Hanya Sebuah Diary ......

Friday, 15 September 2017

Traveling 10 Hari - Bawa Tas & Koper, nih?

Seminggu sebelum hari H, segala keperluan dan perlengkapan untuk melakukan perjalanan ke Malang dan Jogja sudah mulai dipersiapkan. Rasanya kayak gak sabar menanti hari itu. Secara, ini adalah perjalanan pertamaku setelah sekian lama diidam-idamkan. Apalagi, setelah beberapa kali mengalami kegagalan karena gak mendapat izin dari Ibu. Duh, elah. Jadi anak kesayangan mah emang susah. Nginep di rumah temen yang masih tetangga aja gak dibolehin. Apalagi sampai nginep di luar kota. Boleh sih boleh, asal didampingi orangtua atau Kakak. Haelaah.....

Ya gitu. Meskipun usia udah gak belasan, aku bukan tipe anak yang "dibebasin" sama keluarga, terutama Ibu dan Bapak. Apalagi soal berkunjung dan bermalam di kota orang. Tapi kali ini, aku bersikeras meyakinkan mereka bahwa aku ini sudah besar, sudah bisa mandi sendiri, cari uang sendiri, dan hidup bahagia bersama kamu mandiri. Setelah mengeluarkan "rayuan maut", akhirnya, permohonanku untuk melakukan perjalanan ke Malang dan Jogja pun di ACC meskipun cuma berdua dengan temanku, Anggita. Yeaayyyy................

Tujuan Traveling pertamaku kali ini adalah ke Malang untuk mengunjungi Museum Angkut, mengunjungi Bude Sara beserta keluarga besar dari Ibu, ke Gunung Bromo, dan Wisata Penanjakan. Kemudian ke Jogja untuk mengunjungi Mbah temanku, Anggita, sekaligus mengunjungi beberapa tempat di Jogja seperti Tugu Jogja, Pantai, Hutan Pinus, dan beberapa tempat lainnya.

https://2.bp.blogspot.com/-PcpJXjUCJ0U/WbPZTpO5n-I/AAAAAAAAFsU/USpcwpyxszMUyDNuQzE8h7NDGDf6DUImgCLcBGAs/s640/tas_untuk_Traveling.jpg

H-1 minggu, Ibu  udah mulai mengingatkan keperluan dan perlengkapan apa aja yang harus dibawa. Termasuk soal Tas & Koper mana yang mau digunakan. Karena aku harus memilih Tas dan Koper yang tepat untuk menampung semua barang bawaan. Secara gitu, 10 hari bukan waktu yang sebentar untuk tinggal di kota orang. Apalagi, aku harus membawa semua perlengkapan yang dibutuhkan, termasuk obat-obatan, pakaian, kebaya kondangan, sepatu, jaket, perlengkapan sholat, mandi dan seperangkat alat narsis lainnya. 

Di kota orang 10 hari. Bawa tas atau koper nih? Kalau saran dari Ibu sih, aku disuruh menggunakan koper aja. Tapi kan............ Aah, hal ini menjadi penyebab kegalauanku H-1 minggu traveling. Kalau bawa tas ransel biasa, emang muat? Kalau bawa koper, emang gak repot? Secara gitu, ada beberapa lokasi yang sepertinya gak mendukung kalau bawa-bawa koper.

Setelah beberapa kali galau memikirkan soal Tas & Koper, akhirnya aku memutuskan untuk membawa tas ransel dan slempang kecil untuk menemani perjalananku. Alasannya sih karena mudah didapatkan di MatahariMall.com, dan lebih enak dibawa dalam perjalanan. Tas ransel untuk menyimpan pakaian dan perlengkapan lainnya, sedang tas slempang untuk menyimpan HP dan Uang. 

Eh, emang muat menyimpan keperluan dan perlengkapan untuk traveling 10 hari dalam satu tas ransel dan satu tas kecil? Muat aja, kok! Namun dengan beberapa syarat yang harus dipenuhi. Apa aja itu? Nih, simak!

Pertama:  Bawa Barang Bawaan yang dibutuhkan aja
Yang ini dibutuhin, yang itu juga butuh. Trus yang anu perlu juga buat nganu. 
Ah iya. Biasanya mah cewek gitu. Ngeliat ini dan itu ngerasa bakal dibutuhin. Padahal mah, sebenarnya benda itu gak dibutuhin banget. Iya, itu aku banget deh. Wkwkw

Sempat galau soal barang-barang apa yang mau dibawa. Pengennya sih kemas barang bawaan sedikit mungkin, tapi ngeliat ini mau dibawa, ngeliat itu mau dibawa juga. Pas udah numpuk, baru sadar tasnya udah gak muat. Huh!

