Tidak sebaik yang kau baca, Tidak pula seburuk yang kau pikirkan

Wednesday, 16 August 2017

Kesempatan Terakhir

Kau pasti tau, sudah sejak lama memang aku mempertimbangkan diri untuk pergi meninggalkanmu dan mencari penggantimu yang baru. Tapi ada beberapa hal yang memberatkan aku hingga membuatku tetap di sini,  masih setia bersamamu, menggantungkan hidup padamu.

Kau pasti tau, sebenarnya aku benar-benar jenuh. Terlebih saat melihat mereka yang sudah jauh di atasku. Rasanya, aku ingin melompat tinggi, mensetarakan diri dengan mereka. Bukan, bukan maksudku besar gengsi untuk seperti mereka, tapi itu semua karena aku ingin menjadi lebih baik lagi.

Kau pasti tau, betapa pusing kepalaku kala matematika tengah mengganggu hidupku. Ya, angka demi angka tuntutan itu sungguh membuat kepalaku pening. alhasil, aku harus melakukan sesuatu yang tidak aku suka demi menggenapkan angka-angka itu...

Kau pasti tau, tahun lalu, aku sudah fix memutuskan ingin meninggalkanmu. Tapi ada hal yang membuatku ingin bertahan (lagi). Kau janjikan perubahan padaku. Perubahan yang membuatku akan tetap betah bersamamu.

Kau pasti tau, sering kali aku menyalahkanmu dengan apa yang telah terjadi padaku. Tapi di lain sisi, aku pun berat untuk meninggalkanmu. Bagaimana tidak, sudah hampir 3 tahun kita bersama, kan? 

Aku juga ingat pesan Ibu.
Selama hal-hal yang kita tidak suka masih bisa diperbaiki, masih membuat kita bahagia, maka pertahankanlah. Karena dengan mengganti belum tentu membuat kita bisa berada di titik yang lebih baik seperti sekarang. Pengganti itu juga belum tentu datang secepat yang kita inginkan. Maka diamlah, renungkanlah. Jika memang semuanya tidak bisa diselamatkan lagi, kau boleh pergi mencari pengganti.
Ya, aku ingat pesan itu. Itulah yang membuatku tetap bertahan sampai detik ini.

Tapi, ada satu hal yang harus kau tau...
Tidak ingin selamanya aku bersamamu. Terlebih jika keadaan tidak pernah berubah.
Bukan, bukan aku tega, tidak berterima kasih padamu.
Percayalah, kau satu yang pertama mewujudkan mimpiku.
Tapi Mengertilah, aku lelah dengan ketidakadilanmu.
Aku lelah menunggu ketidakpastianmu

Tapi tidak, aku tidak akan pergi secepat yang kau bayangkan
Aku masih memberimu waktu
Memberikan kesempatan terakhir untukmu
Untuk keadilanmu, untuk memerdekakan aku

Tapi jika keadilan itu tak kunjung aku dapatkan
Maka suatu hari nanti izinkan aku pergi untuk mencari yang lebih baik darimu
Dan yakinkan aku ada banyak yang lebih baik darimu.

Sekali lagi, aku hanya butuh keadilanmu




Sudirman, 16 Agustus 2017
Share:

0 comments:

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungannya.
Jangan lupa tinggalkan komentarmu, ya..
Tiada kesan tanpa komentar yang kau tinggalkan. ^,^

Scroll To Top