Hanya Sebuah Diary ......

Sunday, 21 May 2017

Serunya Berwisata ke Cirebon Bersama Big Bird

Serunya Berwisata ke Cirebon Bersama Big Bird - Cirebon, salah satu kota yang sudah lama sekali ingin aku jamah ini akhirnya benar-benar bisa aku datangi beberapa waktu lalu. Tepatnya hari Sabtu, 22 April 2017. Kunjunganku ke Cirebon juga gak sendirian, yaitu bersama teman-teman Blogger dan Big Bird dari Jakarta.



Menikmati Perjalanan Meski Disambut Kemacetan. Jakarta saat weekday, macet dengan para pekerja menuju kantornya. Jakarta saat weekend, macet dengan orang-orang kondangan dan yang mau pada liburan. Intinya, Jakarta emang macet kapan aja. Huahahah.  Perjalanan kami ke Cirebon disambut dengan kemacetan, mulai dari lokasi meeting point, sampai sudah masuk dalam tol. Ini nih yang kadang bikin aku males jalan-jalan ke luar kota. Huhu....

Tapi kali ini beda.  Meskipun perjalanan Jakarta - Cirebon kali ini saat long weekend, entah kenapa aku tetap menikmati setiap kilometer yang di lalui. Mungkin karena emang kursi bus Big Bird ini kelewat nyaman kali, ya? Juga AC-nya yang dingin membuatku gak panas dan gersang seperti keadaan di luar sana. Jadi, perjalanan tetap terasa asyik dan menyenangkan, meskipun di balik jendela terlihat mobil sedang "parkir bebas" di sepanjang jalan.

Dalam perjalanan, aku melihat banyak sekali kendaraan mobil biru bertuliskan Blue Bird Group. Ah, iya. Blue bird ini kan emang bener-bener terkenal, ya. Jadi gak heran kalau dia jadi transportasi kepercayaan banyak orang. Apalagi Blue Bird Grup juga sudah berdiri sejak tahun 1965. Sampai sekarang pun, tahun 2017, Blue Bird semakin fokus untuk membalas kepercayaan masyarakat dengan memberikan pelayanan-pelayanan yang terpercaya dan terbaik untuk para penggunanya.

Melamun soal Blue Bird Group yang makin terpercaya, aku akhirnya, beberapa KM di  Tol Jakarta - Cikampek, kami benar-benar merasakan nikmatnya jalan tol. (Read: Lancar tanpa macet)

Dimulai dengan kulineran

Kunjungan kami ke Cirebon dimulai dengan kulineran atau makan siang di Nasi Jamblang Ibu Nur. Jujur sih, aku baru pertama kali dengar nama tempat ini. Tapi, dari yang kulihat, ternyata tempat ini sangat diminati pengunjung dari dalam maupun luar daerah.



Gak hanya kami penganjung dari Jakarta, ada barisan mobil berjejer panjang dengan plat B yang terparkir manis dilahan parkir Nasi Jamblang Ibu Nur. Bahkan bukan hanya mobil pribadi yang ada di sana, tapi bus-bus pariwisata yang membawa rombongan gak mau kalah juga. Gak usah dibayangin deh ramenya kayak apa. Wkwkwk




Kalau menurutku, rumah makan ini juga cukup unik. Dengan konsep yang sederhana, kita yang mau makan bisa bebas memilih makanan apa yang kita inginkan. Piring yang dibalut daun, diberikan nasi dan sambal oleh pelayannya, setelah itu, kita tinggal pilih mau makan apa. Tapi jangan lupa, budayakan antre, yak! Dan sabar, emang antriannya cukup panjang bah ngantre sembako, tapi di sini ada 2 barisan yang bisa kita pilih, lalu di ujungnya, ada Mbak Kasir yang akan menghitung biaya makanan yang harus kita bayar. Untuk harga, aku rasa masih batas wajarnya, tuh.



