Jakarta nurri@nurlianasyaf.com 0856-9529-3813 @ranurri Catfiz: @ranurri

Hanya Sebuah Diary ......

Minggu, 17 Januari 2016

Bogor, Kota Hujan yang Menyimpan Ketenangan

Aku adalah aku... Seseorang yang mengerti aku pasti tau kalau aku adalah seorang wanita yang tidak menyukai keramaian. Sebuah tempat yang menyimpan ketenangan dan pemandangan yang indah adalah tempat yang paling aku sukai. Terlebih jika itu adalah pemandangan alam yang memesona. Atau Pantai berpasir putih dan lautan biru yang desir ombaknya bisa memecahkan emosi jiwa. *halah...

Seseorang yang mengerti aku juga pasti tau kalau Bogor adalah salah satu kota yang selalu kupilih untuk menangkan hati. Salah satunya adalah Wisata Alam Kebun Raya Bogor. Karena itu adalah tempat terdekat yang bisa aku kunjungi.

Pertanyaannya; "Siapa yang mengerti aku?" Gak ada! Iya, Gak Ada..!!! :'(

Ohiya, sebelum lanjut membaca postingan ini, ada baiknya kamu membaca postingan sebelumnya; Begadang, Bukan Tanpa Alasan

Setelah kejadian semalam, hatiku mulai kacau. Pagiku gak karuan. Hantu-hantu galau juga mulai mendekat.. Aku harus segera menenangkan diri. Semacam lari dari dari mantan. eh bukan.. Yang benar itu lari dari kenyataan.. :v

Dan siangnya, aku mendapati diri sudah berada di Bogor.

Eh, bagaimana aku bisa ke Bogor? Padahal katanya lagi gak enak badan?! >,<

Semua bermula dari sebuah pesan masuk balasan SMS dari seorang teman. Di akhir kalimat yang dikirim, ia mengabarkan kalau dirinya sedang berada di Cikini.
*Padahal saya gak nanya lho dia lagi di mana. Hahhahah :v

Saat itu pukul 09:25
Me:  "Ngapain?" tanyaku singkat.
Dia:  "Nganter sepatu bokap sama sekalian jalan-jalan. Lu mau ikut? Hahaha" 
*Kemudian hening.....
Me:  "Sama siapa Lu?"
Dia:  "Sendiri lah.."
Me:  "Jalan sendirian udah kayak jones Lu. wkwkw.. Lu mau ke mana sebenernya?"
Dia: "Gak tau nih kayak orang bego guenya, Hahah... Iya, gue aja bingung mau kemana. Duit kagak ada juga. Hehhe..."
Me:  "Ngebolang aja sana..."
Dia:  "Emang ini juga mau ngebolang ke Bogor ae..."
Me:  "Kebun Raya, *an." balasku langsung menembak.
Dia:  "Ayo temenin. Hahha"
Kemudian hening lagi..........

Pukul 09:55, akhir dari percakapan itu, aku mengiyakan untuk ikut pergi bersamanya. Dan dia bilang akan menungguku di Stasiun Tanjung Barat. "Jangan lama-lama." Pesan peringatan untukku. "Iyeee.." jawabku meyakinkan.

Lidah tidak bertulang. Rasanya aku tidak punya alasan untuk menolak ajakannya.
Bukan... Ini bukan karena aku kangen dia, tapi karena pikiranku yang lagi benar-benar kacau membuatku ingin mencari ketenangan hati, dan Kebun Raya Bogor adalah tempat yang tepat untuk aku kunjungi saat kondisi seperti ini. Tidak bisa dipungkiri kalau dia mengajakku pergi disaat yang tepat. :v

Singkat cerita, kami sampai di Kebun Raya Bogor pukul 12 siang setelah perjalanan melewati beberapa stasiun untuk sampai di Bogor. Kemudian menelusuri jalan dari Stasiun Bogor menuju KRB. Juga setelah dia ngedumel abis-abisan karena tadi aku baru sampai Stasiun Tanjung Barat pukul 10:44. Ya, dia menungguku hampir 1 jam. Huahhaah.

