Jakarta nurri@nurlianasyaf.com 0856-9529-3813 @ranurri Catfiz: @ranurri

Hanya Sebuah Diary ......

Kamis, 17 September 2015

Aku Pernah Hampir Putus Asa



Aku pernah hampir putus asa ketika tak bisa mendapatkan apa yang aku inginkan.
Aku pernah hampir putus asa ketika kenyataan tidak seperti yang aku bayangkan.
Aku pernah hampir putus asa ketika impian tak kunjung terwujudkan.
Aku pernah hampir putus asa ketika kehidupan tak seperti yang aku dambakan.
Aku pernah hampir putus asa ketika berbagai masalah datang.
Aku pernah hampir putus asa ketika sering kali sakit perut, lemas, gemetar akibat maag yang aku derita.
Dan aku pernah hampir putus asa karena lelaki yang aku cinta tidak mencintaiku seperti aku mencintainya.

Ya, aku pernah hampir putus asa.
Kenapa hidup ini begitu memilukan? Kenapa begitu menyedihkan? Ahhh.......

Tapi, Allah mengingatkanku dari kebodohanku itu.
Selembar ayat suci Al-Qur'an yang ada di dinding lemari kamarku menyadarkanku dari keputus asaan itu.

Untuk apa aku bersedih?
Untuk apa aku menangis?
Untuk apa aku marah?
Untuk apa aku menyesali segalanya?
Untuk apa aku putus asa?


"Dan tidaklah aku menciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-Ku"
(QS: Adz_Dzariyat: 56)

Ternyata, satu-satunya tugas kita sebagai manusia di dunia ni hanya untuk beribadah kepada Allah. Mulai dari tidur, mandi, makan, bekerja niatkanlah semua semata-mata hanya untuk beribadah kepada Allah.

Dan aku tersadar, kenapa aku harus  putus asa hanya karena persoalan dan nafsu dunia? Bukankahh tugasku (sebagai manusia) di dunia ini hanya untuk beribadah? Lalu untuk apa aku berputus asa? Yakini saja, apapun yang terjadi dalam hidup ini adalah yang terbaik darinya. Terpenting kita sudah beribadah dan berusaha. Dan menjadi hamba yang baik dan lebih baik lagi kepada Tuhannya dan juga sesama mahkluknya.

Ibarat bekerja di perusahaan, Allah adalah bosnya, dan kita adalah pegawai/karyawannya. Jika kita mengerjakan tugas dengan baik, maka Allah akan memberikan apa yang terbaik untuk kita jua. Allah akan "menggaji" kita dengan memberikan apa yang kita butuhkan dan kebahagiaan dunia akhirat.
Insha Allah...

Begitu pula untukmu, jangan pernah berputus asa. Nikmati apa yang sudah menjadi hidupmu.
Terpenting, tugasmu di dunia hanyalah beribadah kepada-Nya. Sholat 5 waktu, bersedekah, mencintai kedua orangtua, melakukan yang sunnah dan beramal shaleh lainnya.

Ini aku, bagaimana dengan ceritamu? :))


Selembar kertas yang selalu menjadi pengingat ketika permasalahan dan nafsu dunia mulai menguasai jiwa.
Sampaikanlah walau satu ayat dari @anarts

18 komentar:

  1. certaku lebih menyedihkan nih ...hehehe

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. Apa deh, Mas Pandu.. Masa komennya pake nama begitu..
      Kenapa gak sekalian pakein nama, "Bukan Dagang Obat Patah Hati"? Wkwk...

      Ahh, aku mah udah pintar sejak lahir atuh mahh

      Hapus
  3. jangan pernah berputus asa cekalkan hati hadapi dugaan-Nya.

    BalasHapus
  4. udah lama ga main ke sini, tau2 blognya udah pake dot com, keren...
    gapang sih ngomong jangan nyerah klo kita dalam posisi yang lagi nyaman, gw tau karena gw pernah ngerasa putus asa juga.
    angkat kepalamu nuri...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berarti Om yan gak pernah main ke blogku udah hampir setahun, ya.. Huhuhu...

      Ya, emang benar, Mas...
      Gampang ngomong jangan nyerah kalau keadaan lagi baik-baik aja. Tapi bagaimanapun juga, kita harus tetap KUAT! Hihi....
      *kemudian angkat kepala* :v

      Hapus
  5. beruntunglah orang orang yang menyadari kebodohan akibat keputus asaanya,karena sungguh azazil nenek moyang syaithon menjadi terhina karena putus asa,maka ia di beri gelar iblis ( mahluk yang putus asa ),padahal sebelumnya ia adalah mahluk yang tingkatanya sama dengan malaikatul muqorrobun

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah...
      Terima kasih, Mas Imron :))

      Hapus
  6. Aku pernah hampir putus asa ketika hampir setahun menganggur dan belum juga menghasilkan uang.
    Tulisannya berubah jadi islami gini. Lumayan buat perenungan. Asoy!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahah.. iya, Yoga...
      Ada saatnya kita lurus, ada saatnya belok dikit. wkwkwk

      Hapus
  7. Setiap orang punya kesulitan dalam hidupnya. Telan saja, terasa pahit tapi itu akan berlalu, dengan bantuan Allah SWT.

    BalasHapus
  8. Balasan
    1. Masa sih bagus? jelek ahh.. Au tuh sapa yg motoin. Wkkwk

      Hapus
  9. Kalo kata orang cobaan itu sebagai bumbu kehidupan, kalo gak pernah ada cobaan gak seru katanya, hidup cuma lurus-lurus aja, gak ada tantangannya,. Tapi ya sabarnya itu yang susah ya :)

    BalasHapus
  10. banyak orang yang nyaris putus asa.
    maka bersyukurlah bagi sesiapa yang bisa menyambung kembali asa yang dimiliki dengan tetap berpegang teguh pada tuntunan dariNya.
    nice post, cukup menginspirasi..

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya.
Jangan lupa tinggalkan komentarmu, ya..
Tiada kesan tanpa komentar yang kau tinggalkan. ^,^

Blog Archive

Popular Posts

Partner

Warung Blogger

Blogger Reporter Indonesia