Nah-nah, hal ini emang harus banget diperhatikan. Pengalamanku traveling tahun lalu, hampir aja aku bawa barang-barang yang gak penting, tapi akhirnya aku cek ulang dan hanya bawa barang yang benar-benar yang diperluin aja. Termasuk soal pakaian. Traveling 10 hari bukan berarti harus bawa 10 style baju lho.

Untuk menghemat muatan dalam tas, barang bawaan seperti sepatu dan Jaket lebih baik dipakai saja, dan jangan dimasukkan ke dalam tas. Karena 2 barang ini lumayan "makan tempat" lho. Kayak aku gini, jaket diikat di pinggang aja :D

Kedua:  Lipat pakaian dengan rapi
Untuk mengemas barang bawaan supaya rapi dan muat dalam tas, melipat pakaian dengan rapi itu penting banget. Soal melipat baju, aku menggunakan model "gulung-gulung" supaya semuanya muat dalam tas.
https://4.bp.blogspot.com/-XsGnpOQvId8/WbO-ZFM4fWI/AAAAAAAAFsE/3xvFpL_t6JUReBlXzlALzwStqAdyhU5HgCLcBGAs/s400/Tips%2BMelipat%2BBaju.jpg
Source: Google 

Ohiya, tips melipat baju seperti ini pertama aku tau dari temanku Neta pas lagi perpisahan sekolah SMK. Pas nyoba melipat baju seperti ini, ternyata memang benar jadi lebih menghemat muatan di dalam tas. Tips ini ternyata juga banyak diterapkan dan direkomendasikan orang-orang untuk mengemas barang bawaan lho. 

Ketiga: Bawa Kantung Plastik kosong dan Tote bag
Kebanyakan orang pasti gak kepikiran buat bawa kantung plastik kosong, termasuk aku. Kalau gak diingatkan Ibu, aku juga lupa untuk membawa kantung plastik ini. Padahal, kantung plastik penting banget untuk dibawa atau disiapkan di dalam tas untuk hal-hal yang tidak terduga. Misalnya pas "mabuk" dalam perjalanan, atau menyimpan sampah agar tidak berceceran. Termasuk juga untuk menyimpan pakaian kotor bekas pakai. Karena sayang dong kalau pakaian bekas pakai dicampur dengan pakaian bersih di dalam tas tanpa "pembatas".

"Ngapain bawa-bawa kantung plastik segala? Kan kalau beli makan atau minuman nanti dapat plastiknya?"

Iya, sih. Kalau beli sesuatu di mini market, kita pasti mendapat kantung plastik. Tapi kan, mungkin aja kita membutuhkan kantung plastik sebelum datang ke mini market. Makanya, bawa cadangan kantung plastik dari rumah lebih aman. Gak usah banyak-banyak. Cukup 1 ukuran kecil, dan 1 ukuran besar aja kok.

Selain itu, aku juga membawa Tote bag atau tas tenteng untuk menyimpan oleh-oleh saat hendak balik ke Jakarta. Tas ini juga berguna untuk menyimpan pakaian kotor juga sih.

Oke. Sekiranya begitulah cerita pengalamanku saat hendak traveling 10 hari tahun lalu. Kalau aku memilih  menggunakan tas ransel dan tas slempang, kalau kalian lebih memilih tas atau koper nih?

Share:

Tuesday, 29 August 2017

Meriahnya Festival Permainan Tradisional di Kampung Berseri Astra

Sejahtera bersama bangsa, tak terasa, sudah 60 tahun sudah Astra Internasional Tbk menginspirasi semangat Terpadu untuk Indonesia Satu. Salah satu Inspirasi Astra yang patut diapresiasikan adalah terciptanya Kampung Berseri Astra yang merupakan program CSR Astra dalam membantu masyrakat Indonesia dalam bidang Pendidikan, Kesehatan, Kewirausahaan, dan Lingkungan.

Astra berharap,  program Kampung Berseri Astra bisa memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar sesuai prinsip Instalasi Astra. Masyrakat atau "penghuni" Kampung Berseri Astra bisa berkolaborasi dengan perusahaan untuk bersama-sama mewujudkan wilayah yang bersih, sehat, cerdas dan produktif sehingga bisa meningkatkan kualitas hidup.


Salah satu wujud nyata dari program CSR Astra adalah terciptanya Ruang Publik Terpadu Ramah Anak atau yang biasa disebut dengan RPTRA . Sengaja diciptakan spesial untuk anak-anak, karena Astra sadar bahwa saat ini ruang bermain untuk anak-anak sudah sangat minim sehingga mempersempit aktivitas anak-anak untuk bermain. Makanya, Astra dengan senang hati membangun RPTRA di beberapa lokasi seperti di Jakarta.

