Jakarta nurri@nurlianasyaf.com 0856-9529-3813 @ranurri Catfiz: @ranurri

Hanya Sebuah Diary ......

Jumat, 10 Juni 2016

RSUD Pasar Minggu, Antara Canggih dan Perlu Perbaikan lagi

RSUD Pasar Minggu, Antara Canggih dan Perlu Perbaikan lagi - RSUD atau Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Minggu adalah rumah sakit yang aku pilih untuk melakukan pengobatan rawat jalan ketika aku sakit beberapa waktu lalu. Rumah sakit ini masih tergolong baru dan bahkan sangat baru. Ya iyalah, peresmiannya aja baru di akhir bulan Desember tahun 2015, lalu. Berarti rumah sakit ini baru berusia sekitar  6 bulan. Rumah sakit yang didirikan di lahan seluas lebih kurang 182.050 meter persegi ini terletak di Jl. TB. Simatupang, Kelurahan Ragunan, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. 

Ini adalah kali pertama aku menginjakan kaki di RSUD Pasar Minggu. Pertama kali masuk lobby rumah sakit, aku sangat senang karena melihat keadaannya yang sepi. Iya, kamu tau kan kalau aku sukanya yang sepi-sepi! *Dilarang berpikir negatif. Wkwkwk......

Mungkin karena masih baru, jadi rumah sakit ini masih jarang pasien. Terlebih kalau masih pagi. Pasien mulai berdatangan ketika hari mulai siang.

Entah kenapa, ketika menginjakan kaki di sini, ingin rasanya aku menulisnya di blog. Entah sebagai "sampah" atau kenangan yang bisa aku baca ketika rumah sakit ini sudah berusia puluhan tahun dan mengalami perubahan. Terlebih aku datang ke rumah sakit ini tidak hanya sekali. Jadi aku ingin mengabadikan pengamatanku tentang rumah sakit ini. Dan inilah hasil pengamatan yang aku lihat.

Keunggulan RSUD Pasar Minggu, menurutku;

1. Kursi yang beda dari Rumah Sakit Lain
Ruang Tunggu Poli Kebidanaan atau Kandungan
Jujur, ketika pertama kali melihat kursi/tempat duduk yang disediakan di rumah sakit ini, aku langsung tersenyum senang. Pasalnya, kursi ini memiliki sandaran yang cukup panjang ke atas. Jadi, kita bisa bersandar dengan nyaman. Taulah, menunggu itu gak selamanya menyenangkan. Apalagi kalau nunggu balikan sama mantan. Terlebih kalau menunggu di rumah sakit. Waktu kita bisa habis berjam-jam hanya untuk menunggu. 

Kalau boleh bandingin, dari beberapa rumah sakit yang aku pernah kunjungi, hampir semua kursinya mimiliki sandaran yang cuma setengah alias gak bisa nyender dengan sempurna. Nah, kalau di sini, kita bisa nyender sambil tidur. Yap, kayak aku gitu. :D

2. Sistem Rujukan Online
Di rumah sakit ini, kita tidak perlu membawa-bawa kertas resep yang biasanya diberikan dokter untuk diberikan lagi ke Instalasi Farmasi atau Apotek. Karena di rumah sakit ini memanfaatkan teknologi dengan sistem online. Jadi, dokter mengirim resepmu dari komputernya menuju komputer bagian apotek. Setelah pemeriksaan dokter selesai, kita bisa langsung ke apotek dan menunggu nama kita dipanggil oleh petugas.

Pun jika kamu dirujuk untuk ke bagian Radiologi, Laboratorium, dsb. Kamu tidak perlu membawa surat rujukan. Tinggal datang saja ke instalasi yang dituju, temui petugas lalu sebutkan nama dan asal poli yang merujukmu.

Contoh aku waktu itu,
Me:  "Mbak, aku disuruh dokternya untuk ambil darah. Caranya gimana, ya?" *tampang muka polos. 
Lab: "Tunggu sebentar ya, Mbak." *dia ngecek komputernya- 
Me:  "Oke..."
Lab: "Namanya siapa dan dari poli apa?"
Me:  "Nurliana dari Poli penyakit dalam."
Lab:  *ngecek komputernya lagi* "Ini nomor antriannya. Tunggu sampai dipanggil ya, Mbak."
Me:   "Oke. Terima kasih, Mbak." *senyum manis

Setelah nomor antrian dipanggil, kita tinggal masuk kedalam ruangan pengambilan darah menyodorkan lengan tangan pada petugas. *kemudian darah diambil*
Nah, untuk mengambil hasil pemeriksaan, baru kita diberikan selembar kertas untuk pengambilannya.

3. Pelayanan yang Oke
Dalam waktu 13 hari (23 Mei - 4 Juni), aku datang ke rumah sakit ini 7x. Dari pelayanan yang aku rasakan, alhamdulillah, semuanya baik. Bagian pendaftaran, suster, dokter, apotek, laboratorium, radiologi sampai UGD. Walau pun aku menggunakan BPJS, mereka tetap melayani dengan sepenuh hati. Semoga kedepannya tetap melayani dengan sepenuh hati, gak baru-baru doang. Hahahah.........

4. Ruangan Yang Cukup Luas
Kalau diperhatikan, rumah sakit ini memang termasuk rumah sakit yang cukup besar.  Apalagi pas masuk lobby, kita udah bisa rasain.  Yang aku tau juga, RS ini ada 13 lantai, B1- lantai 12 tersedia melalui lift . Ruang pemeriksaan pasien juga cukup luas dan gak pengap. Pun Bagian Radiologi, Farmasi, Laboratorium dan IGD-nya.

