membuat perbedaan dari kedua tipe tas tersebut. Dengan barang-barang wajib yang biasanya ditaruh di tas selempang pria yang memiliki ukuran lebih kecil, hal tersebut juga memberikan para pria tersebut bisa untuk memilih jenis tas selempang yang kecil juga yang dapat disesuaikan dengan barang-barang bawaan mereka setiap harinya.

Memiliki kegiatan dan juga rutinitas setiap harinya yang cukup padat, membuat para pria sekarang ini membutuhkan tas yang bisa memberikan mereka kemudahan dan juga memiliki banyak fungsi yang bisa mereka gunakan dengan memanfaatkan tas tersebut. Dengan adanya tas selempang akan memberikan seorang pria kemudahan dalam menentukan barang apa saja yang bisa mereka masukan ke dalam tas selempang tersebut. Begitu juga dengan tas ransel pria yang bisa memberikan mereka kemudahan di dalam membawa barang bawaan dengan ukuran yang cukup besar yang dibutuhkan tiap harinya.

Kedua jenis tas pria tersebut memang memiliki keutamaan dalam fungsi yang tas tersebut miliki. Sebagai seorang pria tentu saja bisa memilih dan juga menentukan jenis dan juga tipe tas yang mereka butuhkan nantinya. Tas ransel dan selempang pria yang dijual di pasaran juga sudah semakin bagus dan menarik untuk digunakan dalam berbagai jenis acara dan juga kegiatan kaum pria.

Ya, meskipun aku ini seorang wanita, aku sering kali memerhatikan tas para pria, karena kebetulan, kakak dan adikku adalah seorang pria. Apalagi di kantor, karyawan di sini hampir rata-rata pria semua. Aku juga termasuk wanita yang sangat suka dengan model tas yang biasa digunakan pria. Hihihihihi.......
Share:

Thursday, 20 April 2017

6 Tipe Pengemudi Ojek Online

Balik lagi soal abang-abang pengemudi ojek online. Kali ini, aku mau cerita tentang beberapa tipe para pengemudi ini. Umumnya sih, para pengemudi transportasi online itu beda-beda. Pastinya emang ada yang kurang baik, tapi banyak pula yang baik. 
Baca juga: Kekurangan Pengemudi Transportasi Online yang Harus Dimaafkan
Oke-oke. Jika sebelumnya aku bercerita tentang beberapa sifat yang kurang baik, sekarang mari kita kenali pengemudi yang baik. Yuk!

Source: Google
1. Doi makasih banyak pas dikasih lebih
Tarifnya cuma Rp. 13.000, tapi kasih Rp. 15.000, karena uang receh yang ada tinggal segitu. Meskipun lebihnya cuma Rp. 2.000, tapi ada pengemudi yang sangat senang. Berterima kasih banyak dengan lontaran senyum paling manis. Yap, inilah pengemudi yang amat sangat bersyukur atas nikmat yang diberikan, meskipun masih terbilang sedikit.

2. Tetap senyum meskipun "kena diskon"
"Jadi berapa, Pak?" Tanyaku pas perjalanan udah sampai ditujuan.
"Dapat diskon nih, Mbak. Jadi tagihannya Rp. 0-, *sambil senyum ramah.
Kemudian aku sodorkan uang yang gak terlalu besar. Dia menolak, lalu aku paksa. Dan akhirnya dia mau menerima sambil ngucapkan, "Terima kasih banyak ya, Mbak."
Jujur, lho. Aku suka banget sama driver kek gini. Apalagi kalau doi masih muda, ganteng, dan yang penting masih jomblo. *oke, skip.

3. Ramah dan memberi kabar 
"Selamat pagi, Mbak. Maaf saya masih di masa lalu menuju masa depan dan ini jalanan agak macet. Jadi mau nunggu atau enggak?" Pengemudi itu langsung ngasih kabar pas tau harus jemput aku di masa depan.
"Oke, gak apa-apa. Ditunggu saya tunggu aja ya, Pak."  Jawabku santai.
Beberapa menit kemudian, pengemudinya sampai depan gang rumah. Dengan penuh keramahan, dia minta maaf. "Maaf nunggu lama, Mbak. Soalnya tadi jalanan macet banget." *padahal cuma nunggu 10 menit, waktu menunggu yang masih wajar.