Bukan hanya itu aja, Astra juga mengadakan Festival Permainan Tradisional Berseri dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (pada tanggal 23 Juli) , sekaligus Hari Kemerdekaan Indonesia pada tanggal (17 Agustus) yang bertempat di RPTRA Ciganjur - Jakarta Selatan, pada hari Minggu, 27 Agustus 2017. Dalam Festival ini, Astra mengusung tema "Permainan Untuk Anak Negeri". Dan alhamdulillah, aku diberi kesempatan untuk menyaksikan secara langsung puncak acara dari Festival ini. 


Meskipun tinggal di bagian Selatan Jakarta, sejujurnya aku masih awam dengan jalan-jalan daerah Selatan. Makanya, sempat bingung saat hendak berpergian menuju tempat acara. Tapi alhamdulillah, aku bisa sampai dengan selamat di RPTRA dengan berpedoman pada peta, meskipun terasa asing sekali ketika dalam perjalanan menuju RPTRA Ciganjur ini. Huahahaha...

Acara Festival Permainan Tradisional Berseri ini dimulai sejak pukul 7:00 pagi dengan berbagai perlombaan permainan tradisional. Tapi karena undangan suatu hal, aku baru datang pukul 13:00. Sempat nyesel juga sih, karena datang siang, jadi gak bisa menyaksikan keseruan-keseruan di pagi hari. 


Acara siang itu diawali dengan pementasan dari anak-anak KBEA Ciganjur. Anak-anak ini memperkenalkan secara singkat bagaimana keseharian mereka ketika bermain permainan tradisional seperti Taplak gunung, lompat tali (karet), ular naga panjang, congklak, dan permainan tradisional lainnya. Waktu kecil, aku pernah tuh memainkan permainan yang mereka pentaskan. Rasanya tuh jadi kangen masa kecil gitu, ya? :D


Gak hanya itu aja sih, pementasan dilanjut dengan penampilan tarian tradisional jawa yang dibawakan oleh anak-anak. Meskipun mereka dari Kampung KABEA Jakarta (betawi), bukan berarti mereka gak bisa menari tradisional Jawa kan, ya? Hihihi....

Usai pemantasan tari, Acara dilanjut dengan sambutan dari manajemen Astra, Wakil Walikota Jakarta Selatan, Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Seorang Pakar Hak Anak yang Memberikan seminar Parenting untuk tamu undangan terutama para orangtua di Kampung Berseri Astra.


Dalam salah satu sambutan, Pak Arifin, selaku Wakil Walikota Jakarta Selatan mengatakan turut bangga dan senang atas terselenggaranya Festival Permainan Tradisional ini. Beliau juga mengatakan bahwa permainan tradisional semacam ini memang harus kita kenalkan kepada anak-anak kita untuk membudayakan gotong royong sejak usia dini.


Peserta yang ikut dalam festival ini adalah anak-anak dari KBEA Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek) yang telah berhasil memenangkan perlombaan di daerah masing-masing sebelum akhirnya mengikuti final lomba di KBEA Ciganjur pada hari ini. Jadi, mereka bukan anak-anak sembarangan, lho. Hihihi

Nah, moment paling seru yang aku tunggu-tunggu dalam acara ini adalah ketika menyaksikan pertandingan final permainan tradisional dari pemenang antar KBEA Jadetabek.

Festival Permainan Tradisional anak ini meliputi permainan Egrang, Hadang/Gerobak Sodor, Terompah Panjang, Dagongan dan Lari Lari Balok. Tapi dalam acara puncak ini, ada 3 permainan yang difinalkan, yaitu Lari Balok, Egrang dan Dagongan. Permainan Lari Balok dan Egrang diikuti oleh satu orang perwakilan dari pemenang di KBEA-nya. Sedang permainan Dagongan dilombakan secara berkelompok antar KBEA.

Hayo diingat lagi, siapa diantara kalian yang memainkan permainan ini? alhamdulillah, ya. Aku pernah merasakannya, meskipun hanya beberapa permainan saja. Karena jujur sih, jaman aku kecil, permainan tradisional di kota-koa besar kurang diminati.

Kalau kita ingat kembali, kita pasti tau bahwa permainan-permainan ini bukanlah permaian biasa. Selain untuk bersenang-senang, permainan ini memiliki nilai-nilai sosialiasi yang sangat tinggi, seperti  gotong royong dan kerjasama tim.


Eh, apa sih permainan Lari Balok, Egrang dan Dagongan itu? Yuk, simak ulasannya!

