Jakarta nurri@nurlianasyaf.com 0856-9529-3813 @ranurri Catfiz: @ranurri

Hanya Sebuah Diary ......

Rabu, 07 Januari 2015

Berbeda, Tapi Beribadah Bersama



Kau tau Masjid Istiqlal? Kau tau gereja Katedral? Tempat beribadah umat muslim dan kristiani yang jaraknya saling berdekatan, bahkan berhadapan.
***

Hari itu, aku dan anggita berkunjung ke kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Aku ingat saat itu bulan ramadhan tahun 2014 dan aku tengah berpuasa. Aku menemani teman dekatku ini untuk memenuhi panggilan interview kerja disalah satu toko percetakan yang ada di Menteng Central.


Setelah dia selesai dengan interview-nya, aku mengajaknya untuk singgah di Taman Menteng yang berada tepat di sebrang Menteng Central. Kemudian mengajaknya lagi ke Taman Suropati yang masih berada di daerah Menteng juga. Karena cuaca yang terasa sangat panas, aku pikir tidak ada salahnya kalau ngadem dan bernasis ria dulu di taman yang indah dan nyaman ini. Hehee....

Ohya, bagiku saat berpuasa bukanlah halangan untuk membatasi suatu kegiatan. Termasuk yang aku lakukan ini, menemani anggita dan jalan-jalan ditengah teriknya matahari ketika yang lain lebih memilih tidur saja di rumah. Hahahaa....

Setelah puas bermain-main di taman, rasanya nanggung sekali kalau langsung pulang kerumah sekarang. Jam baru pukul 2:30 siang, aku inginnya pas pulang, sampai dirumah sudah azan magrib dan berbuka puasa. :D

Aku dan dia pun berdiskusi, "Mau kemana lagi, kita?" Dan akhirnya kami memutuskan untuk berkunjung ke Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral, Jakarta Pusat. Aku ingin melaksanakan sholat disana. Kebetulan aku belum pernah mengunjungi masjid terbesar ini, dan Anggita belum pernah juga berdoa di Gereja Katedral.
Ahh, orang Jakarta macam apa kami ini.

Sebenarnya aku tidak mengetahui jalan menuju kesana, begitupun anggita, tapi tak apalah, banyak orang yang bisa kami tanyakan. Dan dengan bermodalkan tanya-jawab, kami pun sampai ditempat tujuan ketika waktu sudah memasuki sholat ashar.
***

"Nanti kita ketemu disini lagi, ya."
"Yaudah, oke!"

Aku dan dia berdiri diantara Masjid dan Gereja. Masjid yang berada disebelah kananku, sedang gereja tepat disebelah kiriku.
Setelah percakapan itu, aku dan dia berpisah, berjalan perlahan kemudian menghilang menuju tempat kedamaian kita masing-masing.

Aku mulai memasuki lorong-lorong didalam masjid menuju tepat wudhu dan tempat sholat utama. Keadaan masjid ini lumayan ramai, aku jadi agak risih karena jalan sendiri.

Teringat beberapa menit yang lalu sebelum aku dan anggita berpisah. "Diantara Masjid dan Gereja." Ada sesuatu yang menyentuh perasaanku.
Terharu dan bahagia, mungkin itulah yang aku rasakan. Tidak menyangka, aku dan dia bisa datang kesini dengan tujuan yang sama, yaitu untuk beribadah.
Aku sangat bahagia, kalau biasanya ketika aku dan dia sedang jalan bersama, anggita menemaniku datang ke masjid kemudian menungguku saat aku sholat, tapi kali ini, aku beribadah, dia pun ikut beribadah juga..
***

Setelah aku selesai dengan 4 rakaatku, aku langsung bergegas keluar menuju pekarangan masjid. Sebenarnya masih ingin berlama-lama disini, tapi keadaannya ramai sekali. Aku tak suka itu.

Aku keluar pekarangaan masjid, kemudian menunggu Anggita disebuah halte yang aku lupa namanya. Yang pasti tepat diantara masjid dan gereja.

Beberapa saat menunggu, Anggita keluar dari gereja dan segera menghampiriku. Kemudian kami langsung bergegas menuju stasiun untuk segera pulang. Di perjalanan, kami saling bercerita tentang masjid dan gereja yang kami kunjungi tadi. Saling bertanya pula, Tadi bagaimana di masjid?, Tadi bagaimana di gereja?
Ahh, indah sekali ini..

Sebenarnya kami memang berbeda. Tapi, apalah arti perbedaan itu karena "Persamaan" sudah menjadi pemenang.
Persamaan saling memahami satu sama lain.