Karena aku gak terlalu suka kulineran dan gak suka makanan pedes juga, aku cuma ngambil makanan ini. Nasi putih, telur goreng, telur puyuh, pekedel dan pepeas ayam. Nah, pepes ayam yang aku pilih ini ternyata pedes.Tapi karena pas nyobain rasanya enak banget, tetap aku makan pelan-pelan walau akhirnya bener-bener kepedesan. MUehehe........



Ohiya, Gengs... Sebelum makan di Nasi Jamblang Ibu Nur, aku terfokus sama gambar di atas ini nih. Iyaps, MANISAN MANGGA. Maklumlah, wanita yang satu ini emang suka nganu kalau liat manisan-manisan. Harga jualnya cukup murah, 3 pcs cuma Rp. 20.000 aja. Pas dimakan, rasanya wah banget gitu. Potongan-potongan mangga ini empuk bah mangga aslinya. Cuma emang ditambah gula sebagai pemanisnya. Yang namanya manisan udah pasti rasanya manis. Tapi kalau menurutku, takarannya masih manis biasa tanpa campuran pemanis yang kebangetan, alias gak "nyeleket" manisnya. Bapak ini menjajakan manisannya dekat lahan parkir bus Big Bird kami.

Kalau makan siang tadi di Nasi Jamblang Ibu Nur, makan sore kami menikmati Empal Gentong H. Apud Cirebon





Apa sih Eppal Gentong? Jujur sih, aku juga sebelumnya gak tau. Ya kan dibilang, aku gak hobi kulineran. Wkwkw..... Tapi, setelah disajikan empal gentong ini, aku baru tau kalau ini adalah soto daging. Maksud dari empal gentong itu adalah soto yang dimasak di gentong besar.

Rasanya gimana? 




Tempat ini juga lumayan lumayan rame pengunjung. Tapi bersyukur, tempatnya cukup, atau bahkan sangat luas. Tempatnya juga selayaknya rumah makan yang seperti restoran. Ada kursi, meja dan ada buat rombongan juga. Jadi kita bisa makan bareng-bareng dalam 1 barisan meja.

Gak hanya kulineran, kami juga berkunjung ke tempat hits di Cirebon

Meluncur ke Keraton Kasepuhan Cirebon
Setelah makan siang di Nasi Jamblang Ibu Nur, Keraton Kasepuhan Cirebon menjadi lokasi kunjungan kami selanjutnya. Ini nih yang tempat selama ini aku incar. Sejarah islam tersimpan di tempat ini.



Keraton Kasepuhan Cirebon merupakan "rumah" atau istana para kasepuhan Cirebon yang berkerajaan Islam. Konon katanya, tempat ini masih sangat terjaga keasliannya. Hanya saja ada beberapa bangunan baru atau hasil perbaikan karena keasliannya sudah tidak bisa "diselamatkan" lagi.




Di Keraton Kasepuhan Cirebon, kami mengunjungi banyak lokasi tempat-tempat yang dulunya menjadi kehidupan sultan-sultan beserta keluarganya. Salah satunya adalah sebuah pendopo yang dulunya digunakan untuk menjadi tempat duduk sultan dan keluarga dalam upacara dan berbagai kegiatan kerajaan. 

Bangunan di pendopo ini masih asli dan terjaga.  Kayu-kayu jati dengan ukiran cantik ini masih terjaga keasliannya sejak jalam Kesultanan Cirebon. Kecuali lantainya, ya. 

Untuk menjaga bangunan pendopo dengan kayu jati ini, setiap malam jumat, selalu di adakan pembakaran menyan yang asapnya diarahkan pada atap-atap pendopo. Konon katanya, ini bisa menjaga kayu tetap kuat dan tidak rapuh atau tidak di makan rayap. 









Di pendopo ini, kita akan dibimbing oleh pemandu lokal untuk menjelaskan nama-nama tempat sekaligus sejarah yang ada di Keraton ini. Sang pemandu juga menjelaskan dengan sangat detail, jadi kita bisa tau banyak tentang, Gaes!



