Cantik Alami dan Aman Dengan Komoditas Lokal

Nyaris setiap orang pasti melakukan perawatan diri, baik laki-laki maupun perempuan. Ya lumrahnya memang perempuan sih yang lebih cenderung lebih aktif dalam merawat diri, terutama untuk kesehatan dan kecantikan. Nyaris semua Perempuan melakukan perawatan untuk penampilan atau kecantikan diri yang nampak dari luar maupun dari dalam. Dari ujung rambut hingga ujung kaki. Tapi tetap tidak melupakan perawatan untuk kesehatan juga, ya. 

Merawat diri harus lebih ekstra dilakukan agar mendapat hasil yang maksimal. Perawatan fisik, penampilan, maupun mental semua harus sangat diperhatikan agar tidak merugikan diri sendiri atau orang yang kita sayangi. Karena ketiganya saling berhubungan lho.  

Aku jadi ingat dulu. Sebagai perempuan, aku memang kurang aware dengan masalah kesehatan dan kecantikan. Tapi bersyukurnya aku memiliki kakak perempuan yang 'cukup feminim' yang akhirnya menyadarkan aku untuk lebih memerhatikan kesehatan dan penampilan.

Pilih Produk Kecantikan Yang Tepat!
Di era pandemi, pamor produk kesehatan maupun kecantikan sangat melesat tinggi. Bayangkan saja, di awal pandemi banyak orang berebut mencari persediaan vitamin C, D, dan E. Bahkan tidak hanya vitamin, namun juga herbal seperti jahe merah, temulawak, kunyit, dan lain-lain banyak diburu masyarakat. Katanya, biar tubuh tetap sehat dan terjaga!

Sulitnya menemukan vitamin di era pandemic, layaknya hukum ekonomi, banyak permintaan, suplai menjadi sedikit, dan harga jadi melonjak tinggi. Saya pun merasakan betul betapa susahnya mencari beberapa vitamin yang diklaim "bagus" karena habisnya stock diberbagai apotek dan layanan penyedia obat-obatan. 

Nah, selain produk kesehatan, ternyata produk kecantikan juga masih punya pamor yang cukup tinggi di era pandemi. Kesehatan dan kecantikan perempuan sangat dikaitkan. Ya, meskipun, acara-acara pesta, fashion, pernikahan, atau pertemuan kantor sudah mulai dibatasi karena semua dijalani di rumah saja, bukan berarti wanita melupakan “skincare” untuk perawatan wajah dan kulit mereka agar tetap cantik.

Ada yang baru mencoba lebih ekstra dalam perawatan kecantikan di era pandemi. Namun ada juga wanita yang merasa gelisah karena mereka agak bingung dengan apa yang harus dilakukan untuk menjaga wajah dan kulit mereka. 

Skincare yang rata-rata digunakan atau beredar di pasaran banyak yang kandungannya agak keras untuk digunakan pada wajah saat di rumah saja. Hal ini yang membuat banyak keluhan dari para wanita yang mengalami bruntusan, kulit terbakar, dan lain-lain di era pandemi, karena kandungan skincare yang kurang pas digunakan di ruang tertutup.

Ya walaupun demikian, bukan berarti jadi berhenti 'skincare-an' kan? Kita harus tetap care dengan wajah dan kulit agar tetap sehat, mengurangi stress, dan tetap memiliki kecantikan luar. Penggunaan skincare jadi harus lebih hati-hati.

Cantik Alami dan Aman Dengan Komoditas Lokal
Kepedulian para wanita dalam memilih skincare untuk perawatan diri nyatanya masih kurang. Wanita seringkali lupa memperhatikan komposisi produk yang mereka beli dan digunakan untuk perawatan diri. Jadi terkesan tak acuh terhadap jenis dan kesehatan kulit mereka. Ini seringkali terjadi karena mudah tergiur referensi influencer yang berasal dari orang-orang terkenal.

