Jakarta nurri@nurlianasyaf.com 0856-9529-3813 @ranurri Catfiz: @ranurri

Hanya Sebuah Diary ......

Selasa, 22 September 2015

Mencuri Pengetahuan di Woman Talk Jakarta

Poligami? KDRT? Perselingkuhan?
Duh,, Merinding euy....



Beberapa minggu lalu, saya mendapat informasi tentang sebuah seminar "Road Show Woman Talk" yang akan membahas masalah Poligami, KDRT dan Perselingkuhan bersama Irma Rahayu dan Aisha Maharani. Setelah tau materi apa yang akan dibicarakan nanti, saya agak gimana gitu. Hehhe... Rasanya tema ini begitu sensitif.  Tapi entah kenapa ada ketertarikan tersendiri yang membuat saya ingin mengikuti seminar ini. Dan alhamdulillah, saya diberi kesempatan untuk mengikuti Woman Talk ini yang diadakan pada Minggu, 20 September di BPPT, Thamrin, Jakarta pada pukul 09:00-15:00 WIB.



"Road Show Woman Talk" ini berlangsung di lantai 3, BPPT di sebuah ruangan ber-AC yang dingin dan dihadiri puluhan wanita dan beberapa kaum pria.Walaupun judulnya Woman Talk, rasanya kurang lengkap kalau tidak menghadirkan kaum prianya. Karena pada dasarnya, Poligami, KDRT dan Perselingkuhan itu melibatkan pria dan wanita. Tetapi tidak melibatkan aku dan kamu! Amin!!! Huahahhah.............. :p

Pagi itu, acara dimulai pukul 10 kurang. Acara dipimpin oleh Teh Indadari sebagai MC dan di awali dengan pembicara pertama yaitu Aisha Maharani.

Siapa sih Aisha Maharani?


Teh Aisha adalah founder dari @HalalCorner yang pernah bekerja di MUI selama 13 tahun. Teh Aisha mengungkapkan pernah menjadi korban perselingkungan dan kekerasan dalam rumah tangganya. Ditambah lagi suaminya yang berpoligami. Namun, demi ketiga anaknya, Teh Aisha mencoba kuat untuk menjalani kehidupan ini.

Sebagai istri yang dimadu, Teh Aisha merasa  tidak mendapat keadilan dan menuntut keadilan dari suaminya hingga akhirnya ia mendapat kekerasan dalam rumah tangganya. Teh Aisha menjelaskan, berpoligami memang bukan perkara yang mudah. Seorang suami harus bisa adil terhadap istri-istrinya. Juga tidak melupakan tanggung jawabnya sebagai ayah. Tidak hanya soal menafkahi lahir batin, tapi juga membagi waktu dan harus bisa membawa anak-anak dan isrti-istrinya menuju surga. Jika tidak mampu, maka cukuplah beristri satu.


QS. An-Nisa ayat 3

“Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.”

Sesungguhnya Allah memang membenarkan adanya poligami. Begitu juga dengan hukum di Indonesia. Namun itu semua tidak lepas dari syarat dan ketentuan yang berlaku. Poligami di Indonesia diatur dalam Undang-undang No. 1 Tahun 1974 tentang perkawinan (pasal 3-5). Sedang Allah mengatur poligami dalam QS. An-Nisa ayat 3 dan QS. An-Nur ayat 33.
Syarat untuk poligami adalah bisa berlaku adil dalam segala hal. Dan istri mengikhlaskan suami jika ingin menikah lagi. Dan seorang suami harus bisa memberikan ilmu kepada anak-anak dan istri-istrinya. Menuntun mereka menuju surga. Jika tidak, kelak Allah akan meminta pertanggung jawabannya di akhirat.

Selanjutnya, Teh Aisha menerangkan tentang KDRT dan perselingkuhan dalam pandangan islam dan pemerintahan. Indonesia mengatur KDRT dalam UU No. 23 Tahun 2014. Dan ternyata, Mensodomi, melecehkan dan  penghinaan  itu termasuk KDRT.

Perselingkuhhan dalam negara Indonesia diatur dalam pasal 284 KUHP dengan hukuman 9 bulan penjara. Kalau dalam islam, perselingkuhan yang sudah sampai melakukan "hubungan badan" itu termasuk dalam kategori Zina.

