Jogja - Kota Kenangan dan Kerinduan

Kali ketiga mengijakkan kaki di Jogja, aku semakin percaya bahwa Jogja adalah Kota Kenangan. Setiap tempat yang kita datangi adalah kenangan. Setiap orang yang kita temui adalah kenangan. Setiap apapun yang kita lihat dan rasakan adalah kenangan yang selalu menjelma menjadi kerinduan, dan memaksa kita untuk kembali lagi-lagi dan lagi. Tanpa bosan. Ah, iya. Jogja sama sepertimu yang membuat candu.


Jogja dalam perjalanan bulan Agustus kali ini sebenarnya bukan kunjungan cuma-cuma. Tapi ada suatu tujuan yang tidak bisa kuceritakan di sini. Tapi, dalam kedatanganku kali ini, aku juga sigap memanfaatkan waktu yang singkat itu untuk mengunjungi tempat-tempat yang belum pernah aku datangi dalam pejalanan Jogja sebelumnya.

TAMAN SARI
Tau tempat ini gara-gara foto prewedingnya anak presiden yang booming banget. Pertama liat, aku udah suka banget sama tempat ini. Bangunannya tuh gimana gitu. Punya arsitektur yang beda dan instagramable banget. Sudut-sudutnya punya ke-romatisan bikin pengen foto preweding sama kamu di sini.


Sayangnya, waktu ke sini kondisinya lagi rame pengunjung banget. Jadi, aku bener-bener kurang menikmati tempat ini. Foto-foto yang bisa kuabadikan juga cuma sedikit. Makanya, next kunjungan ke Jogja, aku mau ke sini lagi ah. Apalagi kan tiket masuknya juga murah, cuma 5.000 aja. Iya, jogja tuh mura-mura gengs!

CANDI SAMBISARI
Jogja musim panas benar-benar membuatku kegerahan. Tapi tetep sih, panasnya masih menangan Jakarta. Hahha...  Setelah main-main di Kota, kami mendatangi Candi Sambisari yang lokasinya searah dengan Candi Prambanan.


Nah, meskipun terlihat gersang dan tidak hijau, kedatangan kami disambut angin adem menjelang sore yang benar-benar menyejukkan hati. Adem banget! Se-adem yang lagi duduk berduaan di tangga sambil memandang candi.

Candi ini berada di bawah permukaan tanah. Jadi, kita mesti menuruni beberapa anak tangga untuk sampai di candi ini. Nah, dari atas pertama kita datang, kita bisa melihat pemandangan candi ini dengan leluasa. Kabarnya sih, dulu Candi ini ditemukan (di bawah tanah) oleh seorang petani. Kemungkinan besar, dulu Candi ini tertimbun lahar dari letusan gunung Merapi.

Nah, Candi Sambisari ini dikeliling oleh dinding batu yang terlihat seperti pagar. Di tanah yang luas, ada  3 candi yang bisa kita lihat. Namun yang 2 sudah mulai hancur, dan hanya 1 yang masih utuh. Tapi tetep rekomen kok untuk dikunjungi.


Kondisi Candi ini waktu itu lumayan ramai tapi gak terlalu ramai juga sih. Jadi lumayan, kami bisa bernarsis ria sebentar sebelum melanjutkan perjalanan. Yang itu namanya Mba Rini. Beliau mau mengikhlaskan waktunya untuk mengajakku jalan-jalan. Alhamdulillah!

CANDI PLAOSAN
Sekitar jam 4 sore kami tiba di Candi Plaosan. Lokasinya gak terlalu jauh dari Candi Sambisari. Waktu itu, Orang-orang mau pulang, kami baru datang karena emang udah sore. Tapi syukur alhamdulillah, jadi sepi pengunjung kan. wwkkwkw 

Di komplek Candi Plaosan ini, menurutku sangat luas dan banyak candi-candi yang masih berdiri kokoh, meskipun ada juga yang terlihat hanya seperti tumpukan batu-batu saja. Ada 2 Candi besar yang disebut sebagai candi utama, atau candi kembar.


Nah, ini hanya potret dari satu sudut. Ada banyak sudut lain yang gak kalah keren tapi gak bisa aku upload di sini karena keterbatasan kuota bisa blank. Ada banyak patung-patung atau arca dalam candi ini. Trus nih, di sini juga dijadikan tempat ibadah masyarakat sekitar. Aku sempat melihat mereka berdoa dan menyalakan dupa. Duh, moment langka!