Lari Balok ini adalah permainan dengan adu kecepatan menempuh suatu jarak tertentu di atas empat buah balok kecil yang menyerupai batu bata. Setiap melangkah, pemain harus memindah-mindahkan balok tersebut dari belakang ke depan sebagai tempat pijakan mereka. Intinya, mereka harus menempuh suatu jarak dengan menginjak balok-balok tersebut sebagai alas hingga garis finish.

Melihat para peserta bermain Lari Balok, kayaknya seru banget lho. Mereka dengan gesit "berlari" di atas balok-balok yang dipindahkan dengan cepat. Kalau aku sih kayaknya bakal keliru deh mindahin balok-baloknya itu. Huahahah..

Egrang, meskipun belum tau pasti asal permainan ini dari mana, tapi permainan yang satu ini banyak diminati dan sering dimainkan anak-anak hingga orang dewasa dari berbagai daerah. Disetiap daerah, nama permainan ini juga berbeda-beda. Tapi kalau aku lebih tau dengan sebutan Egrang.

Bermain Egrang bukan hal yang mudah, karena butuh keterampilan dan keseimbangan tubuh saat menaiki bambunya. Jadi, jangan heran kalau banyak yang tidak bisa memainkan permainan ini, karena aku sendiri pun gak bisa bermain Egrang. Huh!

Kalau dilihat sih, cara bermain Egrang ini cukup mudah, Tinggal menaiki bambu yang sudah dilengkapi untuk pijakanya. lalu berjalan dengan menggunakan bambu tersebut sebagai "kaki".  Ya, Kurang lebih begitu deh :D

Sempat agak ngilu melihat peserta final permainan Egrang ini. Pasalnya, ada yang sempat terjatuh dari atas Egrang dikarenakan kondisi lapangan yang agak licin. Tapi syukur alhamdulillah sih, anak yang jatuh itu masih baik-baik saja, dan  bisa mendapatkan juara 1. Hehehhe, selamat ya, Dek!

Dagongan. Jika biasanya 17 Agustusan identik dengan Tarik Tambang, ternyata ada permainan dagongan yang mirip dengan tarik tambang ini. Eh, bukan tarik sih, tapi lebih tepatnya mendorong bambu hingga lawan di depan tidak bisa berkutik. 


Jadi, ada sebuah bambu panjang yang sudah dilengkapi dengan 3 garis. Garis ditengah adalah garis batas tengah antara kelompok satu dengan kelompok lawan. Misalnya kelompok Merah dan Kuning. Ketika permainan dimulai, kelompok Merah atau Kuning harus mendorong bambu tersebut hingga garis bambu sudah melewati batas antar kelompok Merah dan Kuning. Jika kelompok Merah berhasil mendorong mengalahkan kelompok Kuning, maka kelompok Merah mendapatkan 1 skor. Setelah ada yang mendapat skor, kelompok harus berpindah tempat dan memulai sesi kedua. Permainan dilakukan sampai ada pemenangnya. Jika skor seimbang, maka dilakukan sesi berikutnya.


Jika ada perlombaan permainan Dagongan, tidak usah takut dicurangi oleh kelompok lawan, karena permaian ini biasanya mengutamakan berat badan yang sama atau seimbang dalam 1 kelompoknya. Jika panitia tidak mengukur berat badan antar kedua pemain, berarti permainan kurang mendapat keadilan dan permainan akan cenderung dimenangkan pada kelompok dengan berat badan yang besar-besar.


Jujur sih, dari 3 Permainan yang aku lihat ini, aku hanya tau permainan Egrang dan  sangat awam dengan permainan Lari Balok dan Dagongan. Tau aja kurang, apalagi nyobain mainnya? Gak Pernah. Huh! Apa mungkin karena aku ini sudah terkena virus Milenial pecinta gadget sehingga tidak tau permainan tradisional ini? Huaaaaa............

Ah, iya. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa canggihnya teknologi masa kini benar-benar mengubah dunia menjadi generasi menunduk (main gadget). Tidak hanya untuk orang dewasa, tapi anak-anak pun terkena akibatnya. 


Permainan Tradisional yang seharusnya menjadi permainan seru untuk kalangan anak-anak pun banyak terlupakan. Fatalnya, bahkan banyak anak-anak yang sudah tidak lagi mengenali permainan tradisional ini. Kebanyakan dari mereka lebih memilih mengurung diri di kamar atau suatu tempat dan terfokus pada gadget atau smartphone. Hal ini juga menyebabkan beberapa anak menjadi kurang gerak sampai akhirnya muncul suatu penyakit. 


Makanya, untuk itu Astra mengajak dan menyadarkan masyarakat, terkhusus Kampung Berseri Astra untuk "melek" dan kembali memperkenalkan Permainan Tradisional untuk membali dimainkan anak-anak. Karena Permainan Tradisional adalah permainan untuk anak negeri.