4. Fokus dan gak pake ngebut
Keselamatan itu adalah yang utama. Alhamdulillah sering dapetin pengemudi yang selalu fokus jaga keselamatan dengan gak ngebut brutal, gak main hape di jalan dan gak ngajak ngobrol terus sepanjang jalan kenangan. Sesekali ngajak ngobrol, tapi hanya sekedar basa-basi. Kadang emang berjalan dengan kecepatan tinggi, tapi masih batas wajar. Karena aku sendiri gak suka juga kalau bawa motor pelan-pelan kek siput.

5. Inisiatif dengan jalan alternatif
"Mbak, mau lewat jalan mana?" Mana aja asal jangan lewat depan rumah mantan, Pak!
Ada pengemudi yang ingin memberikan yang terbaik untuk penumpang dengan menawarkan mau lewat jalan mana. Udah bukan rahasia lagi kalau Jakarta macet luar biasa pas di jam sibuk. Karena biasanya, ada penumpang yang tau jalan yang gak terlalu macet. Dan ini tentu aja akan lebih menghemat waktu, dan si penumpang pun gak akan terlambat sampai di tempat tujuan.

6. Full service
Pembeli adalah ratu. Ada yang bilang demikian, sehingga si "penjual" memberikan layanan yang maksimal kepada pembelinya. Pembeli di sini kita maksud dengan penumpang ojek online. Ada pengemudi yang begitu antusias memberikan pelayanan terbaiknya kepada penumpangnya. Berbagai perhatian dan semua yang baik-baik (bikin meleleh) pun diperlihatkan. Ini bagus banget, aku suka! Bintang 5 lah buat si pengemudi pokoknya! Meskipun kadang agak risih juga seperti terlalu "dihormati" karena sesungguhnya kita ini sederajat.

Yap, itulah sedikit dari banyak cerita bersama pengemudi transportasi online. Gak bisa diceritain semua, karena nanti gak cukup dalam seminggu *halah.

Kalau pengalaman kamu, apa nih yang baik-baik tentang pengemudi transportasi online, baik motor maupun mobil? 
Share:

Monday, 10 April 2017

Padu Padan Gaya dengan Sepatu Kets Favorit

Setiap kali berpergian kemana pun, alas kaki yang menjadi favorit adalah sepatu kets. Ya gimana enggak, kenyamanan yang diberikan saat dipakai menjadi salah satu faktor unggulan yang membuat sepatu kets menjadi pilihan favoritku, atau para wanita lainnya. Selain bisa dipakai untuk kegiatan olahraga, sepatu kets juga sangat praktis bisa dipakai di setiap kesempatan termasuk acara yang formal.

Eh tapi nih, meskipun begitu, kita harus cermat memadupadankan sepatu kets favorit dengan outfit yang kita pakai, serta acara yang akan kita hadiri untuk menghindari kesan ‘saltum’ karena sepatu kets memberikan kesan penampilan yang terlalu casual.

Well, gak perlu khawatir ataupun bingung, ada 5 rangkuman padu padan gaya dengan sepatu kets yang bisa kamu tiru. Simak ya, ladies!

Sepatu Kets dan Maxi dress
Siapa bilang sepatu kets hanya cocok dipakai dengan celana? Sepatu kets juga cocok loh dipadukan dengan dress. Contohnya saja, kamu bisa memadukan maxi dress yang kamu punya dengan sepatu kets. Sesuaikan warna dan motif maxi dress dengan warna sepatu kets. Jika maxi dress bermotif banyak dan berwarna terang, kamu bisa pilih sepatu kets berwarna basic seperti hitam, putih atau navy.

Sepatu Kets dan Rok Tutu
Untuk kamu yang tetap ingin tampil feminim dengan sepatu kets, kamu bisa loh memadukannya dengan rok tutu. Dijamin kamu akan tampil beda tapi tetap terlihat chic. Kamu bisa pakai rok tutu berwarna hitam dan dipadukan dengan sepatu kets berwarna terang seperti electric pink, merah, atau kuning. Sepatu kets mu pun akan terlihat stand out!

Sepatu Kets dan Overall
Overall yang menjadi iconic fashion tahun 90an kini menjadi primadona kembali di tahun 2017. Kini overall ada yang berbentuk rok dan celana. Buat kamu yang punya overall, kamu juga bisa loh memadukannya dengan sepatu kets. Agar gaya tahun 90an mu semakin kece tapi tetap kekinian.