Dalam keraton ini, ada banyak titik lokasi yang harus kita kunjungi, misalnya saja Museum lukisan koleksi kerajaan. Di museum ini menyajikan banyak lukisan-lukisan yang sangat cantik. Ada pula lukisan kaca yang sungguh memesona. Lukisan-lukisan ini tidak hanya menjadi pajangan, tapi bisa kita beli juga karena memang di jual.

Ada pula museum kereta Barong. Kereta ini digunakan hanya saat acara-acara besar kejaraan. Saat kereta ini berjalan, sayap-sayap itu akan menggepak seperti sayap burung dan sedang terbang




Selain itu juga, ada Museum Benda Kuno yang menyimpan barang-barang saat masa kerajaan Ada alat musik, alat makan, senjata-senjata dan barang-barang lainnya.








Tempat terakhir yang menjadi kunjungan kami di sini adalah Sumur Agung. Di sini, airnya sangat jernih dan airnya tetap penuh sejak dulu sampai sekarang. Konon katanya, dengan cuci muka atau mandi dengan air ini, kita bisa didekatkan dengan jodoh dan terhindar dari ilmu teluk.


Gak mau lewatin kesempatan ini, aku langsung cus ke lokasi buat cuci muka. Airnya emang seger banget, Gaes!










Keraton ini sangat direkomendasikan untuk lebih mengenal sejarah islam. Namun, ada yang aku sayangkan di sini, karena banyak sekali "pungutan liar". Padahal, usia mereka masih sehat dan segar bugar. Seharusnya mereka bisa mencari nafkah dengan bekerja.

Waktu sudah semakin sore

Setelah menelusuri Keraton Kasepuhan, kami makan sore di Empal Gentong Hj. Apud tadi. Ceritanya ada di bagian atas, ya. Setelah itu, kita lanjut beli oleh-oleh makanan khas Cirebon dan ke kawasan Batik Trusmi.


Batik Trusmi
Batik Trusmi merupakan kawasan berbelanja batik khas Cirebon. Di sini, berbagai model batik tersedia dengan harga yang bervariasi juga. Dari yang murah sampai yang jutaan, semuanya ada.





Batik Trusmi ini sangat terkenal di Cirebon, lho. koleksinya juga sangat lengkap. Gak hanya baju, celana, atau rok batik, tapi ada juga tas, dompet, sarung, sajadah dan beberapa barang lain dengan batik.





Datang ke sini, bisa bikin khilaf kalau gak jaga diri. Karena barang-barangnya emang bagus dan terjangkau. Bikin kita mau ini, mau itu, dan mau semuanya. HUahahha........

Puas berbelanja, kita langsung OTW kembali ke Jakarta karena waktu juga sudah semakin malam.
Sebelum on the way, Pak Supir juga mengingatkan untuk memerhatikan barang bawaan dan teman-teman sekitar agar gak ketinggalan. Perhatian sekali ya, Pak Supir ini. Hehhehe



Perjalanan singkat bersama teman-teman dengan bus big bird ini memang menyenangkan sekali. Aku menikmati setiap km yang kami lalui. Gak heran sih, ya, karena blue bird group ini kan nomor 1 di hati banyak orang. Terpercaya pula.

Jakarta - Cirebon - Jakarta kami nikmati dengan suka cita. Bahkan sampai kembali ke rumah, pukul 12 malam. Gak terasa banget tuh, tau-tau udah di Jakarta lagi. HUhuhu....

Akhir kata, semoga bisa mendapat kesempatan jalan-jalan bersama teman-teman dengan bus Big Bird yang nyaman ini. 



Share:

Wednesday, 10 May 2017

Bahagiakan Keluarga dan Anak Liburan Bersama di Transera Waterpark

Hampir selalu jadi perbincangan hangat bahwa saat ini kita sedang dalam bulan-bulannya banyak tanggal merah. Iyak, maksudnya banyak tanggal liburnya. Gak cuma buat para pekerja, anak sekolah pun turut berbahagia  liburnya juga makin panjang karena kakak kelas yang mau lulus banyak ujian-ujian yang mengharuskan adik kelasnya diliburkan. Hemm... Iya, itu adik dan keponakanku, tuh!


