Jakarta nurri@nurlianasyaf.com 0856-9529-3813 @ranurri Catfiz: @ranurri

Hanya Sebuah Diary ......

Sabtu, 21 November 2015

AntarWorld Travel Menjelajah 3 Pulau

AntarWorld Travel Menjelajah 3 Pulau - Masih ingat dengan postinganku 2 Minggu lalu yang berjudul Seseruan bareng Blogger dan Sharp? Kalau belum, bisa baca DI SINI.
Nah, kali ini, aku mau cerita sedikit tentang Akhir Pekan yang aku lewati dengan jalan-jalan ke Pulau Seribu.




Hari Minggu, 18 Oktober 2015, aku bersama Kakakku, Kakak Ipar, Adik, Keponakan dan teman kakakku, serta rombongan dari Antar World Travel berkunjung ke 3 Pulau yang ada di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Pulau Kelor, Pulau Onrust dan Pulau Cipir adalah pulau yang menjadi sasaran kami dalam  Jelajah 3 Pulau ini.

Pagi yang cerah, kami berkumpul di Pelabuhan Muara Kamal, Cengkareng untuk selanjutnya melakukan perjalanan dengan kapal menuju perairan Kepulauan Seribu.
Dan setelah melewati waktu sekitar setengah jam untuk menyebrangi lautan, akhirnya kami sampai di Pulau Kelor, pulau yang kami kunjungan pertama.



Dari kejauhan, pulau ini terlihat begitu cantik dengan pemandangan sebuah bangunan tua berwarna merah bata dan reruntuhan yang berada di pinggir pantai. Bangunan merah bata itu ternyata bernama Benteng Martelo. Benteng ini adalah bangunan yang dibangun pada masa VOC di abad ke-17. Bangunan yang dibuat dengan batu bata merah yang bentuknya melingkar 360 derajat yang masih terlihat kokoh di Pulau Kelor.

Namun sayang, areanya tidak luas, pepohonan di sini begitu jarang, jadi panasnya matahari begitu terasa sekali. Dan pulau ini juga tidak begitu ramai. Penjual makanan dan minuman juga hanya ada 1. Tapi hal itu tidak menjadi halangan untuk kami bersenang-senang. 
Karena aku suka yang sepi, jadi aku fine aja. Muehehhe.....

Di Pulau kelor ini, Benteng Martelo dan sisa-sisa reruntuhan menjadi sasaran empuk untuk objek foto para pengunjung karena bangunannya sangat terlihat bagus dan unik. Pantai dan lautnya juga indah. Aku pun gak mau ketinggalan, siapin kamera buat mengabadikan moment langkah ini! :D









Setelah hampir 2 jam berdiam di Pulau Kelor, sekitar pukul 11 kami melanjutkan perjalanan menuju Pulau Onrust. Nah, Pulau Onrust ini berada di dekat Pulau Bidadari yang tidak jauh juga dari Pulau Kelor.

Sesampainya di Pulau Onrust, kami mengawalinya dengan makan siang di bawah pepohonan rindang. Nah, Pulau ini berbeda dengan Pulau Kelor yang pohonnya jarang dan tidak begitu luas, Di Pulau Onrust ini, lumayan ramai dan banyak singgah kapal-kapal pengunjung karena areanya yang cukup luas. Yang disayangkan, pulau ini tidak memiliki pantai. Jadi kami tidak bisa duduk santai di pinggi pantai untuk menikmati ombak. 

Kebanyakan orang memilih bersantai di warung yang menjual makanan dan minuman.  Ada juga yang menjual es kelapa muda. Harganya Rp. 18.000,- Entah murah, mahal atau standar, aku gak paham deh. Maklumlah, aku bukan penjual es kelapa. Wkwkkw



Pulau yang ditumbuhi pepohonan ini ternyata banyak banyak memiliki bangunan peninggalan sejarah Belanda yang dibangun sekitar tahun 1911. Diantaranya ada bangunan bekas Karantina Haji, bangunan penjara dan sebuah museum yang menyimpan sejarah Pulau Onrust.

Salah Satu Koleksi di Museum Pulau Onrust
Kabarnya, Pulau Onrust ini termasuk pulau yang angker. Dan setelah aku berkeliling dan melihat-lihat pulau ini , aku memang merasakan kalau pulau ini agak horor. Terasa sepi padahal banyak pengunjung yang berlalu lalang. Sepinya tuh bukan sepi kenikmatan. Apalagi yang di sekitar makam. Beuhhh.... Plis, jangan pernah ngegalau di sana. Tar kesambet. wkkwkw

Sisa-sisa Bangunan Karantina Haji
Setelah puas jalan-jalan di pulau Onrust, kunjungan selanjutnya sekaligus yang terakhir adalah Pulau Cipir


Lokasi Pulau Cipir ini juga gak begitu jauh dari Pulau Kelor dan Onrust. Jadi, hanya butuh waktu beberapa menit untuk bisa sampai ke sini.