Sepatu Kets dan Kulot
Sama seperti overall, kulot juga menjadi fashion item lawas yang kembali booming di tahun 2017. Bentuk celana kulot yang lebar ternyata tidak hanya pantas dipadukan dengan heels dan flatshoes saja. Memakainya dengan sepatu kets juga ternyata bisa, malah akan menampilkan penampilan berbeda yang edgy!

Sepatu Kets dan Mom Jeans
Mom jeans atau jeans dengan model baggy juga mulai digemari para pecinta fashion. Berbeda dengan skinny jeans, mom jeans memberikan kesan casual dan edgy sekaligus. Memadukannya dengan sepatu kets merupakan pilihan yang sangat tepat. Sedikit tips untukmu, coba gulung ujung jeans agar sepatu kets semakin terlihat stunning!

Jadi gimana? kamu sudah mendapat inspirasi? Kamu juga bisa mengecek MatahariMall.com loh untuk mencari sepatu kets lain yang cocok untuk padu padan gaya-mu. MatahariMall menyediakan berbagai sepatu kets dengan beragam pilihan merk.
Yuk ah, segera dicek!


Share:

Thursday, 6 April 2017

Kekurangan Pengemudi Transportasi Online yang Harus Dimaafkan

Pertama-tama, mari kita ucapkan syukur alhamdulillah atas kehadirat Allah SWT yang masih memberi kita nikmat sehat jasmani dan rohani sampai saat ini. Terlebih dengan hadirnya transportasi online yang semakin memudahkan kita dalam menjalani kehidupan ini.


Iya, akhirnya, manusia-manusia pengguna setia angkutan umum seperti bus dan kereta yang gak pernah diantar jemput sama pacarnya pake motor atau mobil sekarang bisa merasakan ada yang nganter jemput pake angkutan pribadi meskipun kenyataannya doi hanya kang ojek.

Semenjak ada transportasi online, aku merasa kehidupanku benar-benar berubah. Sekarang, kalau kemana-mana jadi gak ribet lagi. Gak pake mikirin jalanan mana yang harus dilewati untuk sampai ditujuan. Gak perlu ngemis-ngemis minta anterin Kakak atau temen. Gak perlu lagi bertaruh nyawa di angkutan umum yang supirnya kebut-kebutan buat kejar setoran. Dan yang paling terasa banget, gak perlu bingung gak ada angkot kalau harus pulang malam. Yap, transportasi online ini emang the best! Aku termasuk salah satu pengguna dari 3 perusahaan yang terkenal itu. Dari Gojek, Uber dan Grab.
Baca juga: Alive Museum: Tempat Seru Liburan Kamu
Tapi, dalam setiap kenikmatan itu pasti ada kekurangannya juga. Ada hitam ada putih. Ada baik ada buruk. Ada kamu ada aku. tapi kenapa harus ada dia juga?

Meskipun transportasi online membuat kita makin enak, gak bisa dipungkiri kalau ada yang gak ngenakin juga. Berbagai drama sering terjadi antara penumpang dan pengemudi transportasi online. Kejadian gini gak sedikit lho. Aku dan teman-temanku ternyata sering merasakannya juga. Tapi dari kami lebih banyak yang mengikhlaskan dari pada meributkan.

Entah kemasukan angin apa, aku jadi pengen sharing tentang pengalaman buruk dan baik selama menggunakan Transportasi online. Aku menggunakan layanan ini sejak tahun 2015, pas masa-masa layanan ini lagi ngehits.

Buat sesi kali ini, aku sharing tentang Kekurangan Pengemudi Transportasi Online yang Harus Dimaafkan dulu, ya. Kejadian ini yang pernah aku dan teman-temanku alami. Mari disimak!