Gak mau ngerasain liburan sekolahnya cuma di rumah aja, adik dan ponakan ini merengek minta diajakin jalan-jalan. Yaudah deh, gak mau membuat mereka kecewa, akhirnya aku mengajak mereka liburan buat main air di Transera Waterpark-Bekasi.

Sebelum kamu bertanya mengenai lokasi dan bagaimana caranya bisa sampai di sini, biar aku jelaskan terlebih dahulu, yak.



Transera Waterpark ini berada di kawasan Kota Harapan Indah-Bekasi. Sewaktu aku berkunjung ke sini, aku menggunakan commuterline atau kereta. Dari Stasiun Pasar Minggu, naik kereta jurusan Stasiun Manggarai. Kemudian dari St. Manggarai transit, dan menaiki kereta jurusan Bekasi. Nah, untuk ke Transera Waterpark, kita bisa turun di St. Kranji, kemudian order transportasi online menuju Transera Waterpark, biar gak ribet, aman, dan cepat sampai. Lokasi dari St. Kranji ke Transera gak sampai setengah jam, kok.

Gak datang ke sini cuma sama adik dan keponakan, tapi si kakak, bundanya keponakanku ini juga mau ikut bersenang-senang di Transera Waterpark. Malahan, si kakak lebih tau soal waterpark ini. Katanya nih, kolam renang ini emang lagi jadi bahan perbincangan teman-teman kantornya. Apalagi di instagram, dia juga lihat bagaimana keseruan liburan di Transera melalui akun instagram: @transerawaterpark.bekasi
Si Kakak ini sebelumnya emang mau ngajak anaknya main ke sini, tapi belum jadi-jadi. Yaudah deh, akhirnya aku yang jadiin ajah. :D

Hem, iya. Transera Waterpark ini memang masih tergolong baru, meskipun gak baru banget juga sih. Hehehe. Coba aja kepoin FB Pages: Transera Waterpark atau akun Twitter @transera_bekasi deh. Taman wisata keluarga ini terletak di area perumahan Kota Harapan Indah, Bekasi. Kita bisa puas bermain di Transera Waterpark dengan luas 6,8 HA yang memiliki berbagai wahana seru dan fasilitas yang lengkap.

Nah, nama transera ini diambil dari kisah eksotika Afrika yang terkenal dengan petualangan alamnya. Transera ini memang mengusung "tema" benua afrika dengan mengambil suasana timbuktu. Di sini, kita memang akan merasakan langsung cuaca panasnya bekasi yang diibaratkan seperti di Afrika. Hehhehe...


Sesampainya kami di Transera Waterpark, gak lupa beli tiket masuknya dulu nih! Sistem tiketnya menggunakan mesin. Gak usah khawatir gak bisa gunain mesinnya, karena ada Mbak-mbak yang akan membantu kita. Setelah struk pembelian tiket keluar, kita membawa struk itu ke loket untuk ditukarkan dengan gelang. Harga tiketnya cuma Rp. 125.000 aja, dan kita udah dapetin gratis main gari-gari dan ducky dunks. Kalau punya point dari telkomsel, bisa kita gunakan untuk potongan harga, lho! Transera ini banyak promonya, Gaes!


Eh, dapet gelang buat apaan coba?
Ini yang wajib banget kamu tau, lho. Di Transera menggunakan gelang tangan sebagai alat untuk bisa masuk melalui gate. Harga gelangnya Rp. 20.000, tapi itu hanya untuk jaminan saja. Saat mau masuk, gelang cukup ditempelkan saja ke mesinnya, nanti otomatis akan terbaca dan kita langsung bisa masuk.

Gak hanya berfungsi sebagai alat untuk masuk ke dalam Transera, gelang ini juga berguna untuk berbagai transaksi, misalnya mau beli tube atau ban untuk berenang, makanan dan minuman, atau membeli koin untuk loker atau penyewaan gazebo untuk beristrirahat. Intinya nih, ini adalah gelang "ajaib" yang bisa digunakan untuk apapun.

