Mudik dan Segala Hal yang Harus Kita Tau

Hari ke 20 Ramadan, obrolan soal Mudik mulai jadi Tranding Topic. Berbagai pertanyaan sering dilontarkan dari satu teman ke teman lainnya. Lebaran mudik gak? Mudik kemana? Mudik pake transportasi apa? Mudik sama siapa? Mudik berapa lama? Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya.


Mudik seperti budaya yang setiap tahun dilakukan banyak orang. Apalagi pas lebaran gini. Idul Fitri menjadi moment yang pas untuk mereka bersatu berkumpul dengan sanak-saudara. Yang rantau-rantau harus banget balik ke kampung halaman demi bertemu dengan keluarga di kampung.

Nah, _buat kita-kita yang pada mau mudik, penting banget mempersiapkannya dengan serius. Segala perintilan kebutuhan mudik harus dipenuhi dan di atur dengan baik. Apalagi tiket transportasi yang akan digunakan. Mesti dibeli dari jauh-jauh hari, kayak tiket pesawat dan kereta gitu.

"Enggak, ah. Aku mah gak butuh tiket, karena mudiknya pake motor aja."

Eh...ehh..... Mudik pake Motor? Mending jangan deh! Utamakan keselamatan, apalagi saat arus mudik begini. Jalanan akan jauh berbeda dengan kondisi di hari yang bukan arus mudik. Rasanya terlalu beresiko jika kita mudik menggunakan motor. Apalagi kalau barang bawaan yang kita bawa banyak.

Kementrian Perhubungan Republik Indonesia, Pak Budi Karya pun juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk mempersiapkan mudik dengan baik. Yang paling di highlight banget, KemenHub berharap agar pemudik gak menggunakan motor saat hendak ke kampung halaman.

Himbauan Kementrian Perhubungan mengenai Mudik juga disampaikan dalam acara Buka Puasa dan Ngobrol Barang Menhub dengan mengusung tema Mudik Bareng, Asyik Lancar pada hari Jumat, 24 Mei 2019, dan dihadiri langsung oleh Menteri Perhubungan, yaitu Pak Budi Karya beserta jajarannya. Gak mau ketinggalan, aku pun turut hadir dalam acara ini.

Acara dibuka oleh MC dan dilanjutkan dengan sambutan dari Pak Djoko. Menjelang Magrib, ada tausyiah Ramadan yang diberikan oleh Ust. Komarudin.  Dari beberapa Tausiyah beliau yang paling aku ingat, beliau mengajarkan kita untuk menjadi manusia yang sadar dan sabar. Karena dengan sabar dan sadar, kita bisa menjadi manusia yang lebih baik dan lancar dalam menjalankan ibadah puasa.

Setelah Tausiyah selesai, azan magrib pun berkumandang. Kami dipersilakan untuk menyantap menu buka puasa. Usai menikmati santapan berbuka puasa dan sholat magrib, Pak Budi, Menteri yang kami tunggu-tunggu hadir dan memberikan sambutannya.

Pak Budi dengan program  Kemehub mengadakan program mudik gratis yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Mudik gratis ini juga gak cuma diperuntukkan untuk pengangkutan orang aja, tapi untuk kendaraan bermotor juga. Jadi nih, mereka gak perlu mudik dengan menggunakan motor, namun tetap bisa merasakan jalan-jalan di kampung dengan motor yang diangkut dalam mudik gratis.

Mudik harus dipersiapkan dengan baik. Pemerintah pun melakukan berbagai program agar pemudik bisa asyik, lancar, aman dan selamat sampai tujuan. Makanya, pemerintah juga menghimbau agar masyarakat bisa bekerjasama melaksanakan program tersebut. Misalnya nih, yang paling sederhana banget adalah dengan menaati semua peraturan lalu lintas. Ingat, ya. Jangan melanggar lalu lintas.


Gak cuma ada Pak Menteri Perhubungan, acara ini juga dihadiri oleh beberapa Kapten transportasi. ada Mas-mas Masinis, Kapten Kapal, dan juga Pilot. Mereka ikut ngobrol dan tanya-tanya langsung ke Pak Budi. Trus juga berbagi cerita dan ngasih beberapa tips untuk pemudik juga.

Himbauan Penting yang harus kita ingat saat mudik;
Mudik itu jangan ikut-ikutan. Pastikan kita sudah punya tempat tujuan dan waktu  yang tepat kapan akan mudik. Jangan memaksakan kehendak mudik jika kondisi gak memungkinkan. Pastikan kondisi sehat jiwa dan raga. Pastikan budget mudik aman. Pastikan waktu yang tepat untuk melakukan perjalanan mudik. Pastikan transportasi yang dipilih sesuai dengan tujuan dan bisa memudahkan.

