Investasikan Kekayaan Alam Dengan Adopsi Hutan

Setiap kali ditanya mau jalan-jalan kemana, aku nyaris selalu menjawab "ke tempat yang sepi dan banyak pohonnya". Bukan mau "aneh-aneh" lho, tapi karena ntah kenapa aku lebih suka tempat sepi dan sejuk, apalagi kalau momennya saat sedang jalan-jalan atau berwisata. Dan ya, gak sedikit dari mereka yang meledek, "Sana ke hutan!".

Responku, "Ya, hayuk!" . Malah senang dan bahagia banget gitu rasanya kalau diajak dan bisa menjelajahi hutan. Menyatu dengan alam itu sangat seru!. Kita bisa merasakan kesejukannya dan melihat berbagai macam hal menarik, seperti berbagai macam jenis pohon, tumbuhan, daun-daun kering berguguran, getah pohon, bentuk batang pohon yang kadang unik, suara-suara burung, kupu-kupu, dan masih banyak lainnya.  Sebuah keinginan terpendam bisa menjelajah hutan, apalagi bisa sambil ikut berpartisipasi dalam menjaga dan merawat segala yang ada di dalamnya.

Bumi pertiwi yang indah nan mempesona ini memiliki kekayaan alam yang melimpah. Kalian pun tau kalau terdapat berbagai macam kekayaan alam yang dimiliki Indonesia, seperti  laut, minyak bumi, gas alam, batu bara, dan kekayaan alam yang paling berpotensi adalah hutan. Namun, kekayaan inilah yang seringkali terlupakan oleh masyarakat Indonesia.

Dikutip dari sebuah situs berita, menurut data Kementerian Kehutanan RI pada tahun 2011, luas hutan di Indonesia ada sekitar 99,6 juta hektar. Makanya, Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki hutan terbesar selain Brazil dan Zaire. Tapi, hutan ini semakin menurun sekitar 610.375,92 hektar per tahunnya. Ini menyedihkan banget sih.

Hutan menjadi gundul karena pohon-pohon yang ditebang sembarangan atau kebakaran hutan hingga menyebabkan erosi yang membuat banjir bandang dan longsor menjadi sering terjadi. Hal ini gak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di negara lainnya. Hutan terbesar di dunia, Amazone juga harus kehilangan 900.000 hektar per Januari 2020 karena kebakaran hutan.

Hutan harus dijaga. Kesadaran manusia sangat diperlukan untuk menjaga kekayaan alam yang ada di bumi. Apalagi hutan adalah Paru-paru dunia yang sangat manusia dan hewan butuhkan untuk bernafas. Kebayang kan gimana kalau hutan semakin berkurang? Oksigen untuk bernafaspun menjadi berkurang.

Ayo Ikut Adopsi Hutan!

Cara yang tepat untuk melestarikan hutan salah satunya adalah dengan adopsi hutan. Nah, Adopsi hutan adalah gerakan gotong royong menjaga hutan yang masih ada, mulai dari pohon tegaknya, hewannya, flora eksotisnya, serta keanekaragaman hayati lain di dalamnya. Melalui adopsi hutan, siapa pun, di mana pun bisa terhubung langsung dengan ekosistem hutan beserta para penjaganya. 

Source: Google

Gerakan adopsi hutan adalah wujud kepedulian kita sebagai komunitas nonlingkungan untuk memotivasi para penjaga hutan agar tak lelah menjalankan tugas dan perannya. Secara tak langsung, keterlibatan kita ini juga sebagai ungkapan syukur atas apa yang telah diberikan Tuhan atas hasil hutan yang melimpah seperti air, oksigen, keaneragaman hayati, sumber pangan, ilmu pengetahuan, dan juga sosial budaya. 

Mengadopsi hutan juga mengapresiasi masyarakat sekitar hutan yang secara arif menjaga dan memelihara pohon-pohon, sehingga dapat bertumbuh subur selama berpuluh-puluh tahun sebagai bentuk investasi kita untuk masa depan. 

Dalam 1 tahun sekali, kita pun perlu merayakan Hari Hutan Indonesia dengan memberikan kontribusi yang nyata untuk hutan Indonesia. Merayakan Hari Hutan juga bisa dengan berbagai cara, seperti ikut mengadopsi hutan, mengapresiasikan kebangaan kita pada hutan Indonesia, atau dengan bergabung dengan organisasi kolabolator. Jadikan Hari Hutan Indonesia sebagai moment untuk merayakan keindahan dan kekayaan hutan yang menjadi sumber kehidupan kita. 

Hutan sebagai penunjang kehidupan kita dengan Manfaat yang sangat besar sekali. Sebagai penghasil bahan produksi, pembersih udara (fungsi klimatologis), penyaring air (fungsi orologis), sarana pertahanan (fungsi strategis), sarana rekreasi (fungsi estetis), dan penyimpanan air hujan (fungsi hidrologis). Indonesia bahkan menjadi pengekspor hasil hutan ke sejumlah negara seperti Malaysia dan Jepang. Karena luas hutan di tiap negara beragam dan gak semua memiliki hasil hutan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan. 

Mau Adopsi Hutan, Tapi Gak Dekat Dengan Hutan?

Mengadopsi hutan gak mesti harus datang ke hutannya langsung kok. Kita bisa terhubung dengan masyakat sekitar hutan. Mereka yang jelas lebih paham tentang hutan di sekitar mereka dan isinya. Kita bisa libatkan diri dengan cara berdonasi untuk membiayai kegiatan patroli hutan, memberi modal usaha produksi hasil hutan non-kayu, serta penyediaan fasilitas kesehatan untuk warga lokal. Ya, Mirip investasi gitu kan untuk mendapat hasil yang luar biasa dalam kehidupan.

Kita pun harus sadar bahwa Ini adalah bentuk gotong royong menjaga hutan dengan adopsi hutan, berkolaborasi dengan para mitra pendukung, mensosialiasikan aksi adopsi pohon sebagai contoh tindakan nyata kita untuk melindungi hutan dan beragam macam flora dan faunanya. 

Manfaat dari adopsi hutan sangatlah baik bagi masa depan kita, yakni melindungi hutan dari berbagai ancaman yang sangat masif atas bertambahnya penduduk dan ketamakan manusia melakukan illoging dan penebangan demi kebutuhan ekonomi. Kita juga bisa mewariskan alam yang indah dan ramah untuk anak cucu kita, mendukung upaya menghasilkan oksigen dan mereduksi emisi karbon.

Makanya nih, kita harus menyayangi dan mencintai hutan, karena rasa cinta kepada hutan merupakan kekuatan postif untuk penjaga hutan dan warga lokal yang membantu hutan tetap indah dengan pohon-pohon yang terus bertumbuh, demi kehidupan kita di masa yang akan datang.


Jangan lupa juga untuk selalu mengingatkan keluarga, teman, dan orang-orang sekitar kita untuk menjaga hutan. Terutama jika berkunjung ke hutan atau berekreasi ke sekitar hutan. Jangan merusak ekosistemnya, jangan mengganggu makhluk hidup yang ada di dalamnya, dan tentu jangan membuang sampah sembarangan, 

No comments:

Post a comment

Terima kasih atas kunjungannya.
Jangan lupa tinggalkan komentarmu, ya..
Tiada kesan tanpa komentar yang kau tinggalkan. ^,^