Di dalam transera tidak menerima transaksi dengan uang tunai, semuanya harus menggunakan gelang ini. Makanya, gelang ini harus di isi saldo saat pembelian di loket masuk. Kalau saldonya kurang, di dalam Transera juga ada kasir untuk isi ulang saldo.
Jika saldo di dalam gelang masih tersisa, saat mau pulang kita bisa mengambil lagi uang sisa itu, sekaligus uang pembelian gelang sebesar Rp. 20.000 akan kembali lagi.


Setelah berhasil masuk, kita akan disuguhkan dengan SITEMAP. Jadi kita tau dimana letak wahana-wahana yang akan kita kunjungi. Biar gak tersesat. dan tak tau arah jalan pulang.


Ohiya, sebelum nyebur ke kolam, pas baru masuk, aku menemukan sebuah tempat yang menurutku keren dan "fotoable" nih. Namanya Cowboy Town. Pertama melihat, aku pikir ini adalah sebuah taman bermain, tapi ternyata bukan, Gaes. 


Cowboy Town merupakan foodcourt atau tempat yang menyediakan makanan dan minuman dengan tempat yang didesain berbeda dengan tempat lainnya. Tempat ini sangat menarik dan nyaman.  Harga makanan dan minuman juga masih terbilang wajar, tidak dijual terlalu mahal. Kita bisa makan dan minum sambil bersantai ria.



Kalau merasa gak cocok di Cowboy Town, Gazebo yang tersedia di sini juga bisa menjadi tempat santai atau beristirahat yang nyaman. Bisa buat tidur-tiduran juga nih, Gaes. Kita bisa sewa Gazebo yang disediakan ini.  Atau kalau mau yang gak berbayar, kita bisa duduk santai di tenda parasol yang ada di dekat taman lampion.


Tenda Parasol
Saat menikmati makan siang, aku, kakak, adik dan keponakanku memilih untuk makan bersantai di taman tenda dekat taman ini. Tapi tetap, makanan dan minuman harus dibeli di Transera, karena di sini gak boleh membawa makanan dan minuman dari luar. Lokasinya cukup adem karena berada di bawah pepohonan juga. Di sini, kita bisa melihat pemandangan sekitar dan lokasinya yang dekat dengan taman bermain anak dan panggung hiburan. Hehhe...

Sebelum basah-basahan simpan barang bawaan dulu!

Okey, setelah puas menjelajah beberapa titik dan melihat-lihat fasilitas di Transera, si adik dan ponakan udah gak sabar pengen nyebur. Aku dan kakakku juga sih. Gak sabar euy mau basahan-basahan dan menikmati semua wahana bermain yang ada di sini.

Narsis dulu, yak! :D
Tapi nih, sebelum kita basah-basahan, wajib banget menyimpan barang bawaan dulu, karena gak mungkin kan kalau ditinggal pas lagi sayang-sayangnya gitu aja. Barang bawaan kita mesti disimpan di tempat aman agar tidak ada yang hilang. Inget lho, ya, Transera tidak bertanggung jawab atas kehilangan barang-barang kita, yak! Makanya harus di simpan rapi.

Transera menyediakan loker untuk penyimpanan barang. Aku memilih menyimpan barang di loker karena ini penyimpanan yang sangat aman. Penyediaan loker ini gak hanya di satu tempat. Yang aku lihat, tersedia loker di dekat toilet dan di dekat kolam arus. Jumlahnya juga banyak, so' kita gak perlu takut kehabisan loker penyimpanan ini.

Loker ini bisa digunakan jika kita mempunyai koinnya. Per koin dijual dengan harga Rp. 10.000. Jadi, 1 koin ini untuk 1 kali pakai. Bayarnya tentu dengan menggunakan uang elektronik yang ada di gelang yang kita punya itu, ya. Hhehee



Ohiya, sebelum nyebur, aku terlebih dahulu mengganti pakaian. Yang aku suka dari tempat ini juga, toilet sangat bersih, gak berbau dan terjaga banget. Petugasnya sering berlalu lalang setiap beberapa menit. Jadi, kalau ada kotor atau becek, langsung dibersihkan sehingga kondisi atau keadaan toilet bisa terjaga seperti ini. Pun dengan tempat bilas setelah renang, ada shower untuk mandi dan tempat ganti yang nyaman dan aman.

