Jakarta nurri@nurlianasyaf.com 0856-9529-3813 @ranurri Catfiz: @ranurri

Hanya Sebuah Diary ......

Kamis, 22 September 2016

Firasat ini.............

Firasat ini............. - Semenjak kejadian kelam itu terjadi, aku selalu berusaha untuk tidak lagi berhubungan dengannya. Entahlah. Bukan karena ingin memutus silaturahim antara kami berdua, tapi hati selalu ingin menjerit tatkala ingatan  membawaku kembali pada masa itu setiap kali berhubungan dengannya.

Dia adalah seseorang dari masa lalu yang sebenarnya sampai saat ini masih ada dalam hatiku, namun tak pernah kuinginkan bisa kembali menjadi bagian penting dalam hidupku lagi.

Melupakannya bukanlah hal yang mudah. Bahkan untuk sekedar menepikan. Tapi, karena berbagai macam alasan yang mengharuskanku untuk tidak melihat ke belakang lagi, akhirnya aku berhasil menepikannya. Meskipun tidak akan pernah bisa untuk melupakan.


Namun ada yang berbeda denganku beberapa hari ini. Entah mengapa, ingatan tentangnya terus saja menghantuiku setiap waktu, bahkan sampai mengganggu tidurku.

Dalam hati pun bertanya-tanya, sebenarnya apa yang sedang terjadi sekarang?

Firasat ini, rasa rindukah atau tanda bahaya? 
Satu hal yang aku tau adalah, jika kita terus-terusan mengingat seseorang, ada 2 kemungkinan sedang terjadi, bisa karena rindu karena lama tak berjumpa dan merindukan kasih sayangnya . Bisa juga karena ada sesuatu atau hal buruk yang terjadi padanya.

Meskipun hati terus gelisah, aku tetap berusaha untuk tidak menghubunginya. Aku terus melakukan segala cara dan menyibukkan diri agar ingatan itu segera pergi.

Tapi ternyata, pada akhirnya aku gagal menahan diri untuk tak memedulikan kabarnya. Sebuah pesan singkat ke nomor ponselnya pun berhasil terkirim.

Baca juga: Memulihkan Kesehatan Setelah Sakit

"Sehat?" tanyaku singkat. Hanya sebuah kata yang terdiri dari 5 huruf dan sebuah tanda tanya. 

Beberapa saat kemudian, datang sebuah pesan masuk balasan darinya.

"Kenapa?
Alhamdulillah kurang sehat."

Jleb! Aku terdiam membaca pesan itu.
Hem... ternyata firasat ini.................ahsudahlah.....

Dengan bumbu tawa, aku membalas dengan bertanya kenapa.
Kemudian dia membalas lagi dan dengan pernyataan heran.

"Kurang enak badan aja. Tumben sms..."


Hanya sebuah ucapan "Lekas Sehat" di pesan terakhir yang kukirim padanya.
Kemudian dia menjawab dengan sebuah tawa dan ucapan terima kasih.
Percakapan di pesan singkat itu pun berakhir.

Baiklah. Mungkin ini adalah sebuah jawaban mengapa ingatan tentangnya terus menggangguku.

Setelah hati tenang mendapat kabar itu, aku jadi teringat kembali kejadian saat duduk di kelas 3 semester baru di SMK yang mirip-mirip seperti ini juga. Bukan... itu bukan tentang dia. Tapi tentang teman SMP-ku yang bernama Dwi.

Sama seperti kejadian ini. Waktu itu, ingatan tentang Dwi sering banget muncul tiba-tiba. Sebelumnya aku sudah terbiasa mendadak ingat teman-teman lamaku, namun beda dengan yang ini. Ingatan tentangnya makin hari makin membuatku gelisah. Fatalnya, nomor ponsel Dwi yang tersimpan di ponselku sudah tidak bisa lagi dihubungi dan aku tidak tau di mana dia tinggal. Coba bertanya ke beberapa teman yang mengenalnya, ternyata tak satupun ada yang tau kabar tentang Dwi, apalagi tau nomor teleponnya.

Lalu aku harus bagaimana? Pasrah..........

