Tidak sebaik yang kau baca, Tidak pula seburuk yang kau pikirkan

Thursday, 5 January 2017

Mandalawangi: Bukan Sekedar Bumi Perkemahan

Mandalawangi: Bukan Sekedar Bumi Perkemahan - Jadi ini rasanya ke tempat Wisata Cibodas menggunakan kendaraan roda dua alias motor? Duh, ternyata cukup terasa lelahnya melakukan perjalanan dari Jakarta ke kawasan Puncak, lalu Cibodas - Jawa Barat, kemudian kembali lagi ke Jakarta dalam waktu gak sampai 12 jam. Terutama bagian punggung ini, rasa pegalnya membuat pikiran terbayang-bayang terus sama nyamannya kasur. Iya, pas masih dalam perjalanan di motor, rasanya pengen banget tiduran, broh!


Jujur, sih, ini adalah kali pertama saya berkunjung ke Cibodas dengan menggunakan motor. Jadi ya gak heranlah kalau ada rasa kaget dengan rasa asam, manis, pedas, asin alias kerasa capek yang teramat sangat. Tapi itu semua gak jadi masalah, justru ini adalah pengalaman seru yang saya dapatkan dalam liburan kerja edisi Hari Raya Natal yang dibablas sampai pergantian tahun. *eaaa......

Cibodas, tempat wisata ini cukup terkenal di berbagai kalangan. Terutama "anak Pramuka". Cibodas atau yang lebih dikenal dengan Bumi Perkemahan Cibodas adalah tempat wisata sekaligus tempat yang sering digunakan untuk kegiatan-kegiatan ekstrakulikuler Pramuka. Biasanya untuk berkemah atau Persami. Dalam kunjungan perdana ini, Bumi Perkemahan Mandalawangi-Cibodas menjadi tempat tujuan yang saya datangi.


Sebelum mengeksplor Bumi Perkemahan ini, kita harus mengeluarkan uang Rp. 3.000,-/orang saat masuk pintu gerbang Kawasan Cibodas, dan Rp. 11.000,-/org  saat masuk Wisata Mandalawangi. Kalau membawa kendaraan bermotor, harus bayar Rp. 3.000 saat di pintu gerbang Kawasan Cibodas, dan bayar parkir Rp. 5.000.
Udah membayar semuanya? Yuk, kita cus!

Setelah naik lalu turun anak tangga, kita akan langsung sampai pada tempat perkemahan yang pertama. Di sini, tumbuhan hijau hidup dengan bebasnya. Ada juga patung komodo dengan mulut terbuka yang bisa kita lewati sebagai terowongan untuk menyebrang menuju kawasan lainnya. Di sisi patung komodo, ada sungai yang mengalir deras dengan bebatuan yang lumayan banyak dan mendukung banget sekedar main air atau foto-foto.

Di atas sungai ini, ada outbondnya juga, lho. Yaitu menyebrangi sungai dengan menginjak seutas tali. Tapi jangan khawatir, ada tali pegangan yang bisa memudahkan kita. Tapi tetap sih, kalau kaki dan tangan lemah, kita bisa terjatuh ke sungai karena memang ini bukan hal yang mudah.

Bukan Sekedar Bumi Perkemahan, kawasan mandalawangi juga menjadi wisata alam yang wajib di eksplor!


Sebagian besar orang berpikir bahwa yang namanya bumi perkemahan adalah sebuah tempat alam terbuka yang hanya ada tanah lapang dan pepohonan saja yang dilengkapi dengan MCK. Tapi itu gak berlaku di Bumi Perkemahan Mandalawangi, karena di sini, kita bisa belajar sekaligus berwisata.

Ada banyak hal yang bisa kita lakukan. Mulai dari berkemah, main air di sungai, nge-galau di pinggir danau, mengunjungi beberapa tempat dengan pemandangan yang keren, bermain outbound seperti flying fox, lintas danau, lintas pohon, lintas pohon atau naik perahu. Untuk datang ke sini juga gak harus berkemah.

