Hanya Sebuah Diary ......

Tuesday, 20 June 2017

Drama Bersama Pedagang di Toko Sebelah

Siang itu (9/5), Pak Bos yang lagi di negeri tetangga tiba-tiba ngirim pesan singkat lewat Whats App. Isinya, doi minta dibelikan kabel Fitbit Alta yang jujur aja aku gak tau itu fungsinya buat apa. Dia bilang, coba cari di mall sebelah atau di online. Tapi langsung kirim via gojek biar langsung sampai dan udah ada di mejanya malam ini. Dengan bermodalkan nama dan foto yang dia berikan, aku coba menjalankan perintah.
Dimulai dari nyari di toko sebuah Mall, ternyata salah satu karyawan di sini gak berhasil menemukannya. Katanya sih dia udah muter-muter nyari di semua toko, jawabannya pada gak jual. Ada toko yang menyarankan suruh beli di online shop aja. Di sana banyak yang jual katanya.

Baiklah, karena merasa ini urgent diminta ada hari ini, akhirnya aku coba nyari di toko online. 

Ketik keyword sesuai yang diberikan, dipencarian muncul produk yang kucari. Ternyata kebel ini memang terbilang "langka". Hanya ada 3 seller yang menjualnya dan berasal dari Bandung dan Jakarta. Karena harus dikirim hari ini, aku memilih toko yang berada di Jakarta, dan sebelum order, aku menghubungi seller di toko tersebut dulu, memastikan bahwa barang tersebut tersedia dan bisa dikirim langsung melalui Go-Send. 

Tapi, di toko pertama ini aku gagal mendapatkannya. 2 Penjual yang berada di Jakarta gak bisa ngirim langsung, karena kebetulan mereka lagi berada di luar, katanya.

Gak mau nyerah, aku pun pindah ke toko sebelah.

Dengan memasukkan keyword yang sama, aku menemukan 2 seller yang berada di Jakarta. Sebelum order, aku menghubungi pedagangnya lagi, menanyakan apa bisa langsung dikirim hari ini.

Kami sepakat pada jam 14.36 WIB

Setelah menemukan pedagang yang bisa langsung kirim barangnya, tentu aja aku senang dan bahagia banget. Akhirnya, kumenemukanmu! Order dan pembayarannya pun langsung segera aku lakukan. Setelah bayarpun, jam 15.01 aku langsung konfirmasi ke dia. Aku minta tolong agar barang segera dikirim. Kubilang juga belum jam 5, ya.

Tapi mulai dari sini, pesanku lama banget dibalesnya. 

Chat jam 15.01, dia baru membalasnya jam 16.30. Dan dia hanya mengkonfirmasi alamatnya. Aku bilang iya. Setelah dikirim , tolong beritau aku juga nomor driver yang mengantar. 

20 menit kemudian dia tidak memberi kabar apa-apa, di sini aku mulai gelisah karena waktu sudah mau malam. Aku coba chat terus melalui website, namun tidak ada jawaban. Bahkan, aku jadi terkesan "ngemis" minta agar barang dikirim. Padahal memang sudah dari awal aku bilang butuh barangnya sekarang.

Percakapan sama di pedagangnya ..................................




Terakhir membalas pesan 16.38, Pada jam 18.30, aku mengirim pesan kepada dia, kalau jam 18.40 belum dikirim juga, aku minta dibatalkan saja. Tapi sampai dengan pukul 19.00 pesanku tidak kunjung dibalas juga. 

Karena merasa dikejar tanggung jawab, aku bertekat harus tetap mendapatkan kabel ini malam ini juga sampai akhirnya aku menghubungi penjual pertama dari toko lain yang tadi bilang tidak bisa kirim karena lagi di luar. Alhamdulillah, ketika malam itu aku hubungi, penjual itu siap COD.

Seperti mengejar waktu, dari kantor pukul 19.00 aku on the way COD dengan penjual ini di daerah Palmerah. Iya, sengaja aku datangi langsung karena kalau online takut kasusnya seperti sebelumnya. Jalanan Pusat Jakarta jam segini emang lagi macet-macetnya. Sekitar Pukul 8 kurang 5 menit, aku baru tiba di lokasi kami janjian. Tapi na'as sih, ternyata lokasi yang aku tuju agak meleset alias salah, jadi aku harus jalan kaki ke depan lagi.

Setelah nunggu sebentar, dia datang dan kami melakukan transaksi di depan kampus Binus hinga akhirnya kabel pesanan itu resmi dalam genggamanku. Hfff.....