1. Udah dikasih lebih tapi minta lagi
Waktu itu Bos besar ngirim paket melalui ojek online. Info dari dari si Bos, biayanya adalah sekian rupiah. Pas si kurirnya datang, aku memberikan dia uang yang udah dilebihin beberapa rupiah dari biaya aslinya. Tapi gak disangka-sangka, pas udah dikasih, si kurir itu malah minta ditambahin lagi uangnya. Padahal, jarak antar dia cuma dari FX senayan ke Sudirman. Deket, kan? Iya. Tanpa macet pula. Karena waktu itu bukan jam sibuk. Tapi yaudahlah, males berdebat, aku turuti aja apa maunya.
*padahal si bos nitipin uangnya ngepas*

2. Pura-pura gak tau kalau pake diskon
Jujur sih, aku masih terbilang baru pake Transportasi online dari perusahaan itu tuh. Pas ada promosi, ya tentu aja aku manfaatin dengan baik. Lumayan tuh 50%, broh! Ehtapi, pas udah sampai ditujuan, si pengemudi menagih biaya perjalanan dengan harga normal. Okelah, aku pikir mungkin kode promosi yang aku gunakan tadi gak berlaku (aku masih newbie Qaqa), makanya aku berikan uang sesuai yang ditagihkan dengan lebihan gak yang begitu banyak. Tapi, pas pengemudi udah ngilang, beberapa saat kemudian aku baru dapet notif dari aplikasi, ternyata biaya perjalananku emang dapet diskon 50%.

Aku cerita sama teman perihal kejadian itu. Lalu teman bilang, itu mah emang pengemudinya aja yang main curang, karena temen yang biasa pake aplikasi itu, tagihan kita terlihat jelas antara biaya sudah diskon dan biaya normalnya.

3. Jutekin penumpangnya pas tau ada diskon
"Udah capek-capek jemput dan nganter, eh ternyata pake diskon", mungkin itu yang ada di pikiran sang pengemudi yang mendapati kenyataan kalau biaya antarnya dapat diskon. Lalu penumpang tak berdosa yang diantar tadi langsung dicemberutin.

Bagi banyak orang, dapet diskon adalah rezeki yang luar biasa. Apalagi pas lagi dompet lagi tiris-tirisnya. Tapi kalau menikmati diskon terus malah dicemberutin sama pengemudinya ya tentu aja rasanya gak enak. Iyakan?  Padahal sih, aku bukan tipe yang 100% menikmati gratisan. Kalaupun ada diskon, aku tetap ngasih walaupun gak seberapa.  

4. Minta pembayaran cash aja
Untuk mengindari drama soal biaya pembayaran, emang paling enak pake pembayaran Non-Tunai. Abis dianter, bilang makasih, langsung bisa cus kabur. Gak pake susah-susah nyari uang cash dan nunggu kembalian. Tapi sedihnya, kadang ada pengemudi yang minta dibayar pake cash aja. Alasannya karena, "Daritadi pada pake non tunai mulu, jadi saya gak punya uang cash dan bensin tiris." Hem, gitu. Iya, gitu. Yaudah, kesian juga keknya.

5. Udah nunggu lama tapi tak kunjung tiba
Ada acara jam 7. Order ojek dari jam setengah 6. Nunggu setengah jam, katanya bentar lagi ya, masih di jalan. Kemudian waktu berlalu dan nunggu udah hampir satu jam. Pas ngecek aplikasi, ternyata orderan udah dibatalin sepihak sama pengemudinya. Alasannya? Saya gak bisa ke sana, soalnya macet banget, Mbak! Ada yang gitu? Adaaaaa............. Ini semacam udah setia, tapi masih diselingkuhin juga!
                        
6. Kena denda tanpa melakukan kesalahan
Biaya dendanya emang cuma Rp. 5.000,- Tapi, yang bikin nyesek, udah nunggu lama-lama, tau-tau dibatalin sama pengemudinya, terus malah kita kena biaya denda yang harus dibayar pada perjalanan selanjutnya. WOY! 

Salah satu perushaan transporasi online yang itu-tuh, emang menggunakan sistem denda atau biaya pembatalan yang dibebankan pada penumpangnya kalau kita order ojek motor atau mobil, lalu membatalkannya dengan waktu yang sudah lebih 5 menit dari waktu pemesanan. Menurutku ini bagus, jadi si pemesan gak bisa semena-mena memesan lalu membatalkan pemesanan. Tapi yang bikin nyesek adalah kalau si pengemudi yang batalin dengan alasan yang gak jelas. Terlebih udah nunggu lama, jauh dari 5 menit.