29 Desember 2016, atau tepatnya hari kamis sebelum pergantian tahun, saya berkunjung ke sini tanpa berkemah dan dalam waktu yang gak cukup lama juga. Hanya sekitar kurang lebih 4 jam. Tapi, ada beberapa tempat menarik yang menjadi sasaran untuk diabadikan dalam kamera ponsel.

Air Terjun Rawa Gede


Setelah menyebrangi sungai melalui perut komodo, lalu jalan dan menaiki beberapa tangga untuk menuju ke atas, kita akan bertemu dengan sebuah denah menuju Air Terjun Rawa Gede.

Nah, untuk menuju ke air terjun ini, jalanannya gak besar dan cukup terjal. Ya jalanan menuju air terjun pada umumnya deh. Kalau jalannya gak hati-hati, kita bisa jatuh ke bawah. Tapi gak terlalu serem juga sih  Cuma jalanan menuju air terjun ini benar-benar sepi saat weekday. Berasa kayak jalan di hutam belantara. *halah...


Rawa Gede memiliki 2 air terjun. Tapi, yang satu hanya aliran air biasa yang gak terlalu tinggi. Sedang satunya lagi memiliki sekitar 11 meter.  Meskipun gak terbilang tinggi juga, keindahan dan kenyamanan berada di sini itu kerasa banget. Apalagi saat kondisi gak ramai alias sepi. Airnya yang jernih dan dingin membuat semakin membuat kita berlama-lama di sini.

Area air terun ini gak terlalu luas. Jadi kemungkinan, kita gak bisa menikmati wisata air terjun ini kalau dalam keadaan ramai pengunjung.


Di sekitar air terjun ini ditumbuhi berbagai ekosistem rawa pegunungan. Air yang mengalir dari air terjun ini selanjutnya mengalir untuk mengairi persawahan dan kebun masyarakat daerah Mandalawangi.

Danau Mandalawangi
Kalau menurut saya, daerah sekitar Danau Mandalawangi adalah tempat yang banyak diincar wisatawan saat berwisata maupun berkemah. Pasalnya, tempatnya sangat luas, indah, sejuk dan cukup romantis. *eaaa........


Danau Mandalawangi ini cukup luas. Ditumbuhi tumbuhan air juga. Tapi kadang keliatan seperti kotor. Ada juga sebuah danau juga yang gak terlalu besar yang jaraknya cukup berdekatan dengan Danau Mandalawangi. Kayaknya sih airnya masih satu jalur dengan Danau Mandalawanginya.

Di pinggir-pinggir danau ini kayaknya menjadi pilihan yang oke untuk mendirikan tenda. Apalagi ada perahu-perahunya. Perahu ini bisa mengajak kita mengelilingi danau.



Di sekitar Danau Mandalawangi juga ada sebuah pendopo yang berdiri lumayan kokoh. Sepertinya sih tempat ini digunakan untuk tempat istirahat atau untuk sholat, karena ada beberapa sajadah yang digelar. Namun sayang, pendopo ini sepertinya kurang terawat dengan baik.


Dekat pendopo ini, kita akan menemukan pemandangan-pemandangan bagus yang instagramable banget. Misalnya jembatan penghubung ke Pendopo itu.


Menelusuri jalan semakin jauh, setelah menuruni beberapa anak tangga, kita akan sampai di tanah rerumputan yang banyak didirikan tenda-tenda. Dan saat berjalan menuju ke bawah lagi, kita akan sampai di sebuah sungai yang tentu aja airnya masih jernih dan dingin.

Di sungai ini, ada bebatuan yang menghubungkan jalan atau untuk menyebrang. Bisa juga untuk duduk-duduk sih. Kalau di bagian atas kanan atau atas dari yang saya duduki, banyak anak kecil sampai orangtua yang sedang mandi atau sekedar main air. Kayaknya sih mereka yang sedang berkemah gitu.


Ya, gak bisa dipungkiri deh kalau tempat ini benar-benar menjadi tempat yang sangat cocok untuk mengisi liburan akhir tahun. Gak hanya anak-anak yang bisa merasakan keseruannya, tapi kita yang masih muda sampai yang dewasa bisa ikut merasakannya.

