Tidak sebaik yang kau baca, Tidak pula seburuk yang kau pikirkan

Wednesday, 5 July 2017

Pakai Kerudung Tapi Emosian?

Pakai Kerudung tapi Emosian? Hari itu, 5 Tahun yang lalu - Sebelumnya saya bingung dengan pertanyaan seorang teman yang terdengar cukup aneh itu. Pakai Kerudung tapi Emosian? Memangnya apa hubungannya kerudung dengan emosi? Ada ikatan saudara? Ikatan tetangga? Ikatan mantan?  Ikatan masa lalu? atau Ikatan rasa yang pernah ada?  Ada gak? Menurut saya jawabannya adalah enggak ada!

Kerudung adalah kain yang menutupi rambut atau kepala. Sedangkan emosi adalah amarah atau sebuah sifat yang ada dalam diri seseorang (kurang lebih begitulah). Lalu kenapa 2 hal ini dihubung-hubungkan?


Baiklah. Mengelak atau sok gak tau kadang memang hanyalah sebuah pembelaan diri.

Kejadiannya siang itu, di kelas saat saya duduk di bangku kelas 2 SMK.  Seorang teman meledek saya dan berhasil membuat emosi saya memuncak. Saya marah-marah. Kalau gak salah ada juga benda yang saya lempar-lempar. Huahha. Ngeri juga nih cewek!
Baca juga: Saksi Bisu Hijabku
Lalu teman yang membuat saya marah tiba-tiba berkata, "Pake kerudung masa emosian?"
Saya gak ambil hati ucapan itu. Emosi saya masih pada puncaknya. Dia memang ngeselin banget. Kelewat malah. Kemarahan ini adalah hal yang wajar. Pikir saya saat itu.

Namun setelah emosi itu mereda, saya dibayang-bayangi oleh ucapannya tadi.

"Pake kerudung masa emosian?!"

Saya tau dan saya sadar bahwa ada maksud tertentu dengan perkataannya itu. Ya, kejadian itu membuat saya berpikir dan terus berpikir.

Ada yang salah dengan saya hari itu? Tentu. Saya marah, seperti ada "setan" yang sedang mendampingi saya. Emosi itu tidak terarah. Bukankah seharusnya saya bisa sabar? Terlebih saya adalah seorang muslimah yang selalu diajarkan untuk sabar, dalam hal apapun.

Ya, saya akui,
Dia menyadarkan bahwa seharusnya, saya bisa lebih sabar
Dia menyadarkan bahwa seharusnya, saya bisa lebih menahan emosi
Dia menyadarkan bahwa seharusnya, kerudung yang menutupi kepala bisa ikut menutupi segala emosi
Dia menyadarkan bahwa seharusnya, kerudung yang menutupi kepala saya bisa membuat saya menjadi lebih baik lagi. Lebih menahan diri untuk segala emosi, dan hal apapun yang buruk lainnya.

Wanita berjilbab belum tentu wanita yang baik. Tapi wanita yang baik, sudah pasti berjilbab.

Berawal dari sebuah kalimat tanya sekaligus sindirian, akhirnya saya berhasil mengubah sedikit demi sedikit emosi yang ada dalam diri saya. Mengendalikan diri agar tidak mudah marah dan terpancing emosi. Iya. Terima kasih, Teman! Percayalah bahwa kejadian siang itu di kelas tidak akan pernah saya lupakan. Dari kejadian itu pula saya mulai mengubah sedikit demi sedikit keburukan diri ini untuk menjadi lebih baik lagi.


Jakarta, Juli 2012
Share:

6 comments:

  1. Suka banget liat dede-dede cantik berhijab. Hehehe...

    ReplyDelete
  2. Wow cukup mengomeliku juga ni nur remindernya, hihi mengingst mpe sekwrang aku juga masi suka kliatan bgt jengkel klo ada yg ga sreg wkkkk...
    Moga dg jilbab kita jadi lebih bisa ngontrol emosi yez

    ReplyDelete
  3. intinya dapat. merubah diri sedikit demi sedikit. kadang karna teguran orang buat kita sadar. Saya juga begitu sih Neng! kalau bukan karena ingin merubah diri, mungkin sikap saya menjadi jarak dengan mereka.

    ReplyDelete
  4. wah.. self reminder nih.. aku juga org yg gampang emosi.. tp harus nya kita juga mulai merubah perilaku ya.. semoga bisa.. ^^

    ReplyDelete
  5. Berkerudung atau berhijab merupakan kewajiban bagi muslimah. Ia hanya berusaha untuk taat mengikuti ajaran agamanya.
    Sedang menata hati dan emosi itu proses yang berbeda. Kalau menurut aku ya. Memang dengan berhijab kita jadi lebih berhati-hati saat bertindak, tapi namanya juga manusia, punya perasaan yang kadang enggak selalu terkontrol. :)

    ReplyDelete
  6. Jadi reminder untuk kita semua.Jadi seorang muslim memang harus mengikuti seluruh ajaran yang diwajibkan secara keseluruhan. Tai ujiannya juga pasti banyak, yang penting berusaha dan istiqomah

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungannya.
Jangan lupa tinggalkan komentarmu, ya..
Tiada kesan tanpa komentar yang kau tinggalkan. ^,^

Scroll To Top