Emang sih, kejadian begini bisa kita laporkan ke pihak perusahaan, lalu biaya tersebut akan diganti, masuk ke saldo kredit. Tapi perusahaan hanya menanggung 3x aja.  Selebihnya, uangnya itu gak diganti. Gitu sih, pengalamannnya.

Yap, kira-kira itulah kejadian ngeselin yang pernah aku dan beberapa teman alami ketika menggunakan transportasi online. Tapi nih, meskipun demikian, insha allah kami ikhlas memaafkan para pengemudi yang terbilang ngeselin itu. Tentu aja dengan catatan, semoga gak ketemu lagi dengan pengemudi kayak gitu. 

Alhamdulillah pula, aku jarang dapetin pengemudi yang ngeselin. Lebih banyaknya bertemu dengan pengemudi yang benar-benar niat mencari rezeki dan memberikan pelayanan baik untuk penumpangnya. Makanya aku masih tetap setia menggunakan transportasi online.

Meski demikian, drama-drama yang terjadi pada transportasi online gak semuanya berasal dari pengemudi, tapi ada juga yang emang dipacu dari si penumpang atau pemesan ojek online tersebut. Jadi, siapapun kamu, mohon jangan merasa tersudutkan.

"Tipe-tipe para pengemudi transportasi online itu beda-beda. Pastinya emang ada yang kurang baik, tapi banyak pula yang sangat baik."

Nantikan cerita kebaikan para pengemudinya di postingan berikutnya ya, Gaes!
Share:

Sunday, 19 March 2017

Food Garden: Tempat Seru di Jakarta Garden City - Cakung

Food Garden Tempat Seru di Jakarta Garden City, Cakung - Kabar gembira buat kalian yang suka kulineran. Ada tempat seru yang rekomen banget buat didatangin, nih! Iya-iya, namanya Food Garden yang berada di kawasan Jakarta Garden City -Cakung. Gak hanya jadi tempat makan yang nyaman, Food Garden juga bisa jadi tempat kumpul-kumpul dan narsis bareng! Huahahah



Apa yang kamu pikirkan kalau mendengar kata Cakung? Jujur sih, kalau mendengar nama itu, aku ingat ucapan teman-teman SMK yang mengartikan Cakung sebagai Cuaca Mendukung. Eh, cuaca mendukung? Entahlah maksudnya apa. Wkwkwkwk 

Jujur sih, ini adalah kali pertama kedatanganku ke Cakung. Dan dalam kunjungan pertama ini, aku pribadi jadi pengen datang lagi ke pelosoknya Jakarta ini. Terutama ke kawasan Jakarta Garden City.
Kalau kamu tanya Jakarta Garden City ini tempat apa, kamu cukup membayangkan kawasan BSD, Tangerang aja.

Iyaps, bener. Jakarta Garden City merupakan kawasan perumahan atau perkomplekan terbesar yang ada di Jakarta dengan konsep green living yang terbuka dengan tumbuhan hijaunya. JGC, dalam tahap pembangunanya, aku menjadikan kawasan ini serba ada dengan berbagai fasilitasnya. Perumahan/tempat tinggal. Mall, sekolah, Rumah Sakit dan lain-lainnya. Gak ketinggalan juga ada Food Garden. Tempat ini resmi dibuka pada 18 Maret 2017 dalam acara yang bertajuk March Fiesta.

Masih penasaran juga dengan Jakarta Garden City? Kamu bisa kepoin media sosialnya di:

FB Pages: Jakarta Garden City,
twitter @JKT_GardenCity
Instagram:  @jakartagardencity


Food Garden ini merupakan area tempat atau rumah makan yang menyajikan makanan kuliner nusantara maupun mancanegara. Di atas lahan seluas 1,7 Ha, Food Garden dibangun dengan konsep alfresco. Aku suka banget, ada ruang terbuka dengan hijau-hijau yang menyejukkan. Kita bisa merasakan makan di ruangan terbuka dengan pertunjukkan keren dari panggung hiburan juga.


Kuliner seru di Food Garden Jakarta Garden City, ada kurang lebih sekitar 19  tenant atau resto makan di sini. Ada Ayam Goreng Karawaci, Daeng Bersaudara Khas Bugis Makassar, Nasi Timbel Parahyangan, Kedai Bakso’ku, Soto Susu JG, Cwie Mie Malang, Sallero Rasso, Selera Nusantara, Rumah Rawon, Ayam Bebek Kremes dan Soto Kudus, Depot Karebosi,  Dapur Nyah Rita, K&A Restaurant, Ramen 38, Putra Kenanga, Brandt’s Atelier, Djabrew Cafe, Cafe Tok Tong, dan Publika.