Satu tempat lagi yang gak boleh dilewatkan adalah Musholahnya. Iyalah, melaksanakan 5 waktu itu WAJIB. Di sini, tempat sholat pria dan wanita dibuat terpisah. Tapi sayang, tempat wudhunya enggak.

Yang membuatku suka banget di sini adalah kucuran air wudhunya itu dingin dan terus mengalir. Selama berada di sini juga kita akan mendengar suara deru air yang mengalir yang deras di pinggir-pinggir musholah.



Sebenarnya ada banyak foto-foto yang tersimpan di galeri HP. Tapi, berhubung takut nyepam foto, jadi hanya beberapa foto aja yang di publish, ya. :D

Puas jalan-jalan di Bumi Perkemahan Mandalawangi, sekitar jam 3 sore saya kembali ke Jakarta. Jalan yang dilewati sama dengan sewaktu dari Jakarta. Tapi nih, saat pukul 3 arus balik Puncak-Jakarta sedang ditutup atau sistem satu arah.  Tapi alhamdulillahnya, motor bebas melintas. Iya, satu arah di daerah puncak hanya berlaku untuk mobil aja. Ya, inilah salah satu keuntungan ke puncak menggunakan motor, gak akan kena tutup jalan satu arah. Tapi konsekuesinya, badan lumayan pegel-pegel. Kemarin itu, OTW dari Jakarta sekitar jam setengah 9, dan sampai di Mandalawangi sekitar pukul setengah 12. Kalau sebaliknya, OTW dari Mandalawangi jam 3-an, sampai di rumah jam 7. Mueeheheh...

Akhir cerita, jadi kapan kita ke Mandalawangi berdua? *eh........
Share:

17 comments:

  1. wah sangat adem kelihatannya kalau camp disini nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan adem lagi, bikin betah deh pokoknya :D

      Delete
  2. Asyik banget ya ada tempat bumi perkemahan. Sayangnya saya di Indonesia Timur. Mau ke Cibodas jauh, euy... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waahhh, tapi kalau berkunjung ke Barat, keknya wajib mampir lho, Kak. Hhehe

      Delete
  3. Oh kirain ceritanya bakal camping gitu :D
    Asik juga nih buat camping ala ala rame2 sama komunitas ato temen nongkrong :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. HUahhaa, gak camp, Kak...
      Nah, bener.. Berharap banget bisa camp bareng tmn2 blogger nih :D

      Delete
  4. Weww mandalawangi...dua kali saya pernah kemah disana tapi udah dulu banget hehe. Dinginnya seru haha. Terowongan komodonya unforgettable.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah enak udah 2x. Aku baru kali ini aja.
      Pokoknya bikin betah, yah :D

      Delete
  5. Wah sy pernah ini Camping di sini, entah berapa tahun yang lalu :-) tp emang keren banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. AArrggghhhh,,, jadi pengenn camp juga :(

      Delete
  6. disana ada penyewaan tenda dan alat-alat adventure nggak? kayaknya wisatanya lengkap banget

    ReplyDelete
  7. enak kalo camp kayak gitu , berasa nyatu sama alam wkwkw. tp kadang suka ribet kalo mau buang air haha

    titip link jg nih mbak kalo butuh info tmpt wisata lainnya bisa liat disini Pariwisata

    ReplyDelete
  8. Sejuuk dan asrii mbaak yaa. . Quality time bangeet nih di mandalawangi 😁

    ReplyDelete
  9. Waktu kesana aku tertipu dengan air terjunnya 😂😂

    ReplyDelete
  10. Buat list ngebolang kayaknya seru nih,mau ah ke sana

    ReplyDelete
  11. Wah ... airnya dingin tuh, brbrbr

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungannya.
Jangan lupa tinggalkan komentarmu, ya..
Tiada kesan tanpa komentar yang kau tinggalkan. ^,^

Scroll To Top