Jika Mudik dengan Kendaraan Pribadi
Gak cuma manusia yang perlu dijaga kesehatannya. Kendaraan pribadi pun harus dipantau kesehatannya. Apalagi kalau mau digunakan untuk perjalanan mudik ke kampung halaman. Nah, buat kalian yang menggunakan kendaraan atau mobil pribadi, pastikan kesehatannya sudah aman. Mesinnya "sehat", bannya tidak "botak", bensin penuh, dan jangan lupa membawa ban cadangan.

Pastikan kapasitas mobil dengan  penumpang dan barang bawaan pas, ya. Kursi dan penumpangnya harus sesuai. Misal kursinya muat untuuk 6 orang, maka penumpangnya pun harus 6 orang. Begitupun barang bawaan yang kita bawa jangan sampai terlalu banyak dan membuat muatan mobil jadi over!

Kalau ngantuk dalam perjalanan, utamakan istirahat dan lebih baik tidur dulu. Kalian bisa istirahat atau berhenti di rest area nih. Jangan berhenti dipinggir jalan karena bisa menyebabkan kemacetan dan membahayakan keselamatan kita maupun pengguna lain.

Saran dari Pak Menteri nih, lebih baik istirahat di tempat-tempat seru seperti Rumah Makan supaya bisa sekalian kulineran atau di tempat belanja oleh-oleh supaya bisa sekalian belanja oleh-oleh untuk dibawa ke Jakarta atau kampung halaman juga.

Mudik dengan Transportasi Umum
Kalau kiranya barang bawaan gak terlalu banyak dan memungkinkan kita untuk menggunakan Transportasi umum, sebenernya lebih enak menggunakan transportasi umum aja sih. Lumayan tuh, ngurang-ngurangin kemacetan di jalanan kalau kita menggunakan Kereta, Pesawat atau Kapal.

Tapi, mudik dengan tranportasi umum juga harus dipersiapkan dengan matang. Pastikan alat transportasi yang kita pilih itu benar, terdekat dari kampung halaman dan mudah dijangkau. Trus nih, segera beli tiket dari jauh-jauh hari supaya kita gak kehabisan tiket mudik. Terumata tiket kereta nih, cepet banget abisnya. Makanya, kita harus gerak cepet ketika pembelian tiket mudik udah diumumkan. Pastiin juga tiket yang kamu beli harus sesuai dengan tujuan dan jangan sampai malah ngaco ke kampung orang.

Sebelum melakukan perjalanan dengan transportasi yang kita pilih, mari cek terlebih dahulu kalau alat transportasi itu udah sesuai standar keselamatan udah bertanda layak jalan dari pemerintah. Misalnya bus-bus gitu. Biasanya, surat izinnya tertempel di kaca jendela tuh.

Apapun transportasi mudiknya, 
Selalu utamakan keselamatan dan jaga kesehatan supaya mudik bareng dengan pemudik lain tetap  asyik, lancar, aman dan nyaman. Jangan bawa barang bawaan terlalu banyak. Cukup bawa yang penting-penting aja, termasuk obat-obatan yang sekiranya akan kita butuhkan.

Biar mudik makin asyik, jangan lupa mampir ke tempat-tempat yang seru di kota atau kampung halaman kita. Bisa ke tempat wisata, kulineran atau pusat belanja oleh-oleh. Kalau kamu gak tau tempat seru di kotamu, bisa manfaatkan google buat kepoin tempat mana yang harus dikunjungi. Kalau kamu suka kulineran dan berada di daerah jawa, bisa search di Google dengan keyword "Peta Kuliner Trans Jawa".

Lebaran sebentar lagi. Perjalanan mudik juga udah seperti di depan mata. Udah siap belum nih? Suka cita berkumpul bersama keluarga di kampung halaman seperti sudah membayang-bayang dalam pikiran, ya? Ah, iya. Jadi ikutan gak sabar mudik juga, walaupun aku mudiknya cuma sehari-dua hari ke Pandeglang Banten. Tapi tetep lho, meskipun terbilang lokasi mudiknya gak terlalu jauh, persiapan mudik aku juga sedang direncanakan dengan baik biar lancar, aman dan nyaman.

Kamu gimana? Pasti kan persiapan mudikmu aman juga, ya! Ingat segala tips mudik dan himbauan dari pemerintah juga!


No comments:

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungannya.
Jangan lupa tinggalkan komentarmu, ya..
Tiada kesan tanpa komentar yang kau tinggalkan. ^,^