Nah, dari sekian banyak tenant itu, aku memilih Dapur Nyah Rita sebagai tempat makan siangku. Dapur Nyah Rita ini menyajikan Bakso Ikan tanpa bahan pengawet dan tepung. Wihhh, enak banget deh, Gaes!


Ada banyak menu yang ditawarkan, aku memilihi menu Bakso Ikan paket 1. Dalam satu mangkuk yang aku makan, berisi 3 Bakso, 2 Fukian, 1 Fish Cake dan 1 Tahu Isi. Serta sayuran seperti sawi dan toge untuk pelengkapnya. Harga yang yang ditawarkan untuk seporsi bakso ikan ini juga gak terlalu mahal, cukup mengeluarkan uang Rp. 29.500 aja. Sedang air mineral Aqua gelas yang tersedia di meja bisa kita minum dengan gratis, Gaes. Wkwkwk...

Rasanya? Enak Banget! Rasanya seperti benar-benar makan bakso ikan (doang) tanpa campuran. Apalagi ketika bakso baru diantar oleh Mbak-mbaknya, aroma khas dari ikan yang agak-agak amis gitu langsung menusuk penciuman. Pas dimakan, rasanya pun sangat kenyal.

Aku sempat tanya sama Mbak-mbaknya, apa bakso ikan ini bisa diibeli mentahnyaa? Tapi ternyata gak bisa. Karena bakso ikan ini dibuat tanpa bahan pengawet dan campuran tepung. Jadi, benar-benar disajikan dengan fresh dan gak bisa dalam bungkusan gitu. Keren, ah! 

Selain tersedia panggung hiburan, Food Garden juga dilengkapi dengan fasilitas taman bermain anak, toilet, dan musholah. Gak ketinggalan juga lahan parkir yang super luas. So' kalau bawa kendaraan, gak usah bingung parkir dimana.

Kalau naik kendaraan umum, kita bisa sampai ke tempat ini menggunakan Commuterline atau kereta listrik Jabodetabek arah Bekasi. Turun di Stasiun Cakung, lalu melanjutkan perjalanan menuju lokasi dengan menggunakan ojek online seperti Grab, Gojek atau Uber. Jarak tempuh dari Stasiun ke Jakarta Garden City juga gak sampai 30 menit, kok.

Ohiya, Gaes. Aku seseruan di sini bersama teman-teman kece dari blogger juga. Sebelumnya kami gak janjian, takdir mempertemukan tanpa sengaja. Ketika aku sampai di lokasi, aku bertemu dengan Ka Manda. Lalu disusul Deya datang beberapa saat setelahnya. Dan, kami pun menikmati tempat ini bersama. Yeay!



Penasaran dengan kunjunganku pada sabtu, 18 Maret 2017 (kemarin) ke Food Garden, Jakarta Garden City-Cakung? Kamu bisa intip video singkatnya di Instagram aku @RaNurri, ya. :D

Sabtu, 18 Maret 2017, Food Garden di Jakarta Garden City-Cakung resmi dibuka, Gaes... Dalam peresmiannya ini, JGC mempersembahkan sebuah acara March Fiesta dengan menampilkan band performance, Stand Up Comedy dan Kids Story Telling Competition yang berlangsung pada 18-19 Maret 2017. Buat kamu yang mau seseruan, yuk jangan lewatkan moment ini. Apalagi buat kamu yang pecinta kuliner, rasakan sensasi serunya makan di Food Garden JGC. Kamu bisa makan dengan suasana indoor maupun outdoor yang dilengkapi panggung hiburan. Ada banyak diskon makan juga di area food yang bisa kamu dapatkan di March Fiesta @jakartagardencity - Cakung . Yuk, ke sini! Inget, ya. Food Garden yang berlokasi di Jakarta Garden City, Cakung. #MarchFiestaJGC #jakartagardencity #jakarta #jakartagardencitycakung #gardencitycakung #gardencity #marchfiesta #marchfiestafoodgarden #cakung
A post shared by Nurliana Syaf (@ranurri) on
Share:
Scroll To Top