Zina terbagi menjadi dua:
1. Zina Muhsan, zina yang terjadi pada seseorang yang sudah menikah
2. Zina Ghairu Muhsan, zina yang terjadi pada seseorang yang belum menikah.

Apa hukuman bagi mereka yang berzina? Dicambuklah 100x bagi mereka yang berzina sebelum menikah. Dan dirajam sampai mati bagi mereka yang berzina padahal sudah memiliki pasangan (istri/suami). Naudzubillah.................
Semoga Allah melindungi kita dari perbuatan zina.

Setelah selesai dengan materinya, acara dilanjutkan dengan pembicara utama, yaitu Irma Rahayu.

Siapa  Irma Rahayu?

Irma Rahayu atau yang biasa disapa akbab Teh Irma ini adalah seorang Soul Healer dan founder Emotional Healing Indonesia. Beliau adalah wanita yang pernah menjadi  korban perselingkuhan dan kekerasan dalam rumah tangganya hingga akhirnya ia memutuskan untuk bercerai dan menjadi seorang mualaf. Setelah bercerai, Teh Irma mengalami kebangkrutan dan terlibat hutang yang bernilai hampir 1M karena mantan suaminya. Ia merasa begitu terpuruk dalam keadaan ini dan mencoba 4x bunuh diri. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk mendalami Al-Qur'an dan alhamdulillah, Allah menariknya dari keterpurukan.


Teh Irma mempunyai basis healing yang sebenarnya dari Qur'an namun disampaikan dengan bahasa universal dan energi sehingga bisa mengatasi orang-orang yang sudah bebal atau ndableg. Teh Irma kerap mendapat julukan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) bagi mereka yang sudah "berobat" ke sana-sini tapi tidak mendapatkan hasil,  Teh Irma juga menjadi sasaran mereka yang mau taubat tapi takut datang ke ulama karena takut dihakimi. Teh Irma meyakinkan mereka kalau Rahmat dan ampunan Allah lebih luas ketimbang murkaNya.
Subhanallah.. Keren sekali Teh Irma ini! :D

Untuk info Soul Healer dan Emotional Healing Indonesia, kalian bisa cek di   http://irmarahayu.com/  dan untuk pertanyaan bisa email ke irahayu74@yahoo.com atau melalui telepon, SMS, Whats App ke 0818 725 880 (Laura). 

Dalam kesempatan yang berharga ini, Teh Irma menjelaskan tentang KDRT dan Perselingkuhan.
KDRT dan Perselingkungan memang menjadi masalah yang berat dalam rumah tangga. Jika ini sudah terjadi, bukan hanya salah satu pasangan yang menderita, tapi anak akan menjadi korbannya. Namun, KDRT dan perselingkuhan tidak bisa hanya menyalahkan satu pihak. Suami, misalnya. Karena seorang istri juga turut peran dalam persoalan ini. Jadi, kedua orang inilah dinyatakan bersalah.

Kenapa perselingkuhan dan  KDRT bisa terjadi?
1. Seseorang yang mengalami perselingkuhan dan KDRT dalam rumah tangganya bisa jadi karena salah memilih pasangan. 
2. Karena komunikasi diantaranya tidak baik. Seharusnya keduanya bisa berkomunikasi dengan baik saat sedang bersama maupun saat sedang berjauhan.
3  Tidak adanya trust pada pasangan. Terlalu curigaan atau terlalu mengekang.
4. Pasangan memang mempunyai sifat yang buruk.
5. Terlalu memberi kebebasan untuk berduaan dengan lawan jenis.
6. Tidak menjadi pendengar yang baik sehingga pasangan curhat ke orang lain hingga menaruh hati padanya.
7. Karena kehidupan terlalu datar hingga pasangan mencari kesenangan sendiri.

Apa yang harus dilakukan saat menjadi korban KDRT dan Perselingkuhan?
Sebagai wanita, harus menjadi wanita yang cerdas. Jangan pernah mengalah pada keadaan. Jika terjebak dalam masalah seperti ini, jangan hanya tinggal diam.
1. Cobalah untuk merubah keadaan. Perbaiki apa yang memang salah dalam kehidupan rumah tangga. Saling mengerti dan memahami kenapa masalah ini bisa terjadi.
2. Laporkan pasangan ke wali nikah/keluarga kalau terjadi KDRT atau perselingkuhan dalam rumah tangga. 
3.. Jika pasangan mengancam nyawa, maka harus berani keluar dari rumah bersama anak-anak.
4. Simpan bukti-bukti KDRT atau perselingkuhan dan Laporkan pasangan ke pihak berwajib serta mintalah perlindungan.