Gak hanya permainan tradisional aja, dalam festival ini, Astra juga mengadakan Lomba Seni Mural Astra yang diikuti oleh mahasiswa/i dari beberapa Universitas dan perguruan Tinggi. Karya seni dari mahasiswa/i ini juga dipamerkan di Festival Permainan Tradisional. Kita bisa melihat langsung Seni Mural yang di pamerkan, lho. 

Dari Festival Permainan Tradisional ini, aku jadi semakin sadar bahwa kita memang perlu memperkenalkan kembali permainan tradisional sejak dini kepada anak-anak bangsa sebelum kecanggihan teknologi membuat mereka melupakan permainan khas tradisional bangsa Indonesia.

Apalagi, permainan tradisional mempunyai banyak manfaat, termasuk untuk melatih kebersamaan, kerjasama, gotong royong, kemampuan bersosialisasi dan juga kesehatan, karena gerakan-gerakan dalam permainan ini.

Harapanku nih, semoga Astra bisa juga berkomitmen untuk selalu membantu masyarakat Indonesia melalui program CSR-nya, termasuk dengan mengadakan Festival Permainan Tradisional setiap tahunnya, agar permainan tradisional tidak terlupakan, terkhususnya bagi anak-anak bangsa.

Dimulai dari kita juga, dan bersama Astra, yuk, kita ajak anak-anak untuk menjauhi gadget dan menikmati masa kecil mereka dengan permainan-permainan tradisional ^.^

Ohiya, biar lebih greget, kamu bisa lihat dokumentasi singkat acara Festival Permainan Tradisional Berseri Astra di video ini, ya :*


Share:

Monday, 28 August 2017

8 Tempat Wisata Kuliner di Bekasi yang Bikin Ketagihan

Sebagai salah satu kota besar, Bekasi memiliki banyak tempat wisata kuliner. Makanan yang disajikan sangat beragam. Mulai dari tradisional hingga internasional. Cita rasanya pun bervariasi; mengadopsi resep nusantara.

(sumber : bekasicity.net)
Berkunjung ke Bekasi, belum lengkap rasanya kalau gak mampir ke pusat kuliner ini, lho. Konon, kelezatan rasa yang ditawarkan membuat kita ketagihan. Nah-nah, dimana aja nih kita bisa menemukan tempat tersebut? Yuk, simak 8 Tempat Wisata Kuliner di Bekasi yang Bikin Ketagihan!

1. Koma Junkyard Cafe Bekasi
Koma Junkyard Cafe merupakan area makan sekaligus kongko berkonsep terbuka. Menyediakan beragam makanan ringan dan santapan ala Bekasi. Rata-rata menu dibanderol dengan harga terjangkau. Cocok untuk tempat bersantap para mahasiswa, anak muda, atau backpacker yang ingin menghemat biaya.

2. Eggo Waffle 
Mau mencicipi waffle ala Jepang? Kamu harus mengunjungi Eggo Waffle. Selain menyajikan Japanese Sewaeed Tempura Waffle, tersedia juga tempat makan yang nyaman. Pokoknya sih cocok banget untuk berkumpul bersama teman-teman atau keluarga. Kafe ini mulai beroperasi pukul 09.00 pagi sampai malam hari.

3. Nenen Nyok Bekasi
Duh, namanya agak nganu, ya? Huahaha..
Wisata kuliner tak hanya soal makanan. Aneka olahan susu sapi pun bisa dicicipi. Inilah yang ditawarkan Nenen Nyok Bekasi; kafe berkonsep kontemporer modern. Selain varian minuman susu, tersedia beberapa jenis kudapan mancanegara, seperti spaghetti, fettuccini, serta chicken katsu.
Yakin, jadi pengen ke sini kan?

4. Warung Pancong Balap Bekasi
Pernah mencicipi kue pancong? Sebenarnya, kudapan ringan ini merupakan makanan khas Betawi. Rasanya gurih dan lezat. Berbentuk setengah lingkaran dengan warna cokelat dan putih. Kue tersebut bisa dijumpai di beberapa daerah meskipun namanya berbeda.
Warung ini menjual beragam kue pancong dengan rasa bervariasi. Mulai dari cokelat, keju, original, atau susu. Tempat tersebut sering dikunjungi anak-anak muda. Pasalnya, tersedia area kongko yang kondusif. Selain itu, harga makanan di sini tergolong murah. Kamu bisa mendatangi Warung Pancong Balap kapan pun selama 24 jam.