Bahkan terkadang mereka juga kurang peduli apakah produk skincare yang dibeli itu dari bahan-bahan mentah yang ramah lingkungan atau produk turunan dari komoditas unggulan dari suatu daerah di Indonesia. Karena berbeda dengan wanita sebelum era milenial. Mereka lebih sering menggunakan produk skincare lokal yang mengandung bahan-bahan lokal alami.


Jika kita jalan-jalan ke kota kecil di Semarang, banyak wanita yang hanya menggunakan sabun wajah untuk merawat wajah. Namun sabun wajah komoditas alami yang mudah di dapat ini dibuat dari hasil budidaya madu asli, tanpa olahan bahan kimiawi. Harga jadi terjangkau dan madu yang digunakan adalah komoditas unggulan yang berasal dari peternak madu dan lebah yang tergolong jinak.

Petani bisa menjual hasil budidaya madunya berupa madu konsumsi dan menjual ke pengusaha skincare untuk dibuat sabun wajah. Petani jadi dapat menikmati hasil budidaya, membantu pelestarian lingkungan, juga menambah segarnya pekarangan karena ada bunga yang harus ditanam untuk makanan lebah, dan tidak merusak ekosistem alam, karena lebah membantu penyerbukan tanaman.

Di Lombok, ada juga produk skincare alami yang pengolahannya memanfaatkan komoditas lanjutan yang alami dan ramah lingkungan, dan yang pasti adalah membantu mensejahterakan kehidupan petani. Sebuah produk skincare dari Lombok ini di inisiasi oleh seorang wanita milenial yang berhasil mendapat Anugrah Award of Spirusea dalam Anugrah Bangga Buatan Indonesia sebagai brand lokal terbaik dalam bidang skincare Indonesia tahun 2020.

Bayangkan, Lombok ternyata punya banyak potensi kekayaan alam yang ditemukan seperti spirulina (Arthrospira Plantesis), cokelat, rumput laut, kopi, dan beras putih. Hal ini dapat menjadi harapan bahwa Indonesia betul-betul memiliki kekayaan alam dan sumber daya manusia yang sangat baik jika dikelola dengan baik dan di dukung oleh pengusaha ataupun konsumen. Produk skincare lokal pasti akan dapat bersaing dengan skincare impor yang beredar di pasaran.

Kekayaan alam yang dimiliki Indonesia sebenarnya mampu melahirkan produk-produk kecantikan yang aman. Namun banyak orang yang 'terkecoh' dengan produk-produk luar membuat mereka melupakan adanya komoditas lokal dengan khasiat yang aman bagi tubuh. Bahkan, komoditas lokal pun sangat aman untuk lingkungan dan bisa mengurangi pencemaran.

Banyak sekali komoditas lokal yang bisa digunakan untuk produk kecantikan, separti: rempah, kelapa sawit, kopi, minyak tengkawang,  madu, pegagan dan masih banyak lagi. 

Dengan menggunakan komoditas lokal, kita juga telah menerapkan sustainable beauty , yang di mana kita menggunakan produk kecantikan namun tidak membahayakan diri sendiri, manusia juga makhluk hidup lainnya karena kandungan yang digunakan tidak merusak ekosistem.

Selain dibuat dengan komoditas lokal, beberapa produk kecantikan juga dibuat dengan kemasan khusus yang ramah lingkungan atau dengan bahan-bahan yang mudah terurai. Hal ini dilakukan demi menjaga lingkungan dan mengurangi limbah yang sulit terurai dan dapat merusak lingkungan. 

Jadi gimana nih? Udah cek skincare kamu apakah aman untuk dirimu sendiri dan bumi?
Yuk, beralih menggunakan komoditas lokal!



2 comments:

Terima kasih atas kunjungannya.
Jangan lupa tinggalkan komentarmu, ya..
Tiada kesan tanpa komentar yang kau tinggalkan. ^,^