Jakarta nurri@nurlianasyaf.com 0856-9529-3813 @ranurri Catfiz: @ranurri

Hanya Sebuah Diary ......

Rabu, 25 September 2013

Tangisan Dosa

Apa salahnya menangisi dosa? bukankah itu hal biasa yang seharusnya kita lakukan?
menyesali dosa-dosa yang telah kita perbuat, berharap ampunan dari ALLAH yang maha pengampun.
karena selalu ada balasan atas apa yang pernah kita lakukan. sekecil apapun kebaikan, pasti akan ada balasan. dan sekecil apapun kejahatan maka akan ada ganjaran. Allah lah hakim yang seadil-adilnya.

Dan tentang kematian, tak seorangpun tau kapan ia datang. Entah esok atau lusa, atau kapankah itu.
Bayang kematianlah yang selalu mengingatkan kita tentang dosa. Rasa takut yang menghantui kadang begitu menyiksa, mengerikan jika dibayangkan. Hati gelisah begitu tersiksa.
Mati ?  surga atau neraka ?

Jika ia sudah datang, tak seorangpun bisa menolaknya. Dalam sekejap hilanglah sudah nyawanya. Meninggal dunia.
setelah itu apa yang terjadi? penyesalan atas dosa kian menjadi, berharap diberi kesempatan untuk hidup lagi. Tapi terlambat, waktu kontrak tak bisa diperpanjang. Tinggallah tangisan dosa penyiksaan.
Hanyalah amal sholeh yang jadi andalan.

Kini Penyesalah sudah tak berguna, karena tak bisa lagi memperbaiki dosa.
air mata yang menetes hanya jadi lambang sebuah penyesalan.



8 komentar:

  1. sudah selayaknya manusia itu menyesal dan menangisi atas dosa yang telah diperbuat

    BalasHapus
  2. Menangislah di hadapan Tuhanmu. luapkan segalanya padanya.
    Kematian? tak ada yang tau kapan akan datang, hanya saja berpikirlah bahwa kematianmu ad adi depan mata agar semakin banyak amal baik yang kau lakukan :*

    BalasHapus
  3. Tak ada salahnya mengaisi dosa seperti tak ada salahnya menangis ketika berbahagia ^^

    BalasHapus
  4. emang ga ada salahnya menangisi dosa, yang penting kita bagaimana kita mengindar dari dosa yang sama

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya.
Jangan lupa tinggalkan komentarmu, ya..
Tiada kesan tanpa komentar yang kau tinggalkan. ^,^

Blog Archive

Popular Posts

Partner

Warung Blogger

Blogger Reporter Indonesia