Dimulai dari Zambesi River


Zambesi River ini adalah kolam arus yang panjangnya lebih kurang 333 meter yang ada di Transera Waterpark. Di sini, kita bisa bersantai-santai menggunakan ban atau tube single untuk satu orang, atau double untuk 2 orang. Kalau aku menggunakan yang double karena berdua sama si Aa. Sedang kakaku, berdua dengan anaknya/. Untuk ban ini, bisa kita sewa, ya. 

Sepanjang jalan menelusuri kolam arus ini, kita akan melihat berbagai pemadangan indah dan relief patung-patung yang menceritakan tentang perjalanan seorang pemuda yang berpetualang. Konon katanya, pemuda ini mencari pedang sakti demi membasmi penyihir jahat yang memporak-porakan desanya.

Narsis lagi. Narsis Terus :D

Yang gak bisa dilupain pas seru-seruan di kolam Zambesi River, aku, adik, kakak dan keponakan santai-santai di sini sampai akhirnya kami ngakak bareng gara-gara si kakak tenggelam karena jatuh dari ban gara-gara ulah iseng anaknya sendiri. Udah gitu nih, si kakak juga susah banget buat naik ke ban lagi karena emang tubuhnya yang agak gemuk membuat dia sulit buat naik. Aku dan yang lainnya ngeliatin dia sambil ketawa ngakak. Sayang banget aku gak berhasil ngambil video lucunya. Huahahha

Kolam arus yang kami telusuri ternyata menghubungkan kami pada wahana papan seluncur yang dari ketinggian itu. Namanya Cango Slide yang memiliki 2 papan seluncur terbuka dan tertutup. Aku nyobain ini rasanya sesuatu banget, Gaes. 

Gak mau melewati moment seru ini, Aku, kakak adik dan ponakanku ini nyobain papan selucur yang tertutup. Dengan penuh keseruan, kami meluncur  dengan ban dari atas sampai kembali ke kolam arus.  Karena kami memilih seluncur yang tertutup, pas di dalam itu lumayan terasa panas nya.


Coba nih liat sepenggal keseruan dan kebahagiaan adik dan ponakanku yang meluncur dari Cango Slide :D



Adik dan ponakanku ini seneng banget menikmati wahana seluncur dari ketinggian ini. Bahkan mereka naik lagi-lagi dan lagi.

Ohiya, sebelum merasakan serunya meluncur dari atas, kita harus menaiki tangganya dulu. Pas udah di atas, akan ada wahana Cango Slide yang tertutup dan terbuka, serta wahana Mosi Oa Tunya nih.

Kalau Mosi Oa Tunya, ini adalah 4 slide yang sejajar seperti gelombang. Ketika meluncur di sini, kita jadi akan ngerasain sensasi seru gelombangnya ini, Gaes. Ada 4 papan seluncur yang bisa kita gunakan buat perlombaan juga. Jadi kamu meluncur bareng temanmu dan nanti akan terlihat deh siapa yang sampai di ujung duluan. Muehehhe.. Seru, ya?

Untuk bermain di wahana ini mesti menggunakan matras dengan posisi tengkurap, ya!


Okey, lanjut. Gak cuma Cango Slide dan Mosi Oa Tunya yang bikin liburan ini makin seru. Aku juga nyobain Crazy Cone, papan seluncur dari atas yang lumayan tinggi juga.

Crazy Cone yang benar-benar gila sensasinya.
Dengan menggunakan 1 ban double, aku dan si Aa meluncur dari papan seluncur  setinggi 14 meter yang tertutup ini sampai akhirnya kami mulai berasa "gilanya" pas melewati corong raksasa yang terbuka. Duhhh, rasanya tuh kayak......... aahh, sulit diungkapkanlah pokoknya. Antara seru, takut, gilu semuanya jadi satu. 