5. Sringopi
Kamu Penggemar kopi? Berarti harus datang ke tempat ini! Letaknya di kompleks Ruko Galaxy Residence dengan konsep kedai modern. Dinding-dindingnya penuh coretan kreatif berbentuk lukisan. Kamu bisa memesan beragam jenis minuman kopi khas nusantara di sini. Di samping itu, tersedia makanan ringan, susu avocado, dan blackforest.

6. Gulai Kambing Pak Mat
Gulai kambing merupakan makanan paling laris di warung Pak Mat Bekasi. Lokasinya di Jalan Pasar Lama, Bantargebang. Sajian gulai tersebut sangat disukai karena menawarkan daging empuk, lembut, dan lezat. Kamu juga dapat menikmati sate kambing khas Pak Mat dengan racikan bumbu spesial. Tertarik?

7. Tahu Tek-Tek
Tahu tek-tek merupakan makanan khas Surabaya. Makanan ini berisi tahu, tauge, tahu, irisan lontong, dan telur. Kemudian, ditaburi beragam bumbu, seperti bumbu kacang dan petis. Kini, Kamu tak perlu ke Surabaya untuk menikmatinya. Di kawasan Pekayon Bekasi, berdekatan dengan Universitas Gunadharma, terdapat warung tahu tek-tek yang lezat. 

8. Bakmi GM
Suka masakan berbahan mi? Berarti Kamu perlu mencicipi kuliner di Bakmi GM. Berlokasi di Ruko Summarecon Bekasi, tempat tersebut menawarkan olahan mi dengan cita rasa khas. Teksturnya kenyal dan tipis sehingga mudah disantap. Beberapa menu yang tersedia, antara lain Bakmi Ayam Saus Thai, Bakmi Goreng GM, dan Pangsit Goreng.

Oke, itulah 8 dari sekian banyak tempat Wisata Kuliner di Bekasi. Kalau datang ke Bekasi, jangan lupa kunjungi 8 atau minimal 1 dari tempat ini, ya! Tapi, ada baiknya kalau nyobain semua kuliner yang ada di Bekasi ini.

Kalau kamu mau menelusuri tempat wisata kuliner di Bekasi, kamu membutuhkan waktu berhari-hari. Karena gak mungkin lho kalau hanya sehari saja. Nah, gak ada salahnya juga kalau kamu menghabiskan liburan di sana sambil mengunjungi beragam restoran dan kafe juga. Soal akomodasi,  Airy Rooms bisa mencarikan hotel murah di Bekasi


Gak usah bingung dengan penginapan, Kamar yang ditawarkan memiliki beragam fasilitas, seperti TV, WiFi, AC, meja, dan beberapa perabot modern lainnya. Untuk pemesanannya pun mudah, dapat dilakukan sebelum tiba di Bekasi. Pemesanan juga bisa dilakukan melalui website resmi Airy Rooms di www.airyrooms.com atau menggunakan aplikasi mobile. Setelah pemesanan berhasil, pastikan Kamu sudah membayar tagihannya melalui ATM atau Indomaret terdekat sebelum datang ke lokasi menginapan, ya.. Finally, liburan pun  menjadi lebih menyenangkan

Setelah jalan-jalan menikmati wisata kuliner dan wisata lainnya di Bekasi, kita bisa istirahat di penginapan Airy Rooms yang nyaman~
Share:

Monday, 21 August 2017

Karena Pancasila Sumber Inspirasi Maju

Di antara masjid dan gereja
Kami berpisah menuju kedamaian kami masing-masing 
Jika waktu lalu dia hanya menunggu kusholat, hari itu kami beribadah bersama
meski di tempat yang berbeda

Ah, iya. Sampai saat ini, moment itu selalu terbayang jelas dalam ingatanku. Moment beberapa tahun lalu dimana aku dan dia bisa beribadah bersama meski di tempat yang berbeda. Hari itu, Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral menjadi tempat bersejarah dalam pertemanan kami.

Berbeda, itulah yang mungkin orang pikirkan tentang kami berdua. Namun karena pengertian, pemahaman dan adanya rasa toleransi membuat kami tetap terlihat sama, satu dalam menjalin hubungan persaudaraan sebagai rakyat Indonesia. Tidak membeda-bedakan, itulah yang seharusnya kita tanam dalam diri kita masing-masing.

Sebagai warga negara dengan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan dan Pancasila sebagai ideologi dasar negara Indonesia memang selayaknya harus dijunjung tinggi, terutama dalam kehidupan sehari-hari. Tidak dapat dipungkiri bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila begitu penting kita terapkan dalam berbangsa dan bernegara.

Kelima rumusan yang terkandung dalam Pancasila memiliki nilai leluhur yang menciptakan kesatuan dan persatuan bagi para pemeluknya.