Menahan diri untuk tetap tenang, meskipun ingatan itu masih sering bermunculan. Akhirnya, setelah beberapa bulan, aku diberi kesempatan bertemu dengannya. 

Allah memang baik. Dia memberi petunjuk kalau ternyata rumah Dwi dekat dengan rumah salah satu teman sekelasku di SMK saat itu. Sebut saja namanya Rinda. 
Baca juga: Mirna dan Jessica, Dua Wanita Penuh Tanya
Waktu itu aku hari Kamis. Aku sengaja mengiyakan ajakan teman yang mengajakku untuk main ke rumah Rinda sepulang sekolah. Iya, aku sengaja mau sekalian bertemu dengan Dwi. Hehehe.. Dan syukur alhamdulillah, orang yang kucari-cari selama ini ada di rumahnya.

Setelah bertemu, mengadu rindu, dan bercerita ini itu, kemudian baru aku tau ternyata saat itu dia sudah tidak lagi bersekolah lagi. Padahal, kami sama-sama sudah duduk di kelas 3. 

Dia bercerita bahwa beberapa bulan lalu, tuntutan sekolah yang mengharuskannya membayar uang SPP tanpa mau memberikan waktu dan keringanan membuatnya harus memilih untuk mundur dan tidak sekolah lagi. Karena saat itu tidak ada pilihan lain lagi. Lalu setelah berhenti sekolah, kakaknya menawarkan sebuah pekerjaan hingga akhirnya statusnya pun menjadi seorang pekerja ketika seharusnya kami akan menempuh Ujian Nasional beberapa bulan lagi.

Adanya kejadian itu membuatku sadar, bahwa sebuah firasat atau ingatan yang terus-terusan menghantui adalah sebuah pertanda. Namun gak selamanya itu pertanda buruk. Ada juga hanya sebuah gangguan rindu. Misal ingat mantan terus, padahal kamu tau keadaannya baik-baik saja. 
***

Kalau kamu mau tau, memahamiku itu sebenarnya mudah saja. Jika tiba-tiba aku menghubungi tanpa dasar yang jelas atau menghubungi terus ngilang, berarti itu karena 3 kemungkinan:

1. Beneran Lagi Iseng
2. Karena Kangen
3. Karena Firasat

‌Jujur sih, aku gak pernah bisa tenang ketika ingatan kepada seseorang terus menghantuiku. Dan itu berlaku untuk siapapun. Bagaimana pun, aku akan menghubunginya secepatnya. Memastikan apakah dia baik-baik saja.

Sekian dan semoga lekas sehat, Masa laluku............

4 komentar:

  1. "Sehat?"
    "Hati apa badan?"
    "Kalo hati?"
    "Alhamdulillah sama kayak perempatan Pancoran"
    "Hah?"
    "Semrawut..."
    "..."

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ka Yos, obat lupa diminum, ya? Hemsss....

      Hapus
  2. NUr... Kok bisa, ya, firasatmu sekuat itu? Apakah ini bukti masih begitu kuat ikatan hati kalian. Bisa gitu, sampe tau dia lagi sakit. Pake alat apa, ni, Nur? hehehehe

    Ya, saranku yg nggak ngerti cinta-cintaan ini, cobalah temukan fase terbaik dalam dirimu. Lakukan hal yang menyenangkan (dan membuat lupa merindukannya).

    Memang, benar-benar melupakan itu sulit. Tapi, benar-benar gak kangen dan gak sayang lagi, sejauh ini buat gue mudah, sih.

    Semoga selalu diberi kekuatan akan keadaan yang kek gini, ya Nur..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau dibilang kuat, keknya gak sekuat itu deh. Mungkin memang lagi "kebetulan" ajah. Heheh...

      Alhamdulillah, sih. Kalau soal merindu, aku udah jarang merindukannya. Tapi kali ini ya emang antara rindu dan ada sesuatu yang terjadi padanya. Hahah

      Hapus

Terima kasih atas kunjungannya.
Jangan lupa tinggalkan komentarmu, ya..
Tiada kesan tanpa komentar yang kau tinggalkan. ^,^

Blog Archive

Popular Posts

Partner

Warung Blogger

Blogger Reporter Indonesia