Di corong ini, kita terkoyak-koyak ke kiri-ke kanan sampai akhirnya meluncur lagi ke bawah. Gilanya lagi, aku harus melewati 3 corong raksasa. Di koyak-koyak, di corong raksasa ke 2, aku harus meluncur melewati trowongan dengan posisi mundur kebelakang gara-gara posisi ban yang berubah. Keseruan terus berlanjut sampai akhirnya aku menemukan ujungnya. Hffff....
Seru bangetlah pokoknya. Mau lagi, tapi mayan tuh, bikin takut juga. Hahah


Setelah puas menikmati wahana-wahana seluncur dari ketinggian, aku, kakak, adik dan ponakan blusukan nyari wahana seru lainnya. Dan pencarian kami berhenti di Turkana Pool.

Turkana Pool Kolam renang yang sebenarnya khusus anak-anak ini juga tidak luput dari kunjunganku. Ya, aku ini kan masih usia belasan, jadi gak salah tah kalau main ke kolam ini juga? Uhuks


Kedalaman kolam renang ini kurang lebih hanya 50cm. Turkana Pool dibuat dengan penuh warna-warni yang mempunyai daya tarik siapapun agar datang ke sini. Anak-anak juga bisa bermain dengan bebas dan menikmati wahana-wahana yang ada. Biasanya, anak-anak suka banget berdiam di bawah "ember tumpah" yang memberikan kesan diguyur air seperti berada di bawah air terjun. 


Malahan nih, gak cuma anak-anak yang bermain di Turkana Pool, tapi aku, kakak dan orang-orang dewasa lain ikut bermain di sini. Tapi tetap harus nyadar diri, gak boleh main-main di wahananya, karena berat badan tubuh bisa memengaruhi kondisi wahana yang ada di sini.

Gak cuma ada ember tumpah, kolam renang anak ini menyediakan berbagai wahana permainan seperti papan seluncur layaknya di wahana orang dewasa. Bahkan ada 4 papan seluncur, lho. 

Lanjut ke Golwe Pool


Gak mau berhenti sampai di sini. Puas santai-santai di Turkana Pool, aku juga mencoba merasakan kolam renang berombak seperti layaknya di laut. Namanya Golwe Pool. Di sini, kita akan merasakan ombak yang mencapai 1,60 meter dan sensasi digulung ombak dan beriar seperti di lautan afrika.

Ombaknya ini gak setiap saat ada. Jadi, pas ombak ini main, semua orang baru berdatangan untuk merasakan serunya digulung ombak.

Di Transera Waterpark, ada wahana Drypark juga

Gak hanya wahana bermain air, di Transera Waterpark juga menyediakan taman bermain untuk anak-anak, lho. Di sini, anak-anak bisa bermain dengan bebas dan sepuasnya. Sekalian ada edukasi berlalu lintas di sini.

Di Obus
Obus ini dirancang seperti rumah tradisional suku Afrika. Beragam sarana tambahan juga disediakan di sini seperti pepohonan dan sarana lain yang bisa menunjang motorik anak. Tempat ini cocok banget deh  untuk membuat anak jadi kreatif juga.



Dibagian sisinya ada pula wahana permainan gari-gari. Kalau aku, sering nyebutnya permainan "bom-bom car" atau bumper car. Biasanya, anak-anak pada suka nih. Tapi wahana ini bukan hanya untuk anak-anak, tapi orang dewasa juga bisa bermain ini.  

Bermain Gari-gari


Ohiya, ini salah satu wahana yang berbayar di Transera. Untuk bermain Gari-gari, kita cukup membayar Rp. 15.000 menggunakan uang elektronik di gelang. Tapi bisa dapet gratis juga karena ada promosi dari Transera. Seperti Adik dan ponakanku main di sini tanpa harus bayar.

Yuk, intip keseruannya di video ini!

Beralih ke wahana permainan selanjutnya, puas bermain gari-gari, si aa dan putra minta bermain tembak-tembakan air dari bumper boat. Di Transera Waterpark ini namanya Ducky Dunks.