Balik mengejar waktu lagi, pukul 8 lewat dikit, aku kembali otewe dari Binus Palmerah menuju kantor, Sudiman. Alhamdulillah, jalanan bersahabat gak macet seperti perginya. Pukul 8.30, aku tiba di kantor lagi.

Masih agak terburu-buru, sampai di kantor aku Istirahat sebentar sambil nyemilin Kebab yang aku beli di depan kampus tadi. Sekitar jam 9 kurang, aku baru otewe pulang ke rumah.  Saat itu, hati masih ngerasa banget emosinya. Capek, laper dan nyesek juga. Ternyata gini amat rasanya di PHP-in sama pedagang itu. Oh, God.

Sesampainya di stasiun saat hendak mau pulang ke rumah, pas jam 9 malam aku kembali ngecek ke website toko tadi. Ternyata ada balasan pesan dari pedagang itu yang dikirim pada jam 19.52.

Iya, gak perlu dibayangin lagi gimana keselnya. Ngirim pesan dari 16.39 , dia baru bales 3 jam kemudian. Setan kan. wkwkwk....

Aku buka, dan katanya........ "Blm dapet gojeknya, bsk pagi ya"


"Kan udah gue bilang, gue butuh barangnya sekarang!!!"

Emosiku memuncak lagi. Entah, ya. Menurutku itu adalah sebuah balasan seperti ngerasa gak punya dosa. Hffff.....

Kalau memang daritadi order belum dapet gojeknya, kenapa gak konfirmasi aja? Kalau emang udah niat/mau kirim barangnya, kenapa gak kabari saya?  Ini nih yang membuat emosiku memuncak, Kalau emang gak bisa kirim sekarang, kenapa gak ngabarin aja gitu? Kenapa mesti PHP-in yang akhirnya berujung bener gak jadi kirim. Padahal, berkali-kali udah saya tekankan, SAYA BUTUH BANGET BARANG ITU HARI INI JUGA.

Setelah menerima balasan chat darinya, tentu aja aku menolak untuk dikirim barangnya. Aku udah beli di tempat lain, dan rasanya gak sudi juga nerima barang dari dia. *Astaghfirullah....

Sebuah kesalahan yang menurutku makin fatal adalah, dia sama sekali tidak minta maaf atas kejadian ini. Bahkan sampai postingan ini aku publish.

Kesel? Marah? Emosi? Beuuhh... Pengen maki-maki si pedagang itulah rasanya. 
Aku sama sekali tidak menyalahkan situs belanja onlinenya. Hanya benar-benar kecewa dengan pedagang yang ada di dalamnya. Seenaknya dia mempermainkanku seperti ini. Rasa sakitnya bahkan hampir sama seperti pas ditinggal lagi sayang-sayangnya! 

Aku udah bilang butuh barangnya sekarang, dia pun sudah deal akan mengirim. Setelah pembayaran aku transfer dan minta kepastian dikirim, perlahan dia menghilang bagai tak punya dosa. Setelah MEMBUAT SAYA KECEWA, dia juga tidak ada minta maafnya. Hem.. btw, Bunuh orang boleh gak sih? Hfff.....

Tapi satu yang masih aku syukuri. Aku belanja di situs "terpercaya" yang memberikan jaminan uang akan kembali. Beberapa hari setelah peristiwa itu, uang tersebut masuk ke dalam akunku dan berhasil aku transfer ke rekening bank milikku.

Sekian curhat kali ini yang waktu itu ditulis penuh dengan emosi.
Semoga gak menemukan pedagang model itu lagi.
Amiin....

Share:

4 comments:

  1. Ikut capek kesel bacanya. Alhamdulillah blom pernah ngalamin kaya gitu sih, krn blom pernah ngalamin butuh barang urgent gitu.
    Pukpuk....sabar ya, Nur.

    ReplyDelete
  2. Sabaaar.. :D
    Aku ya pernah kesal sana penjual di salah satu marketplace. Bukan salah marketplace nya, tapi sellernya.
    Pesen ukuran apa, dikasih random. Dari kecil hingga gede. Gak seduai gambar dan deskripsi.
    Dan dia ga minta maaf lagi :D
    Emosi sih, tp aku telatenin aja. Ada 2 minggu aku urusin sampe aku kirim balik barangnya.
    Ga lagi-lagi beli di sana.

    ReplyDelete
  3. Aku prnh ngalamin pedagang nyebelin gini.. Dan memang, kalo bisa nyekek orang, udah aku cekik kali :p Tapi beruntung ya, uang kita ditrf k rek penampungan gitu. Kalo ga, makin tanpa dosa tuh penjual :p

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungannya.
Jangan lupa tinggalkan komentarmu, ya..
Tiada kesan tanpa komentar yang kau tinggalkan. ^,^

Scroll To Top