Saya Indonesia, Saya Pancasila. Masih ingat slogan yang sempat menjadi Tranding saat Hari Lahir nya Pancasila? Jujur, aku sangat suka dengan slogan tersebut. Sebuah kalimat yang menyadarkan bahwa kita adalah warga Indonesia dengan Pancasila sebagai Ideologinya. Apalagi, sebagian besar penggiatnya adalah Muda-mudi anak bangsa.

Aku ingat betul, semasa belajar di sekolah, Ibu dan Bapak Guru selalu mengajarkan untuk selalu mengamalkan kelima dasar Pancasila dalam kehidupan kita. Dan demi tertanamnya nilai-nilai tersebut, setiap ucapara hari Senin selalu dibacakan kelima sila Pancasila.
Ah, iya. Aku ingat, beberapa kali pernah membacakannya di hadapan teman-teman saat di lapangan upacara.

Kita harus percaya dan bertakwa kepada Tuhan YME sesuai kepercayaan kita masing-masing. Menuruti segala perintahnya, dan menjauhi segala larangannya. Termasuk pula saling menghormati segala bentuk kepercayaan, dan tidak memaksakan suatu kepercayaan kepada oranglain. Seperti Ketuhanan Yang Maha Esadalam sila pertama Pancasila,

Dalam Sila Kedua, Kemanusiaan yang adil dan beradab, kita diingatkan untuk selalu adil dalam persamaan hak dan derajat. Tidak semena-mena karena kita harus menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang sesama warga negara. Terpenting lagi, kita juga harus mempunyai tenggang rasa dan aktif dalam kegiatan sosial. Adab yang baik adalah abad seorang warga negara yang baik pula.

Indonesia adalah negara yang satu. Walaupun berbeda-beda suku, agama, kepentingan dan kepercayaan, kita harus tetap bersatu dalam satu tujuan untuk menggapai kerukunan karena dalam sila ketiga Pancasila kita menjunjung tinggi Persatuan Indonesia.

Persatuan yang utuh tidak begitu saja didapat dengan mudah. Salah satunya dengan  Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan seperti sila keempat dalam Pancasila. Sila keempat ini mengajarkan kita untuk selalu mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat. Dalam mengambil keputusan, harus pula didasari dengan permusyawahan untuk menciptakan mufakat yang diliputi dengan kekeluargaan. Keputusan yang diambil juga harus dipenuhi dengan pertanggungjawaban kepada negara dan Tuhan YME.

Pada sila kelima Pancasila yang berbunyi Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, Kita rakyat negara Indonesia maupun pemimpinnya harus mampu berbuat adil dalam hak sosial. Rela menolong sesama manusia, dan tidak pernah membeda-bedakan, apalagi sampai merugikan oranglain. Hakikatnya, keadilan sosial adalah hak seluruh rakyat Indonesia.

Demi tertanamnya nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat Indonesia, Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila atau UKP PIP menyelenggarakan Festival Prestasi Indonesia di Jakarta Convention Center, esok, pada tanggal 21-22 Agustus 2017 yang juga dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72.

Dalam kutipannya, kepala UKP-Pancasila, Bapak Yudi Latif mengatakan bahwa Penyelenggaraan Festival Prestasi Indonesia merupakan gagasan UKP-Pancasila yang ingin mencoba mengarusutamakan visi sejarah yang lebih optimis dengan ikut membangun tradisi mengapresiasi kinerja positif dan prestasi 72 putra-putri bangsa.

Buat kamu yang ingin mengetahui acara ini, kamu bisa pantau media sosial UKP-Pancasila di Facebook Page  Gen Pancasila, Twitter @ukp_pancasila , dan Instagram @ukp_pancasila

72 putra-putri bangsa yang menjadi icon dalam Festival Prestasi Indonesia adalah mereka yang patut menjadi inspirasi kita untuk terus berjuang, bersatu, dan menjadikan Indonesia Maju.

Salah seorang Icon yang akan diapresiasikan dalam Festival tersebut adalah Bapak Muhammmad Ogun, Seorang Pendaki gunung sekaligus Penyintas kanker. Jiwa pejuang yang ada dalam dirinya tidak menyurutkan semangatnya untuk mencapai puncak-puncak dunia dan mengharumkan nama bangsa meski dengan keterbatasannya. Tak heran jika beliau menjadi salah satu Icon Prestasi Indonesia.

Pancasila adalah sumber Inspirasi Maju. Makanya jangan pernah melupakan nilai-nilai yang tertanam di dalamnya.