Aku menganggap ini adalah kenangan yang sangat berharga. Ketika aku dan dia beribadah bersama, walau ditempat yang berbeda.
***


Anggita Tri Hermawati, gadis Katolik asal Yogyakarta yang lahir pada 22 Mei 1995. Tuhan mempertemukan kita lewat Facebook. Saling mengenal ketika duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama, kemudian berteman hingga sekarang, dan selamanya. [Insha Allah]



By: Nurri~
Nurlianasyaf.com

39 komentar:

  1. Bagus. Semoga ini bisa menjadi inspirasi buat yang lain. :)

    BalasHapus
  2. keren...
    Ketika orang lain pada "bertengkar" soal toleransi, hal sederhana seperti ini justru tidak pernah kami dan mereka rasakan. Luar biasa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehhe...
      Terima kasih.
      Semoga tidak akan ada lagi pertengkarang toleransi.

      Hapus
  3. Suka sama artikel ini dehhh, intinya perbedaan yang menyatukan kita yaa mbak! Semoga langgeng persahabatan kalian..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihii.. Terima kasih.
      Perbedaan bukanlah sebuah halangan.
      Amin. :)

      Hapus
  4. suatu bukti perbedaan yang disikapi dengan toleransi akan mewujudkan kerukunan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saling pengertian menjadi hal utama dalam sebuah hubungan.

      Hapus
  5. Semoga persahabatan Mbak berlangsung dalam waktu yang lama. Amin!

    BalasHapus
  6. "Bagiku agamaku, dan bagimu agamamu" urusan agama memang terletak di hati masing2, gak boleh saling mengganggu. memang seharusnya toleransi seperti kalian. Urusan dengan Tuhan oke, urusan dengan sesama manusia pun oke. semoga awet ya... inspiring.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihiii... Iya {}
      Terima kasih mba ayu :)

      Hapus
  7. Rasanya adem kalo liat 2 perbedaan yang bisa bersatu kayak gini. Emang harusnya gitu sih, menghargai perbedaan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Heheh, iyaya...
      Aku benci pertengkaran. Aku cinta kedamaian :)

      Hapus
  8. wah,seru ya ketemu di fb sejak smp :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahhaha...
      Itu gak ketemu di FB, mas!
      Kami bertemu di SMP yang sama :)

      Hapus
  9. wow... keren banget, coba aja kalau semauanya bisa saling ngerti seperti itu, hmm damainya hidup ini...........

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyayaa....
      Menumbuhkan rasa saling mengerti dan tidak melibatkan perbedaan itu memang sangat penting!

      Hapus
  10. waah keren mbak bisa saling menghargai " jangan jadikan perbedaan untuk batasan saling mengenal" :)

    BalasHapus
  11. intinya saling menghargai.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maka perbedaan tidak menjadi halangan :)

      Hapus
  12. Beribadah bersama, di tempat berbeda. Intinya masing-masing dapat beribadah sesuai dengan keyakinan masing2 dengan baik ya, Mbak.

    BalasHapus
  13. Nah ia bener, agama jangan sampai mencerai-beraikan manusia karena sesungguhnya Tuhan itu satu dan kita semua adalah ciptaannya ^^

    BalasHapus
  14. Adem bacanya, Nur. Saling menjaga dan menghargai. Persahabatan kalian indah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insha allah akan tetap terjaga hingga akhir napas di dunia. Hihii

      Hapus
  15. nah yang terpenting bisa saling menghargai :)

    BalasHapus
  16. Gue jadi kangen temen SMP gue yang non muslim. :))

    Di mana dia mau nungguin gue yang Jumatan waktu itu pas mau pulang bareng. Aaahh. :')

    Oiya, cuma mau bilang, ternyata dia sama gue umurnya beda 2 hari. Halah.

    BalasHapus
  17. Mba kalo saya mau nikah sama cewe yang beda agama gimana menurut mba?

    BalasHapus
  18. Postingan yang menyentuh, dimana perbedaan agama (yang biasanya jadi sesuatu yang krusial) ga menghalangi untuk tetep menjalin persahabatan. Ah, coba semua orang bisa kayak begini ya, pasti negara ini rukun serukun-rukunnya hehe.

    BalasHapus
  19. Keren memiliki teman dekat yang berbeda keyakinan :D

    BalasHapus
  20. Semoga langgeng ya persahabatannya :)
    Perbedaan bukan hambatan kok.

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya.
Jangan lupa tinggalkan komentarmu, ya..
Tiada kesan tanpa komentar yang kau tinggalkan. ^,^

Blog Archive

Popular Posts

Partner

Warung Blogger

Blogger Reporter Indonesia