Sesampainya di Kebun Raya Bogor, kami membeli tiket masuk dengan harga Rp. 14.000/org kemudian singgah, duduk di pinggir danau kecil dengan pemandangan bangunan Istana Bogor untuk mengurangi rasa lelah sehabis jalan tadi.


Di sini, aku mulai merasakan kedamaian hati. Satu persatu beban dalam pikiranku pergi bersamaan dengan hembusan angin yang bertiup lumayan dingin. Ditambah lagi keadaan tempat ini yang tidak ramai dan langit yang mulai mendung-mendung romantis. Aku menikmati tempat ini. Begitu pun dia, seseorang yang ada di sampingku.

Dengan segala kenyataan yang ada, aku yakin temanku ini sedang menghadapi suatu masalah. Mungkin itu yang membuatnya mau berkunjung ke tempat ini. Walau pun dia tengah bahagia karena mendapat pekerjaan baru, wajah dan perilakunya tidak bisa membohongiku. Entah apa yang mengganggu pikirannya, aku tak berani menebaknya.

Menikmati setiap pemandangan yang ada didepan mata, itulah caraku mendapat ketengangan dari tempat ini. Pepohonan yang rindang, tumbuhan hijaunya, dan gemercik air di danau  benar-benar bisa mencuci mata dan pikiranku.




Setelah hilang rasa lelah, kami mulai mengeksplor jalan. Mengunjungi satu persatu tempat yang menurut kami bagus. Salah satunya adalah Jembatan Merah yang cukup terkenal di tempat wisata ini. Setelah itu, aku mengajaknya untuk singgah di sebuah taman. 


Taman ini adalah tempat favorit yang tak pernah aku dustai saat berkunjung ke Kebun Raya Bogor. Lahan yang luas nan hijau dan danau kecil yang ada ditepi taman ini begitu menyejukkan hati. Aku betah berlama-lama di sini. Tak jarang pula aku merebahkan tubuhku diantara rerumputan hijau itu. Lalu  memandangi danau yang ada di depanku. Dan menatap ke atas langit yang dihiasi capung-capung yang berterbangan.

Dan hari ini, aku melakukannya lagi. Kujadikan tas sebagai sanggahan untuk kepalaku. Aku merebah, menikmati indahnya tempat ini. Disambi obrolan kecil aku dengannya yang semakin menghangatkan suasana. *Haihhh.........

Kadang kami ngobrol serius, kadang becanda menertawakan sesuatu. Ohiya.. Ketahuilah kalau temanku ini tipe orang yang rada gila + ngeselin banget. Tapi entah kenapa selalu asik aja saat bersamanya. Iseng-iseng kami juga memerhatikan orang pacaran yang cukup banyak berkeliaran di sini. Dan yang bermesraan terang-terangan juga banyak. Hmmm..

Nyatanya memang bukan hanya aku yang suka tempat ini. Kebun Raya Bogor menjadi sasaran empuk bagi kaula muda-mudi bersama pacarnya. Tempatnya romantis, mungkin itu yang ada dalam benak mereka. Tempat ini memang pantas kalau buat Quality Time bareng orang-orang yang yang kita cintai. Contohnya bareng Keluarga.
(Maaf, saya tidak bisa menulis quality time bareng pacar, karena saya gak punya pacar) *sekian. wkwkk

Saat tengah asik merebahkan tubuh dan memandangi langit sambil bercengkrama dengannya, tiba-tiba aku merasakan ada rintikan air yang turun dari langit. GERIMIS!  Ah iya. Memang sudah sejak tadi langitnya mendung, dan ternyata sekarang hujan mau turun.

Hujan dan sepi, perfect sekali!
Karena sudah terlanjur berada  diposisi yang enak, aku membiarkan rintikan air itu jatuh membasahi tubuhku. Malah aku menikmati setiap tetesannya. Sepertinya gerimisan di tempat ini semakin menyejukkan suasana. Rasanya tak mau beranjak agar tetap bisa menikmatinya.  