Salam Indonesia, Salam Pancasila :)
Share:

Friday, 18 August 2017

Berburu Promo Jenius 17 Agustus

Masih ingat dengan promo Rp 11,- dalam rangka ulang tahun Jenius yang pertama? Aku ingat tuh, namun sayangnya gak bisa merasakan promo Rp. 11,- tersebut karena waktunya gak memungkinkan buat menikmati promo tersebut. Tapi setelah mendengar kabar bahwa akan ada promo lagi pas 17 Agustus, aku bersikeras supaya tidak akan melewatkannya lagi. Hihihi...
Jujur sih, aku bukan tipe yang suka berburu promo. Tapi kali ini beda, ntah kenapa aku ingin merasakan bagaimana membeli Re.Juve dengan harga hanya Rp. 17,-
Re.juve adalah brand cold pressed juice yang menawarkan sensasi yang berbeda saat menikmati jus. Sebenarnya aku belum pernah mencobanya, tapi rekomendasi dari beberapa teman, Re.Juve ini sangat enak dan direkomendasikan banget buat nyoba. Apalagi pas lagi promo gini. *uhuk

Ya gimana enggak, kalau harga normal hampir RP. 40.000,- ,dalam rangka Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ini, Jenius memberikan penawaran menarik dengan harga pembelian Rp. 17,- aja menggunakan Jenius Card.

Jenius ini adalah salah satu layanan perbankan persembahan dari Bank Tabungan Pensiun Nasional (BTPN) yang baru satu tahun ini mengembangkan sayapnya. Konon katanya, Rekening Jenius ini emang diciptakan buat muda-mudi jenius seperti kita ini.

Kebetulan aku memiliki Jenius card ini udah lumayan lama. Namun baru awal 2017 ini aku mulai menggunakannya untuk beberapa transaksi. Dan ternyata gak rugi, lho. Jenius menawarkan banyak promo dan layanan menarik yang bisa kita manfaatkan, salah satunya Re.Juve ini.

Jenius memberikan promo cukup bayar Rp. 17,- untuk pembelian Cold Presed Juice - Classic Line, Hydrating Elixirs, Nutmilk Line dan Smoothies non-fat milk ukuran 250ml. Promo ini berlaku di semua outlet di Jakarta, Tangerang, Cibubur dan Bogor. Nah, lokasi yang aku pilih untuk mendapatkan Re.Juve adalah Mall Pacifik Place.


Awalnya, aku pikir akan ada antrian panjang untuk mendapatkan sebotol jus segar ini, apalagi saat hari promo gini. Tapi rupanya aku salah. Hanya ada beberapa pembeli di outlet yang aku datangi. Mungkin karena outlenya sudah tersebar di banyak tempat, makanya gak sampai ada antrian panjang.

Sesampainya di outlet Re.Juve, sang pramuniaga datang menyambut untuk membantuku memilih jus apa. Dan asyiknya, doi langsung merekomendasikan jus segar andalannya, juga memberitahuku bahwa ada promo hanya Rp. 17,- untuk membelian Re.Juve 250ml. Asyik beud, kan? Jadi kita gak pake nanya-nanya ada promo gak!

Dari sekian banyak jus segar yang ditawarkan, aku memilih Re.Juve Beat That dari varian rasa Beet, Cucumber, Apple, dan pineapple. Awalnya emang agak aneh, karena ini pertama kalinya aku menikmati Re.Juve Beat. Tapi setelah tenggakan pertama, aku baru merasakan kesegaran yang tiada tara. *uhuk. Rasa yang ditawarkan benar-benar terasa dari buah-buahan asli.  Kenapa aku memilih memilih dia rasa ini? Sederhana aja sih. Karena aku tau kalau buah ini berguna sebagai penambah darah. Jadi pasti bagus banget untuk tubuh dan kesehatanku. Meskipun sih, bau dari buah beet nya ini tercium banget. Baunya gimana? Khas banget deh pokoknya, tapi enak! Re.juve ini juga paling segar kalau dinikmati dalam keadaan dingin. Makanya, pas beli, lebih baik langsung diminum aja, ya.
Gak hanya promo  Re juve, ada pula promo Rp. 17,- untuk pembelian Chatime rasa Pearl Milk Tea juga, lho. Dan ini berlaku 1 outlet, 1 x transaksi untuk 1 kartu menggunakan M-Card atau X-Card. Kalau kamu punya M-Card dan X-Card, berarti kamu bisa melakukan 2 transaksi tuh. Asyikkan?


Gimana rasanya beli Re.Juve dengan harga Rp. 17,- ? Gak berasa! Huahahah..
Rasanya tuh seperti menikmati jus dengan gratis, karena pembayaran menggunakan debit jenius card, dan hanya terpotong Rp. 17,- saja. :D
Share:
Scroll To Top