Di Pulau ini, aku juga menemukan banyak reruntuhan bangunan peninggalan masa lalu yang masih dikenang seperti di Pulau Onrust. Ada reruntuhan bangunan karantina haji dan Rumah Sakit. Di Pulau ini juga dipenuhi dengan pepohonan tua yang membuat pulau ini jadi adem. Kami bisa duduk santai di bawah pohon sambil memandang ke arah laut.



Ohiya, di pulau ini sedang ada pembangunan. Entah pembangunan apa itu aku gak tahu. Ya, mungkin mau memperindah pulau ini. Hehhe....

Hari semakin sore, sekitar pukul 4 kurang, kami mengakhiri jejalah dan kembali ke kapal untuk menyebrangi lautan kembali ke Muara Kamal. Dan sekitar pukul 4:30, kami tiba di dermaga.
Setelah menyebrangi lautan, aku melanjutkan perjalanan darat menuju ke rumah. Dan alhamdulillah, sekitar pukul 6:30 aku sampai di rumah.

Perjalanan yang melelahkan sekaligus menyenangkan sekali. Singkat namun terkesan hebat!
Aku pikir, Kepulauan Seribu hanyalah pulau biasa yang menjadi sasaran untuk liburan. Namun ternyata aku salah, ada banyak sejarah yang harus kita ketahui di sana,

Nah, buat kalian yang mau Jelajah 3 Pulau ini, kalian bisa kunjungi www.antarworldtravel.com.
Gak perlu takut dompet menjerit, karena biaya untuk menjelajah 3 Pulau ini hanya Rp. 100.000/orang.  Meeting point di Muara Kamal dan kalian siap diajak jalan-jalan sekaligus dapat air mineral + makan siang.

Gimana? Cukup murah, kan?
Yuk ahh, nikmati akhir pekan dengan jalan-jalan sekaligus nambah pengetahuan sejarah di Kepulauan Seribu bersama AntarWorld Travel  :D

18 komentar:

  1. Ah, jadi kangen kepulauan seribu, terakhir ke kepulauan ini 4 tahun yll :-( Semoga bisa kesana lagi.

    BalasHapus
  2. Aku udah pernah, kelor bagus ^^

    Mantep Nur sekarang aktif ya di dunia blog ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, memang bagus! :D
      Belum terlalu aktif ini, Mba.. masih berusaha utk aktif nulis trus. :D

      Hapus
  3. pulau seribu emang jadi refrensi banget buat penduduk ibukota yang mulai penat dengan situasi dan polusi kota.
    gue cuma pernah ke pulau bidadari.. lumayan lah. dan.. emang rata2 pulau2 di pulau seribu masih erat sejarahnya dengan belanda

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa...
      Lokasinya ini dekat Jakarta, jadi enak buat liburan ketika bosan dengan penatnya Jakarta. Apalagi lautnya juga masih biru.
      Bisa liburan sambil belajar sejarah juga. :D

      Hapus
  4. aduh jadi pingin ke sana, secara ada pantai, ada museum ada peninggalan sejarah yang aku suka banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayu ke sana. Seseruan di Pulau Seribu :D

      Hapus
  5. Lihat foto kelapanya jadi rindu sama kampung halaman (Wakatobi).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahh, itu tandanya harus mudik tuh, Mas. :D

      Hapus
  6. Murah bgt 3 pulau 100 dpt maksi pula.. muara kamal itu dimananya muara angke ya mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, murah meriah dongs.. :D
      Duh, dimananya, yak... Aku juga kurang paham. Mueheheh

      Hapus
  7. Aku belum pernah ke Kep Seribu :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayu ke sana. Aku aja yang baru pertama kali ke sana ketagihan mau ke sana lagi. :D

      Hapus
  8. Aku belum pernah ke pulau seribu, Nuy. Ajakin dong! haha

    Asik banget ya itu pemandangannya, bisa murah lagi 100rb.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayuk! Kapan ya ke sana lagi? :D
      Iya, murah.. Makanya sayang kalau dilewatkan :D

      Hapus
  9. berasa gersangnya ya pohonnya..
    au belum pernah ke pulau seribu, sih, mentok ke daerah banten, anyer

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang di Pulau Kelor emang gersang, Mba Yu.. Tapi kalau ulau lainnya engga...
      Ini juga aku kali pertama ke Pulau Seribu. Huahaha

      Hapus

Terima kasih atas kunjungannya.
Jangan lupa tinggalkan komentarmu, ya..
Tiada kesan tanpa komentar yang kau tinggalkan. ^,^

Blog Archive

Popular Posts

Partner

Warung Blogger

Blogger Reporter Indonesia