Tapi sayang, lama kelamaan langit malah semakin menangis. Angin juga berhembus semakin kencang. Dingin! Erghhh............

Aku masih terus menatap langit. Dan tiba-tiba pandanganku terhenti pada seseorang yang sedang duduk di sampingku. Aku di mana? Dan siapa seseorang yang tengah bersamaku saat gerimis begini? Pertanyaan bodoh yang seketika hadir dalam benakku.

"Pindah ke aja sana, yuk!" Ucapnya sambil menunjuk ke bangku di tepi jalan.

Lamunanku tentangnya terberai.....

"Sini aja, ah.. Nanti kalau hujannya makin deres baru kita pindah." jawabku menolak.

"Tapi ini celana udah basah banget. Emang lu gak berasa apa?"

Hah? Celana basah?
Ehiya... Aku baru sadar, rumput yang kami duduki ini membuat celana kami berdua basah. Hiks, malu, kan! Tapi syukurlah baju yang kukenakan cukup panjang, dan tas ransel yang kami bawa bisa menutupi celana. Samar-samar, basahnya jadi ketutupan. Huahaha...........

Aku menurutinya untuk pindah ke bangku di tepi jalan itu. Namun sayang, hujan turun makin deras. Tidak ada pilihan selain mencari tempat berteduh...

Beberapa menit kemudian hujan mereda. Walau masih gerimis, aku maksa untuk lanjut menelusuri tempat wisata ini. Kan enak gitu jalan gerimisan sambil menikmati pepohonan yang basah-basah kena air hujan. Pikirku. Hahha..

"Mau kemana kita?"  Ke jalan menuju masa depan.

"Ke mana aja, kek."

Pergi meninggalkan tempat berteduh taman itu, kami biarkan kaki melangkah dengan pasti. Beberapa km dari Taman tadi, kami menemukan Jembatan Merah. Kulihat ekspresi temanku. Betapa bahagianya saat menemukan tempat ini. Kenapa? Iya, soalnya dia ngidam mau selfie. Karena di jembatan merah yang sebelumnya ramai sekali orang. Hahahah..........

Di jembatan merah. Hanya kami berdua....
Sibuk memegang ponsel untuk mengambil gambar, itulah yang kami lakukan. Istilah kerennya selfie gitu. Hahah.. Diseling juga dengan berdiskusi kecil di atas jembatan sambil memandang ke bawah, tempat di mana air sungai sedang mengalir dengan derasnya. Adem sekali rasanya...

Belum lama di sini, pengunjung lain mulai berdatangan. Jembatan yang tadinya sepi menjadi ramai. Kami pun memutuskan untuk menyebrangi jembatan. Meninggalkan tempat ini.

Setelah menyebrang, tiba-tiba mataku terfokus pada tumbuhan-tumbuhan berduri yang kalau dipegang bisa menyakitkan kayak mantan, namanya Kaktus.. Kaktusnya besar-besar dan banyak sekali!  Sempat kaget saat melihat tempat ini. Sekian kali datang ke Kebun Raya Bogor, baru kali ini aku menemukan tempat ini. Mungkin karena memang kemarin-kemarin gak ngebolang jauh-jauh. Huhuhu......


Melihat tulisan besar berwarna merah, ternyata aku berada di  Taman Meksiko. Ada banyak tumbuhan Kaktus di sini. Dan yang paling membahagiakan hati, tempat ini begitu sepi. Hanya 5-6 orang yang berlalu lalang. Entah karena sedang gerimis atau memang banyak tidak tau tempat ini. Tapi biarlah, aku tidak peduli...