IGD RSUD Pasar Minggu

Menurut kamu gimana? Keren gak rumah sakit ini? 
Namun rasanya mustahil jika ada kelebihan tapi gak ada kekurangannya. Baiklah, aku akui rumah sakit ini tidak luput dari kekurangan. Sebuah kondisi yang menurutku harus segera diperbaiki.

Yang Harus Diperbaiki dari RSUD Pasar Minggu, menurutku:

1. Buat Toilet Tidak Berbau
Setiap kali masuk toilet, aku selalu mencium bau-bau tidak sedap. Sebelumnya aku gak menyalahkan petugas yang 'kerjanya gak bener'. Karena menurut pantauanku, petugas kebersihan sering berlalu-lalang ke toilet. Tapi, yang menurutku jadi masalah adalah pasien yang kurang menjaga kebersihan. 

Mungkin pihak rumah harus menekankan kepada pengunjung rumah sakit untuk benar-benar menjaga kebersihan toilet. Terutama tidak pipis di lantai. Juga menyuruh petugas kebersihan untuk stand by di toilet agar melakukan kebersihan semaksimal mungkin agar kebersihannya benar-benar terjaga. Karena toilet ini adalah toilet kering (WC duduk) jadi bisa ngebayanginlah gimana pesingnya. Hadeuuhhh.......

Biasanya, toilet umum seperti stasiun atau rumah sakit memang pasti memiliki bau tidak sedap. Tapi jujur, untuk yang ini baunya benar-benar gak nahan. :(

2. Secepatnya Sediakan Kantin
Adek sedih, Bang! Ke rumah sakit sendirian, trus tiba-tiba sakit perut kambuh, peurih... Pertolongan pertama adalah dengan makan. Celigukan nyari kantin atau tukang makanan tapi gak nemu. Akhirnya nanya sama security-nya. "Maaf, Mbak. Kantin di sini ada di mana, ya?"
Kemudian dia jawab, "Mohon maaf, Bu, di sini belum tersedia kantin. Tapi kalau Ibu butuh makanan atau minuman, biasanya di luar ada yang jualan. Di halte depan sana, Bu."

Jleb!

Alhasil, aku harus keluar dari area rumah sakit menuju halte depan yang emang posisinya di samping pintu gerbang rumah sakit. Di sana memang ada yang jual berbagai makanan dan minuman, but you know-lah, kebersihannya sangat diragukan :3

Tapi kondisi kepaksa, akhirnya aku membeli beberapa kue basah. Pas makan baca bismillah, semoga makanan ini sehat dan halal. Karena lirik kanan kiri, gak ada yang jual makanan lagi.

Ketika harus kontrol ke rs lagi, aku lebih membawa makanan dari rumah. Baik nasi dan lauk pauknya, juga cemilan. 

3. Perbaiki Keadaan Musholah
Musholah di rumah sakit ini terletak di lantai B1. Satu lantai dengan kamar jenazah, tempat laundry dan kantin karyawan. Layaknya sebuah basement biasa, tidak ada fasilitas AC yang tersedia. Lantainya juga tidak dilengkapi dengan ubin. Jadi lumayan agak panas. Tapi ini diluar musholah, ya.

Alhamdulillah, di dalam musholah atau sebuah ruangan yang dijadikan musholah ini dilengkapi dengan AC yang dingin. Musholahnya gak terlalu besar. Tapi bisalah dibuat untuk sholat berjamaah. Kira-kira muat 4 shaf laki-laki dan 2 shaf untuk perempuan.
Tapi sayang, sajadah dan mukenanya terbatas.  Mukena yang tersedia di sana juga seperti tidak layak pakai. Berbau tidak sedap. Kondisi tempat berwudhu juga tidak nyaman. Ada bau-bau gak enak. Feeling aku sih, bau ini berasal dari atap eternitnya yang kebocoran atau kena basah. Karena pas menatap ke atas, terlihat ada buluk atau jamur di langit-langitnya. 

Aku tau, ini memang rumah sakit baru. Terlihat banyak perbedaan dengan rumah sakit yang sudah berdiri kokoh sejak sekian tahun lalu. Yap, aku sangat memakluminya. 

Sebagai manusia biasa, aku sangat berharap kalau rumah sakit ini lebih ditingkatkan keunggulannya dan diperbaiki kekurangannya. 

Buat kamu yang penasaran dengan rumah sakit ini, sok atuh ke sana! Tapi jangan ke sana karena berobat juga, ya. Kamu harus jaga kesehatan, jangan sampai sakit!

Atau kamu punya tanggapan lain tentang rumah sakit ini? Sila berkomentar, ya! :)

2 komentar:

  1. kurang penyempurnaan bagian-bagian tertentu aja kayanya ya, so far udah bagus.
    kalo kata bude ku yang pernah periksa kesini, peralatan dan tenaga medisnya juga masih belom terlalu lengkap, mungkin karena masih baru dan jumlah pasien yang sakit aneh-anhe maaih jarang kali yaa.

    BalasHapus
  2. Kantin aku setuju tapi dengan persyaratan cuma aku yang berhak mengelolanya. Biar aku dapat pekerjaan, lagi nganggur dan biarkan saja itu menjadi tugasku soal WC dan tetak bengeknya. Aku juga suka tempat yang sepi-sepi, paling enak untuk memadu kasih :)
    Kursinya sudah menjadi ciri khas seluruh rumah sakit jakarta.

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya.
Jangan lupa tinggalkan komentarmu, ya..
Tiada kesan tanpa komentar yang kau tinggalkan. ^,^

Blog Archive

Popular Posts

Partner

Warung Blogger

Blogger Reporter Indonesia