Menghabiskan sore di Plaosan itu romantis. Sangat-sangat dan sangat banget romantis kalau sore-sore ada di sini. Pemandangan langitnya biru, awan putih dan senjanya nyatu banget. Angin sejuk dan dinginnya bikin sempurna. Meskipun ke sininya gak bareng gebetan. *halah

TEBING KAYANGAN
Meskipun pepohonan di sekitar tebing tidak selebat dulu, dan air sungainya tampak mengering, ntah kenapa tempat ini punya daya tarik yang kuat, hingga membuat aku betah berlama menikmati suasana saat kami berkunjung ke sini. Suara ketenangan dari aliran air yang kecil begitu menenangkan hati.  Airnya jernih dan hijau meskipun hanya sedikit.


Lokasinya berada di Kulon Progoo. Tebing ini disebut sebagai tempat peristirahatan dewa-dewi dari khayangan hingga tersebutlah nama Tebing Kayangan. Tapi kabarnya, tebing ini juga disebut dengan Tebing satu. Satu batu yang melunjulang tinggi diantara pepohonan dan aliran sungai. 

Ohiya, dalam perjalanan menuju Tebing itu, aku melewati hamparan sawah yang snagat luas kayak di film-film gitu. Tapi sayang, sebagian besar sawah di Jogja abis panen, jadi yang tersisa hanya sawah-sawah kering yang gersang. Tapi ternyata keren juga buat di abadikan.

Cukup sawah yang gersang. Hatimu jangan.
3 Hari berada di Jogja itu masih kurang dan gak puas banget. Apalagi masih banyak banget tempat-tempat yang belum aku datangi. Tapi gimana, ya. Karena keterbatasan waktu yang aku punya, gak bisa juga lama-lama meninggalkan kantor Jadi ya, manfaatkan waktu seadanya dulu. Huhuuhu

Next trip, aku ngincer banget akan kembali ke Jogja menggunakan transportasi udara aja. Karena Setelah dipikir-pikir, kalau naik pesawat terasa lebih hemat waktu banget karena perjalanan cuma 1 jam lebih dikit aja. Pahamlah, buat para pekerja seperti kita, waktu sangat berharga banget lho. Apalagi kalau waktu cuti udah semakin sempit. Mau gak mau kita harus menghemat waktu dan mencari alat transportasi tercepat. 

Sempat berkhayal akan ke Jogja lagi dalam waktu dekat ini, iseng-iseng coba cek harga Tiket Pesawat ke Joga   di Pegipegi.com, sebuah website terpercaya yang  menyediakan pembelian atau pemesanan tiket Pesawat, Hotel dan Kereta Api.

Nah, setelah aku cek,ternyata harga Tiket Pesawat ke Jogja  gak mahal-mahal banget, cuma 400 ribuan. Insha allah masih terjangkau dan harganya gak beda jauh dengan tiket kereta eksekutif. Demi menghemat waktu wkwk


Beli tiket pesawat di pegipegi.com juga semakin untung kalau pas ada promoan atau diskon potongan. Lumayankan bisa bikin penghematan. Pemesanannya pun mudah dengan cara online. Bisa di website atau aplikasi pegipegi.

Perjalanan ke Jogja selalu membuat kesan yang sulit dilupakan. Ya, makanya, keinginan untuk datang ke Jogja tuh suka menggebu-gebu. Wkwkw... Jika ke Jogja, aku paling suka jalan-jalan menggunakan motor, karena kalau naik mobil tuh bikin hayati pucing.

Duh, aduh. Ini maksud hati mau nulis cerita waktu di Jogja, eh malah pengen langsung terbang ke Jogja lagi ini mah.  Sebuah tanda harus nabung supaya bisa jalan-jalan lagi nih. Wkwkwk.

Kalau kamu, kapan nih main-main ke Jogja?

2 comments:

  1. Setiap tempat yang kita datangi adalah kenangan. Setiap orang yang kita temui adalah kenangan.

    ~Jadi, aku kenangan :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa jadi kenangan, bisa jadi masa depan.
      mana tau. Wkwkwkw

      Delete

Terima kasih atas kunjungannya.
Jangan lupa tinggalkan komentarmu, ya..
Tiada kesan tanpa komentar yang kau tinggalkan. ^,^