Nah, ducky  Dunks ini permainan di atas bumper boat yang ada di atas air yang dilengkapi dengan tembakan air. Serunya bermain ni, kita bisa nembak-nembakin teman atau orang yang ada di sekitar kita, Gaes. Mayan tuh bisa bikin basah-basah. Hihih

Ada satu lagi nih yang harus kamu tau. Ada wahana bernama Tangalooma yang memberikan kita keseruan berseluncur dari ketinggian 40 meter menggunakan ban.  



Yap, kira-kira begitu ajalah cerita keseruanku bersama keluarga di Transera Waterpark minggu lalu. Kalau di tanya pengen ke sini lagi atau enggak, tentu aja pengelah! Pengennya sih ngajak Ibu, Bapak, Kakak dan Keponakan yang lain. Mereka bahagia banget kalau diajak senang-senang ke sini.

Selain wahana dan permainannya yang seru seperti yang aku tulis di atas, aku punya beberapa alasan kenapa kalian mesti berkunjung ke Transera Waterpark juga. Nih, alasannya!

1. Fasilitasnya yang lengkap


Transera Waterpark peduli dengan apa-apa yang kita butuhkan. Demi memanjakan pengunjungnya, Transera melengkapi semua fasilitas-fasilitas yang bisa memudahkan pengunjung. Transera melengkapi beberapa sudut dengan petunjuk arah yang memudahkan kita menemukan lokasi yang ingin kita tuju.  Untuk umat muslim, di sini sudah tersedia mushola. Untuk mengisi perut, sudah ada foodcourt.  Buat yang membawa kendaraan, ada lahan parkir yang sangat luas.

Selain itu, ada Gazebo atau tenda parasol untuk tempat istirahat, loker penyimpanan barang yang aman, toilet, tempat sampah, rental ban untuk berenang atau tube, kasir, customer service, ATM Center sampai klinik kesehatan.

2. Keamanannya yang terjaga


Hampir di setiap kolam renang dan tempat bermain, ada petugas penjaga yang selalu memantau kita. Yap, petugas ini siap siaga membantu siapapun atau saat melihat ada hal buruk yang terjadi. Dia juga akan menasehati kita untuk tetap menjaga keselamatan. Kita juga bisa dengan mudah meminta pertolongannya jika memang membutuhkan. Ini nih yang aku suka dari Transera. Petugasnya memantau terus. 

3. Sistem Teknologi yang Canggih




Gak perlu repot-repot membawa uang cash saat main air, karena segala transaksi di sini menggunakan uang elektronik yang tersimpan di gelang yang kita beli sebelum masuk ke dalam transera. Cara menggunakannya juga mudah, hanya tinggal tempel, semuanya langsung beres. Hihih


Bahagiakan Keluarga dan Anak Liburan Bersama
di Transera Waterpark

  
Menikmati liburan dengan mengajak keluarga atau anak di Transera Waterpark memang sangat menyenangkan. Bahkan gak cuma keluarga atau anak, ajak liburan teman, kekasih atau gebetan ke sini juga seru banget. Cuaca yang panas bah di afrika gak bisa menjadi alasan kita buat males-malesan. Justru nih, keseruan bisa makin nambah. Cuaca "afrika" ini membuat kita gak gampang kedinginan meskipun berenang atau berada dalam air sekian jam. So' kita bisa santai berlama-lama di sini.

Pengalamanku mengajak liburan kakak, adik dan keponakanku ke Transera Waterpark sangat membahagiakan sekali. Semua wahana permaianan kami coba, mulai waterpark sampai drypark. Keseruan gak habis-habis sampai kami kembali ke rumah.

Kamu gimana? Jadi pengen membahagiakan keluarga atau anak liburan di Transera Waterpark juga, kan? Hihihi...

Ohiya, ada sepenggal video keseruan kami saat menikmati liburan di Transera Waterpark, nih. Yuk, di tonton  :)


Share:
Scroll To Top