Taman Meksiko
Tak mau membuang waktu,  aku sibuk cekrak-cekrek menikmati pemandangan indah yang ada disekelilingku. Sedang seseorang yang bersamaku tadi menghilang entah kemana. Sepertinya sih dia mengelilingi taman juga, tapi gak bawa HP (karena HP-nya aku yang pake). :D

Dan inilah hasil cekrak-cekrek-nya.......
Suasana gambar dan hati beda-beda tipis, lho. Hahhah :p







Foto kiriman Nurliana Syaf (@ranurri) pada

Kebun Raya Bogor, bagiku memang tempat wisata yang tepat untuk menenangkan diri dari kegelisahan hati. Suasanya sangat jauh berbeda dengan Jakarta. Percayalah, berada diantara pepohonan hijau adalah hal yang menyenangkan. Apalagi jika suasana sepi dan rintikan hujan membasahi. Aku bisa menikmati setiap langkah kaki yang membawaku pergi. Terlebih lagi jika aku melangkahkan kaki bersama orang yang bisa menghargai waktu ketika bersamaku.

"Puas menjajakan hati di sini, kami memutuskan untuk mencari jalan pulang..........................."


Bogor, 17 Januari 2016 

16 komentar:

  1. Ketika pikiran lagi butek dan burek .. jjs emang cocok sih buat nenanginnya .. makanya sering ada ungkapan "kurang piknik" , kalo mereka terlalu sensian sama masalah yg mereka hadapi ..

    Asik nih kebun raya Bogor, kapan2 touring kesini ahhhh ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, benar.. Ucapan kurang piknik itu emng tepat...
      Nah, jangan lewatkan tempat yaa

      Hapus
  2. Ah, jadi kangen maen ke sini, kan. Dan gue bego amat, nggak tahu kalo ada jembatan merah itu. Masuk ke KRB, etapi nggak menjelajahi semuanya. :(

    Yelah, emang kenapa kalo basah? Malu-malu segala. Bahaha.

    Btw, tulisan yang dicoret gitu rada ganggu, sih. Maksudnya apa, Nur? Komedi? Hm....

    BalasHapus
  3. Wah ini kayaknya lebih dari sekedar teman nih... btw pilihan katanya bagus, dan penuh kode juga hehehehe... *piss yo, cuma bercanda*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lebih dari sekedar teman? Berarti teman-teman, ya? :v
      enggak mengandung kode, kok. Hahaa

      Hapus
  4. Pengen rebahan liat rumput ijo kaya gitu. hahaha
    Aduh, jalan-jalan ke Kebun Raya jadi makin syahdu ya kalo ditemenin doi. asek.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asyik lho rebahan di sana :)
      Bukan.. Itu bukan doi. Cuma teman aja kok. Hahha

      Hapus
  5. Jujur gue belum pernah sama sekali pergi ke Bogor. Dan dari baca tulisan ini berasa kayak punya gambaran seperti apa kota Bogor. :)

    BalasHapus
  6. Balasan
    1. Hayk sini!
      Cepet beli tiket ke Jkt. Hhhahaha

      Hapus
  7. Saya sudah pernah ke bogor. waktu itu lagi musim hujan ;D

    BTW, sekarang udah ada aplikasi yang bisa dipakai untuk cek apakah hari ini terjadi hujan di daerah sekitar. semoga bermanfaat bung...

    BalasHapus
  8. Kemarin ke Bogor juga mbak, saya mainan ke Kebun Raya Bogor. luas, sejuk, tapi saat itu saya sendirian. haha. jadi kagak damai dan kurang asyik dah :D

    BalasHapus
  9. Kayaknya aku udah dua tahun nggak ke bogor... Banyak kenangan yang, yang, ah sudahlah

    BalasHapus
  10. terakhir pertengahan 2015 lalu ke kebun raya bogor. ya... emang cukup menenangkan~

    BalasHapus
  11. Nuyyyyyyy... Aku tanggal 7 Feb kemarin ke Kebun Raya Bogor tapi ga se seru jalan2 kamu soalnya aku nyampe sore jadi jalan2 bentar doang. Tempatnya bagus banget ya.. Lain kali kesana lagi ah biar puas bisa muter2..

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya.
Jangan lupa tinggalkan komentarmu, ya..
Tiada kesan tanpa komentar yang kau tinggalkan. ^,^

Blog Archive

Popular Posts

Partner

Warung Blogger

Blogger Reporter Indonesia