Waktu menunjuk pukul 12 kurang. Materi selesai dan peserta seminar diperkenankan makan siang dan melaksanakan sholat dzuhur. Kembali ke ruangan pukul 13:00 WIB dan acara dilanjut dengan sesi tanya jawab.

Ada sesuatu yang aku rasakan disesi tanya jawab ini. Hati begitu teriris mendengar pengakuan wanita-wanita yang pernah diselingkuhi atau yang menjadi korban KDRT. Ya, betapa permasalahan rumah tangga itu begitu nyata. 
Tapi bagaimanapun juga jangan jadikan permasalahan ini menjadi tolak ukur dalam hubungan pernikahan. Memang ada yang diselingkuhi, ada yang menjadi korban KDRT tapi ada juga yang hidup bahagia hingga ajal menjemput bersama pasangannya! 
Semua tergantung bagaimana kita menjaga sebuah hubungan. :)

Bismillahirohmanirohim..
Semoga Allah memberikan kita pasangan hidup (jodoh) yang membuat kita nyaman aman di dunia akhirat.. ^,^

Woman Talk ini sangat bermanfaat sekali.  Tidak hanya untuk pasangan yang sudah menikah. Tapi juga untuk pria dan wanita yang belum menikah sehingga bisa lebih hati-hati dalam memilih pasangan.

Sukses terus buat Teh Aisha dan Teh Irma.
Semoga jodoh segera bertamu buat Teh Irma. Hihihi..........





Terima kasih  Teh Irma, Teh Aisha, Mba Laura dan juga Blogger Jakarta untuk Talk Show sangat yang memberi manfaat!  ^,^

18 komentar:

  1. meng amin kan doanya yg terakhir... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku juga ikut mendoakan ... aaamiiin ... :)

      Hapus
  2. Na'udzubillah, semoga gak terjadi dalam rumah tanggaku.
    duluu.. aku mikir, rumah tangga itu enak, mudah, dan gampang dihandle, tapi ternyata luar biasa kejutan yg aku dapat. dua kepala dalam satu rumah itu yg sering bikin emosi naik. harus sama2 belajar dewasa biar gak saling menjatuhkan.. persiapan diri sebelum nikah itu memang penting!!

    kamu juga semoga segera bertemu jodoh ya, Nuyy ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waahh.. Mba Ayu... *Ketika pengantin baru berbicara. Muehheeh....

      Aminnnn..... Amiinn....

      persiapan diri sebelum nikah itu memang penting!!
      Setuju banget sama itu :)

      Hapus
  3. Terharu juga membaca pengalaman rumah tangga mereka yang gonjang-ganjing, moga aja mereka ber-3 semakin tabah dan segera mendapatkan jodoh kembali :)

    BalasHapus
  4. ngeri nih kisahnya hmmm kalo mau nikah musti bener bener matang nih segala persiapannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali!
      Tapi jangan pngn yang matang malah akhirnya gagal, ya. Hehehe

      Hapus
  5. Teh aisya yg pernah ketemu, beliau imut y

    BalasHapus
  6. Berumah tangga memang kudu banyak2 doa & instropeksi supaya selamat sampai akhir hayat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar, Mba!
      Saling memahami itu yang utama

      Hapus
  7. Ijin nyuri ilmunya ya Mbak. Siapa tahu berguna di masa yang akan datang.

    BalasHapus
  8. cerita narasumbernya menginspirasi. Tapi, memang perselingkuhan, dimadu, dan hal-dal seperti itu rasanya menyakitkan. Bahkan buat saya tetap berasa walupun belum pernah mengalami. *semoga jangan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngilu kalau dibayangin mah. Hehehhe...
      Yaps.. Semoga Allah selalu melindungi kita. :)

      Hapus
  9. Wah sayang laki laki gak bisa ikutan :D

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya.
Jangan lupa tinggalkan komentarmu, ya..
Tiada kesan tanpa komentar yang kau tinggalkan. ^,^

Blog Archive

Popular Posts

Partner

Warung Blogger

Blogger Reporter Indonesia